Nabi Muhammad SAW saat peristiwa Isra’ Mi’raj oleh Allah SWT diperlihatkan gambaran balasan akhirat bagi manusia yang bermacam-macam sebab amal perbuatannya selama hidup di dunia.
Suatu amal baik, sekecil apapun tetap akan diperhitungkan. Begitupun dengan dosa yang telah diperbuat, sekecil apapun tetap akan mendapatkan balasan.
Sebagaimana termaktub dalam QS. Al-Zalzalah ayat 7-8 yang mengandung isi terkait balasan bagi yang melakukan kebaikan dan keburukan sewaktu hidup di dunia. Allah SWT berfirman:
فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ
Artinya: Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya.
وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ
Artinya: Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.
Perlu diketahui bahwa Isra’ Mi’raj adalah dua peristiwa agung yang merupakan perjalanan untuk menempa mental dan pengalaman spiritual yang luar biasa yang dialami Nabi Muhammad SAW.
Isra’ secara bahasa yaitu berjalan di waktu malam sedangkan secara istilah yaitu perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Kota Makkah, Arab Saudi menuju Masjidil Aqsha di Jerusalem, Palestina. Dan Mi’raj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsha kemudian ke langit pertama sampai langit ketujuh menuju Sidratul Muntaha untuk menerima perintah shalat lima waktu dari Allah SWT.
Syekh Ahmad Ad-Dardiri dalam kitab Dardir Mi’raj-nya memaparkan perjalanan spiritual dan penempaan mental Nabi Muhammad SAW ketika bertemu dengan gambaran akhirat dari umatnya yang beranekaragam.
Di antara gambaran akhirat dari umat yang dijumpai Nabi Muhammad SAW saat peristiwa Isra’ dan Mi’raj adalah sebagai berikut:
1. Gambaran golongan yang senantiasa teguh keimanannya kepada Allah SWT.
Pada saat peristiwa Isra’ dan Mi’raj, Nabi Muhammad SAW melewati sekelompok orang dan mencium semerbak wangi harum dari aroma orang-orang tersebut. Ternyata ketika ditanyakan perihal tersebut kepada Malaikat Jibril, wangi harum tersebut berasal dari keluarga besar Masyithah yang disiksa dan dimasak hidup-hidup oleh Fir‘aun sebab tidak mau mengakuinya sebagai Tuhan.
2. Gambaran golongan yang malas mengerjakan shalat fardhu.
Nabi Muhammad SAW melihat sekelompok orang yang kepalanya pecah dihantam dengan batu. Setelah kepala mereka pecah, kepala tersebut utuh kembali. Dan begitu seterusnya, sampai Nabi Muhammad SAW sangat iba kepada orang-orang tersebut.
Nabi Muhammad SAW bertanya perihal tersebut kepada Malaikat Jibril. Mereka adalah orang-orang yang kepalanya berat untuk sujud beribadah kepada Allah SWT yakni berat melaksanakan shalat fardhu, menundanya, bahkan sengaja meninggalkannya. Astaghfirullah.
3. Gambaran golongan yang gemar bersedekah.
Nabi Muhammad SAW melihat sekelompok orang ini sedang memanen tanaman yang baru saja ia tanam. Setelah panen selesai, tanaman tersebut dengan cepat tumbuh kembali dan berbuah lebat siap untuk dipanen. Kejadian tersebut berlangsung terus-menerus sehingga hasil panen yang diperoleh begitu banyak. Golongan ini adalah orang-orang yang gemar bersedekah di jalan Allah SWT.
4. Gambaran sekelompok orang yang enggan bersedekah.
Nabi Muhammad SAW menjumpai sekelompok orang yang memakan pohon dhari‘ (pohon kering yang berduri), zaqqum (tumbuhan yang rasanya sangat pahit) dan batu yang sangat panas. Ketika ditanyakan hal tersebut kepada Malaikat Jibril, bahwa sekelompok orang ini adalah orang yang enggan bersedekah.
5. Gambaran perampok atau pembegal.
Nabi Muhammad SAW menjumpai sekelompok orang ini seperti kayu yang berada di tengah jalan. Pada saat orang melewati jalan tersebut, sekelompok orang ini terbakar. Nabi Muhammad SAW bertanya perihal tersebut kepada Malaikat Jibril, bahwa orang-orang tersebut adalah perampok dan pembegal.
6. Gambaran sekelompok pezina (orang-orang yang gemar selingkuh).
Sekelompok orang ini digambarkan sedang menggenggam daging empuk yang lezat dan daging busuk penuh belatung. Akan tetapi, sekelompok orang ini lebih memilih dan memakan daging busuk penuh belatung dari pada daging empuk yang lezat. Menurut Malaikat Jibril sekelompok orang ini adalah mereka yang lebih memilih tidur dengan orang lain padahal ia memiliki pasangan yang sah.
7. Gambaran sekelompok orang yang gemar memakan harta riba.
Nabi Muhammad SAW melihat gambaran golongan ini seperti orang yang berenang di sungai yang penuh darah dan nanah, Jibril menjelaskan bahwa golongan tersebut adalah orang-orang yang memakan harta riba.
8. Gambaran sekelompok orang yang tidak mengamalkan ucapannya.
Sekelompok orang ini dijumpai Nabi Muhammad SAW sedang memotong lidah dan mulut mereka. Kemudian tumbuh seperti semula dan dipotong lagi dan begitu seterusnya. Gambaran ini bagi mereka yang hanya mampu ceramah dan berorasi namun tidak mampu mengamalkan isi ceramahnya untuk dirinya sendiri.
9. Gambaran sekelompok orang yang rakus jabatan.
Nabi Muhammad SAW menjumpai sekelompok orang yang memikul kayu bakar di punggungnya. Orang-orang tersebut masih terus menambah kayu bakar yang dipikulnya walaupun sebenarnya mereka tidak kuat memikulnya, perihal ini Malaikat Jibril menjelaskan bahwa orang-orang tersebut adalah mereka yang rakus jabatan, walaupun sebenarnya mereka tidak mampu untuk mengemban amanah jabatannya.
10. Gambaran Sekelompok Orang yang Gemar Memprovokasi.
Nabi Muhammad SAW menjumpai sekelompok orang yang sedang kebingungan karena melihat sebuah lubang kecil yang tiba-tiba keluar seekor sapi yang besar dari lubang tersebut. Sapi itu tidak bisa kembali masuk ke lubang tersebut karena terlalu besar. Jibril menjelaskan, bahwa itu gambaran bagi mereka yang melakukan provokasi sehingga menimbulkan masalah yang besar. Saat tersadar akan ulahnya yang merugikan banyak orang, maka ia tidak bisa menyelesaikan masalah besar tersebut.
11. Gambaran Sekelompok Orang yang Gemar Mengumpat.
Nabi Muhammad SAW menjumpai golongan ini yang berkuku panjang dan terbuat dari tembaga. Kemudian mereka mencakar-cakar muka mereka dengan kuku tersebut. Jibril menjelaskan bahwa mereka adalah orang-orang yang gemar mengumpat perbuatan orang lain, namun mereka sendiri juga melakukan perbuatan serupa.
Semoga kita bisa mengambil hikmahnya dari sekelompok orang yang dijumpai Rasulullah SAW pada saat peristiwa Isra’ dan Mi’raj dan menjadi peningkatan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Aamiin.
Penulis :Ust. Muhamad Dedi Ahyadi, S.Pd.I., M.Pd.(Pimpinan Majlis Ta’lim Nurul Islam Taman Baru Serang – Banten dan Guru MAN 1 Kota Cilegon)





