Beranda Sosial AKSI PENIPUAN MENGATASNAMAKAN APARAT KEMBALI MARAK DI KOTA CILEGON

AKSI PENIPUAN MENGATASNAMAKAN APARAT KEMBALI MARAK DI KOTA CILEGON

593
0

CCN, Cilegon. Pelaku kejahatan dengan modus hipnotis kembali marak di Kota Cilegon. Pelaku mengatasnamakan Kodim Cilegon untuk memperdaya korban yang di target. Jaenuri (57) yang berprofesi pedagang bubur kacang hijau di Delingseng RT 10 RW 02 Kelurahan Kebonsari Kecamatan Citangkil, menjadi korban pelaku kejahatan hipnotis pada Senin, 26 Juni 2023.

Kejadian bermula saat Jaenuri berjualan seperti biasa, sekira pukul 17:30 datang seorang pria bertubuh tinggi kekar berseragam anggota TNI.

Pelaku kejahatan hipnotis yang berseragam anggota TNI itu mengaku akan memesan bubur kacang hijau dagangan Jaenuri dalam jumlah banyak untuk acara Kodim Cilegon.

“Nggak ada naruh rasa curiga karena pelaku juga datang sama seperti orang memesan pada umumnya, katanya
Saat di warung itu ngobrol banyak, dia (pelaku hipnotis) inginnya foto bubur dagangan saya ditunjukin langsung ke pimpinanya. Saya juga diajak ke Kodimnya,” papar Jaenuri.

Tanpa menaruh rasa curiga, Jaenuri mengikuti ajakan pelaku untuk menunjukan foto buburnya ke pimpinan Kodim 0623 Cilegon dengan menggunakan motor trail khas anggota TNI.

Namun, sesampainya di depan Markas Kodim 0623 Cilegon Jaenuri di turunkan pelaku dengan dalih tidak boleh masuk lantaran tidak memakai sepatu.

Saat itu juga, pelaku meminta handphone Jaenuri untuk menunjukan foto bubur kacang hijau pesanannya kepada Pimpinan Kodim 0623 Cilegon.

Namun, pelaku hipnotis tersebut tidak memasuki Markas Kodim 0623 Cilegon melainkan melaju lurus ke arah tugu Kota Cilegon dengan membawa 1 unit handphone milik Jaenuri.

“Pas udah sampe depan Kodim nih malah saya diturunin, saya tidak sadar menyerahkan handphone ke pelaku tadi. Sadar sadar pas pelaku agak menjauh dari Kodim,” terang Jaenuri

Dikatakan Jaenuri, selepas sadar tersebut dirinya langsung masuk ke Markas Kodim 0623 Cilegon untuk melaporkan kejadian yang dialaminya.

Namun dirinya di buat kaget lantaran sudah 3 laporan yang masuk ke Kodim 0623 Cilegon dengan modus yang sama.

“Setelah itu saya tidak langsung pulang tapi masuk ke Kodim untuk melaporkan tapi kata petugasnya sudah ada 3 laporan yang sama dengan saya,”imbuhnya

Dikatakan Jaenuri, aksi kejahatan hipnotis dengan modus memesan dagangan untuk acara Kodim Cilegon juga menimpa temannya yang berprofesi sebagai pedagang.

“Modus seperti ini ternyata tidak hanya saya, penjual nasi goreng, ikan bakar, sefood juga pernah kena. Temen yang lain mah kehilangan uang dan handphone kalau saya hanya handphone saja karena waktu itu tidak bawa uang,” pungkasnya

(Red)