CCN. Hari Pendidikan merupakan peringatan tahunan yang dirayakan di banyak negara di seluruh dunia untuk menghargai pentingnya pendidikan dalam kehidupan individu dan masyarakat.
Sejarah Hari Pendidikan dimulai pada tahun 1945, saat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan tanggal 10 Desember sebagai Hari Hak Asasi Manusia. Namun, pada tahun 1965, Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) menetapkan tanggal 8 September sebagai Hari Pendidikan Internasional. Pada saat itu, tujuan utama Hari Pendidikan adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pendidikan dan mempromosikan kerja sama internasional dalam bidang pendidikan.
Sejak itu, Hari Pendidikan dirayakan setiap tahun oleh negara-negara di seluruh dunia dengan tema yang berbeda-beda. Tema Hari Pendidikan nasional tahun 2023 ini adalah ” “Bergerak Bersama Semarakkan Merdeka Belajar”. Berdasarkan tema yang diangkat tersebut, terdapat sebuah cita-cita untuk bergerak dan membuat perubahan besar. Semarak dalam Merdeka Belajar yang merupakan program dari pendidikan dapat segera terwujud. Dimana masih mengedepankan program inti pemerintah dalam memajukan pendidikan Indonesia yaitu melalui Merdeka Belajar.
Hari ini orang-orang berbondong-bondong berpartisipasi memperingati Peringatan Hari Pendidikan dengan berbagai acara dan kegiatan, seperti upacara peringatan, seminar, konferensi, diskusi panel, dan kegiatan sosial untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pendidikan. Setiap tahun pada Hari Pendidikan, orang-orang juga diharapkan untuk memberikan dukungan dan penghargaan kepada para pendidik dan siswa, serta mempromosikan pentingnya pendidikan yang berkualitas untuk semua orang.
Di Indonesia, Hari Pendidikan Nasional dirayakan pada tanggal 2 Mei setiap tahunnya, untuk memperingati lahirnya Ki Hajar Dewantara, pendiri Taman Siswa dan pelopor pendidikan bagi masyarakat Indonesia. Ki Hajar Dewantara dianggap sebagai tokoh penting dalam sejarah pendidikan Indonesia karena beliau memperjuangkan pendidikan yang merdeka dan memberikan kesempatan pendidikan yang sama bagi semua anak-anak Indonesia. Pada Hari Pendidikan Nasional, berbagai kegiatan seperti upacara bendera, seminar, dan kegiatan sosial diadakan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pendidikan di Indonesia.
Setiap tahun pada tanggal 2 Mei di Indonesia, untuk memperingati kelahiran Ki Hajar Dewantara, seorang tokoh pendidikan Indonesia yang sangat dihormati. Ki Hajar Dewantara lahir pada tanggal 2 Mei 1889 di Yogyakarta dengan nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat.
Sejak usia muda, Ki Hajar Dewantara telah menunjukkan minatnya yang besar dalam dunia pendidikan dan kebudayaan. Ia belajar di sekolah-sekolah yang dijalankan oleh pemerintah kolonial Belanda dan mendapatkan pendidikan yang baik. Namun, pada saat yang sama, Ki Hajar Dewantara juga melihat adanya ketidakadilan dalam sistem pendidikan yang diterapkan oleh pemerintah kolonial, di mana pendidikan hanya diberikan kepada orang-orang yang memiliki kekayaan dan status sosial yang tinggi.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Ki Hajar Dewantara merintis gerakan pendidikan rakyat yang memberikan kesempatan pendidikan yang sama bagi semua anak-anak Indonesia, tanpa memandang status sosial, agama, atau ras. Ia mendirikan Taman Siswa pada tahun 1922, sebuah sekolah alternatif yang memberikan pendidikan yang lebih terbuka dan menghargai keanekaragaman budaya di Indonesia.
Selain itu, Ki Hajar Dewantara juga memperjuangkan kemerdekaan pendidikan di Indonesia, di mana pendidikan harus dipimpin oleh bangsa Indonesia sendiri, bukan oleh pemerintah kolonial Belanda. Ia memimpin gerakan untuk memperjuangkan kemerdekaan pendidikan dan mempromosikan bahasa dan budaya Indonesia sebagai bagian dari pendidikan nasional.
Ki Hajar Dewantara dikenal sebagai tokoh pendidikan yang sangat dihormati dan diakui di Indonesia, bahkan di seluruh dunia. Ia dianugerahi penghargaan internasional seperti Penghargaan Gandhi untuk Pendidikan Perdamaian pada tahun 1972 dan medali UNESCO pada tahun 1982. Oleh karena itu, tanggal kelahirannya, yaitu 2 Mei, diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional di Indonesia untuk menghormati perjuangannya dalam memperjuangkan pendidikan yang merdeka dan merata bagi semua anak-anak Indonesia.
Hari Pendidikan merupakan perayaan penting yang diperingati setiap tahunnya sebagai momen untuk memperingati pentingnya pendidikan dalam kehidupan manusia. Di era digital saat ini yang juga disebut sebagai era Industri 4.0, pendidikan telah mengalami perubahan signifikan dalam hal teknologi, pendekatan pembelajaran, dan perspektif tentang tujuan pendidikan.
Dalam era 4.0, teknologi menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi dunia pendidikan. Teknologi telah memungkinkan pendidikan menjadi lebih terjangkau dan dapat diakses oleh siapa saja dari berbagai latar belakang. Adopsi teknologi dalam pendidikan juga telah membuka peluang baru untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas pembelajaran.
Salah satu hal yang paling menonjol dalam pendidikan di era 4.0 adalah penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran. Teknologi digital telah memungkinkan penggunaan konten multimedia seperti video, audio, dan animasi untuk meningkatkan pengalaman pembelajaran. Selain itu, teknologi digital juga memungkinkan pendidikan jarak jauh, yang memungkinkan siswa dari berbagai belahan dunia dapat mengakses pelajaran dari institusi pendidikan di luar negara atau dari institusi pendidikan yang terpencil.
Di samping itu, pendekatan pembelajaran juga telah mengalami perubahan yang signifikan dalam era 4.0. Pendekatan tradisional yang berpusat pada guru digantikan dengan pendekatan yang lebih berpusat pada siswa. Siswa sekarang lebih diberi kebebasan untuk menentukan jalur pembelajaran mereka sendiri dan memilih materi yang ingin mereka pelajari. Selain itu, kurikulum pendidikan juga mengalami perubahan, dengan lebih banyak penekanan pada pengembangan keterampilan dan kemampuan yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.
Perspektif tentang tujuan pendidikan juga berubah di era 4.0. Selain membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk sukses di dunia akademis, pendidikan di era 4.0 juga bertujuan untuk membekali siswa dengan keterampilan sosial dan emosional yang dibutuhkan untuk berhasil di dunia kerja yang semakin kompleks. Keterampilan seperti kepemimpinan, kolaborasi, dan kreativitas semakin diutamakan dalam pendidikan.
Dalam perayaan Hari Pendidikan di era 4.0, penting untuk mengenali pentingnya teknologi, pendekatan pembelajaran, dan perspektif tentang tujuan pendidikan yang berubah. Selain itu, penting untuk memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan dan industri untuk memastikan kualitas pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja saat ini. Semua elemen ini sangat penting untuk mempersiapkan siswa dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk sukses di masa depan yang semakin kompleks.
Industri 4.0 membawa banyak perubahan positif dalam dunia pendidikan, seperti kemampuan untuk membuka akses pendidikan yang lebih luas, penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran, dan pendekatan pembelajaran yang lebih berpusat pada siswa. Namun, seperti semua perubahan, Industri 4.0 juga membawa tantangan dan permasalahan yang perlu diatasi dalam dunia pendidikan.
Berikut adalah beberapa permasalahan pendidikan yang dihadapi di era Industri 4.0:
- Ketimpangan Akses. Walaupun teknologi telah membuat pendidikan lebih terjangkau, tetapi ketimpangan akses masih menjadi masalah dalam beberapa wilayah atau komunitas. Di beberapa negara atau daerah, masih terdapat siswa yang kesulitan mengakses pendidikan online karena keterbatasan infrastruktur seperti akses internet atau perangkat yang diperlukan.
- Pendidikan Daring (Dalam Jaringan) dan Rendahnya Kualitas Pembelajaran. Pendidikan jarak jauh yang semakin populer karena pandemi COVID-19 menghasilkan tantangan baru dalam mempertahankan kualitas pembelajaran. Kualitas pembelajaran secara online dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kualitas koneksi internet, kurangnya interaksi langsung dengan guru, dan masalah motivasi siswa.
- Persaingan Industri 4.0 mendorong kompetisi global yang lebih besar dan persaingan di pasar kerja yang semakin kompleks. Oleh karena itu, pendidikan harus menyesuaikan diri untuk menjamin siswa memperoleh keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja masa depan.
- Kurangnya keterampilan yang diperlukan Industri 4.0 menuntut keterampilan yang berbeda dari pekerjaan pada masa lalu. Perubahan ini membutuhkan pengembangan keterampilan baru yang lebih berorientasi pada keahlian teknologi dan memperkuat keterampilan sosial dan emosional.
- Meningkatnya biaya pendidikan. Walaupun teknologi telah membawa kemudahan akses pendidikan, namun biaya pendidikan masih menjadi masalah utama dalam beberapa wilayah. Biaya pendidikan yang tinggi dapat membatasi akses pendidikan bagi siswa yang kurang mampu.
Mengatasi permasalahan pendidikan di industri 4.0 memerlukan pendekatan yang holistik dan kolaboratif. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengatasi permasalahan pendidikan di era 4.0:
- Meningkatkan Akses. Untuk mengatasi ketimpangan akses pendidikan, pemerintah dan industri dapat bekerja sama untuk meningkatkan infrastruktur pendidikan seperti akses internet dan perangkat yang diperlukan. Pemerintah juga dapat memberikan program subsidi atau bantuan keuangan bagi siswa yang kesulitan untuk mengakses pendidikan.
- Memperbaiki Kualitas Pembelajaran Online Untuk memperbaiki kualitas. pembelajaran online, guru dapat dilatih untuk menggunakan teknologi dan metode pembelajaran online yang lebih interaktif dan responsif. Sekolah dan universitas juga dapat menyediakan platform pembelajaran yang lebih baik dan memberikan dukungan teknis yang memadai kepada siswa.
- Mempersiapkan Siswa dengan Keterampilan yang Diperlukan. Pendidikan harus menyesuaikan diri dengan tuntutan industri 4.0 dan memperkuat keterampilan teknologi, keterampilan sosial dan emosional, serta keterampilan kecerdasan buatan. Pendidikan juga harus memberikan peluang bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan praktis melalui magang dan kerja sama dengan industri.
- Mengembangkan Pendidikan yang Lebih Terjangkau. Pemerintah dan industri dapat bekerja sama untuk mengembangkan model pendidikan yang lebih terjangkau, seperti pendidikan jarak jauh atau model blended learning yang menggabungkan pembelajaran online dan offline.
- Meningkatkan Dukungan untuk Guru dan Dosen. Pendidikan yang sukses di era 4.0 memerlukan guru dan dosen yang terampil dan berpengetahuan tentang teknologi dan metodologi pembelajaran yang efektif. Oleh karena itu, pemerintah dan industri harus memberikan dukungan yang memadai kepada guru dan dosen dalam hal pelatihan, teknologi, dan pengembangan profesional.
- Meningkatkan Riset dan Inovasi Pemerintah, industri, dan universitas harus bekerja sama dalam meningkatkan riset dan inovasi dalam bidang pendidikan. Hal ini dapat membantu menciptakan solusi baru untuk masalah pendidikan dan menghasilkan teknologi dan metode pembelajaran yang lebih efektif.
harapan di Hari Pendidikan ke depan melalui kerja sama antara pemerintah, industri, dan masyarakat saling berkolaborasi dan elaborasi, permasalahan pendidikan di era 4.0 dapat satu persatu teratasi. Pendidikan yang berkualitas dapat membantu siswa mempersiapkan diri dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk masa depan yang semakin kompleks dan kompetitif.
(Pojok Pemikiran Wong Alit) Ahdi Zukhruf Amri, M.Pd, adalah seorang pendidik di MAN 1 Cilegon dan mengajar dibeberapa Perguruan tinggi di Cilegon, dan beraktifitas Kebudayaan di AJB Foundation, Teater Wonk Kite serta yang lainnya.
Bibliografi:
- C. Aravena, C. V. Jiménez, and F. J. García-Peñalvo, “Industry 4.0 and Education: An Overview of the Main Challenges and Opportunities,” Sustainability, vol. 12, no. 18, 2020.
- Amalia, R. (2020). “Pendidikan Nasional Indonesia: Sejarah, Kebijakan, dan Masalahnya.” Jurnal Pendidikan Sosiologi, 8(1), 45-55.
- J. León-Medina, G. J. García-Muñoz, and M. J. García-Sánchez, “Industry 4.0 and Education: A Review,” Sustainability, vol. 12, no. 3, 2020.
- R. Mustafa and N. N. M. Shariff, “Industry 4.0 in Education: An Overview,” in Proceedings of the 2017 IEEE Conference on e-Learning, e-Management and e-Services (IC3e), pp. 112–117, 2017.
- Schwab, The Fourth Industrial Revolution. Geneva: World Economic Forum, 2016.
- J. R. Sánchez and M. A. Flores, “The Impact of Industry 4.0 on Education: A Systematic Review,” in Proceedings of the 2020 IEEE Global Engineering Education Conference (EDUCON), pp. 231–238, 2020.
- Mansur, M. (2011). Pendidikan di Indonesia: Tantangan dan Harapan. Jakarta: Rajagrafindo Persada.
- Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan (2015). Statistik Pendidikan dan Kebudayaan 2014/2015. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
- A. Mahamad, R. A. Rahman, and Z. Awang, “Industry 4.0 and Education: A Systematic Review,” in Proceedings of the 2019 IEEE Conference on Teaching, Assessment, and Learning for Engineering (TALE), pp. 647–653, 2019.
- A. Mahamad, R. A. Rahman, and Z. Awang, “The Future of Industry 4.0 in Education: A Review,” in Proceedings of the 2020 5th International Conference on Educational Research and Innovation (ICERI), pp. 65–70, 2020.
- Suherman, E. (2017). “Sejarah Peringatan Hari Pendidikan Nasional: Berjuang Mewujudkan Pendidikan yang Berkualitas.” Jurnal Tarbawi: Jurnal Kependidikan Islam, 7(2), 198-210.
- Tilaar, H. A. R. (2008). Menggagas Pendidikan Nasional yang Demokratis: Kumpulan Esai. Jakarta: Kompas.
- Tim Penyusun Buku Sejarah Pendidikan Nasional, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1981). Sejarah Pendidikan Nasional. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
- Zulkarnain, A. (2018). “Hari Pendidikan Nasional: Sejarah dan Maknanya.” Jurnal Pendidikan Karakter, 8(2), 92-102.





