Beranda Nasional Ketua Umum PB PII Minta Rapatkan Barisan Pada Pelantikan PW PII Jawa...

Ketua Umum PB PII Minta Rapatkan Barisan Pada Pelantikan PW PII Jawa Barat

551
0

CCN, BANDUNG – Ketua Umum PB PII, Abdul Kohar Ruslan, melantik Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Jawa Barat periode 2023-2025, di Aula Ki Hajar Dewantara, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Bandung, (11/11/2023).

Ketua Umum PB PII, Abdul, menyampaikan pada saat sambutannya, setiap pengurusan akan menghadapi tantangan dan hambatan. Setiap eselon kepengurusan baik itu Komisariat, Daerah, Wilayah dan Pengurus Besar.

“Soliditas internal itu sangat diperlukan dalam menjalani aktivitas organisasi apalagi pada tahap pengurusan yang sudah tingkat wilayah,” ujarnya.

Abdul Kohar menambahkan, PII harus belajar dari kisah pada saat peristiwa perang Uhud, karena ketidaksolidan yang menjadikan pasukan islam dipukul mundur.

“Saat itu Rasulullah berpesan dengan jelas dan tegas bahwa pasukan pemanah di atas bukit tidak boleh pindah atau turun ke bawah. Namun di lapangan perang pasukan islam terlena dengan harta rampasan perang yang kemudian disadari pasukan musuh sehingga menyerang kembali pasukan muslim,” tambahnya.

Ketua Umum PB PII, melanjutkan, tantangan kedepan tidak akan berbeda dengan peristiwa masa lalu, akan ada banyak ghanimah yang diperebutkan sehingga bisa terpecah.

“Maka solusi dalam mengatasi hal tersebut ialah kesolidan internal kemudian rapatkan barisan untuk terus dilakukan dan terjaga,” tutupnya.

Sementara itu Ketua Umum PW PII Jawa Barat, Muhammad Khazimi, mengatakan, momentum pelantikan PW PII Jawa Barat periode 2023-2025 sebagai langkah awal PII Jawa Barat untuk bisa menjalankan amanah dan roda organisasi sesuai dengan tujuan dan cita citanya.

”Kita memiliki visi besar, bahwa pelajar sebagai entitas sosial yang merupakan representasi dari lapisan sosial dengan jumlah yang tidak sedikit pada era bonus demografi ini, oleh karena jumlah massanya yang begitu besar, eksistensi pelajar harus menjadi realitas yang diperhitungkan dalam pengambilan kebijakan sosial (public policy making) di bidang-bidang terkait,” ujarnya.

Khazimi, menambahkan, pelajar sangat berperan sebagai bagian dari perubahan sosial.

“Maka dari itu mari kita bangun konsensus untuk membangun jembatan ke arah masa depan yang lebih inklusif, transformatif dan berkelanjutan,” pungkasnya. (***)