Beranda Banten KH. Wasyid, Simbol Perjuangan Rakyat: Usulan Gelar Pahlawan Nasional Disuarakan di Haul...

KH. Wasyid, Simbol Perjuangan Rakyat: Usulan Gelar Pahlawan Nasional Disuarakan di Haul Geger Cilegon

870
0

CCN, CILEGON – Ribuan warga memadati Alun-Alun Kota Cilegon pada Rabu malam (9/7/2025) dalam rangkaian acara Istigasah Muharam 1447 H yang dirangkaikan dengan Haul Syuhada Geger Cilegon 1888. Selain sebagai momentum spiritual dan historis, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat ukhuwah sosial dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim.

Acara ini turut dihadiri oleh Walikota Cilegon H. Robinsar, Wakil Walikota, anggota DPRD, serta unsur TNI dan Polri, yang menunjukkan sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha. Sebagai bentuk penghargaan, Pemerintah Kota Cilegon juga menyerahkan piagam penghormatan kepada para syuhada Geger Cilegon 1888 yang secara simbolis diterima oleh para camat dari delapan kecamatan.

Salah satu perhatian publik dalam acara ini datang dari pernyataan H. Asep Sofwatullah, Ketua Yayasan KH. Wasyid, yang menyuarakan harapan agar KH. Wasyid Bin H. Abbas, tokoh sentral dalam peristiwa Geger Cilegon 1888, dapat diangkat sebagai Pahlawan Nasional oleh pemerintah pusat.

“Alhamdulillah, malam ini masyarakat Cilegon bersama-sama mengenang perjuangan para syuhada. Ini menjadi bukti bahwa semangat perjuangan KH. Wasyid dan para pejuang lainnya masih hidup di hati umat,” ujar H. Asep kepada media.

Menurutnya, KH. Wasyid merupakan tokoh yang tidak hanya memimpin perlawanan bersenjata melawan kolonialisme, tetapi juga menghadirkan perlawanan berbasis nilai-nilai spiritual dan kebudayaan lokal.

“Beliau adalah sosok ulama dan pemimpin umat yang layak memperoleh pengakuan negara atas kontribusinya terhadap perjuangan kemerdekaan,” tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa Yayasan KH. Wasyid bersama para tokoh masyarakat, sejarawan, dan pemda telah mengupayakan pengajuan gelar tersebut sejak lama. Harapan besar ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar menetapkan KH. Wasyid sebagai Pahlawan Nasional pada peringatan Hari Pahlawan, November 2025.

H. Asep juga menyoroti karakteristik unik perlawanan Geger Cilegon yang menurutnya berasal dari rakyat biasa, bukan dari struktur kerajaan.

“Banyak perlawanan lain muncul karena membela eksistensi kerajaan. Sementara di Cilegon, rakyat bersama para ulama bangkit karena iman, harga diri, dan kesadaran sosial tanpa dilatarbelakangi kepentingan kekuasaan,” jelasnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan perspektif H. Asep sebagai tokoh yayasan yang terlibat dalam pelestarian sejarah lokal. Namun demikian, validitas sejarah perlawanan di berbagai daerah tetap menjadi kajian terbuka bagi sejarawan dan akademisi.

Di sisi lain, Ustaz Sunardi, Ketua Panitia kegiatan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan ini mengajak masyarakat untuk merenungi dua peristiwa penting dalam sejarah: Hijrah Nabi Muhammad SAW dan Geger Cilegon 1888, yang keduanya diyakini mengandung semangat persatuan dan perlawanan terhadap ketidakadilan.

“Hijrah Rasulullah terjadi karena tekanan terhadap dakwah dan persatuan umat. Demikian pula para pejuang Geger Cilegon yang bangkit melawan penjajahan dan perpecahan,” ujarnya.

Peringatan tahunan ini, lanjutnya, tidak hanya menjadi tradisi spiritual, tetapi juga wahana edukasi sejarah bagi generasi muda, agar perjuangan para pendahulu tidak terlupakan.Dan juga semangat perjuangan para pendahulu tersemat kedalam sanubari generasi Penerus Bangsa yg kita Cintai ini.

(Jurnalist : Ahdi)