Beranda Pendidikan DIRGAHAYU SMPN 1 CILEGON KE-65, DARI SATU MASA KE MASA KINI

DIRGAHAYU SMPN 1 CILEGON KE-65, DARI SATU MASA KE MASA KINI

1746
0

CCN, CILEGON (27/01/2023). Saat ini SMP Negeri 1 Cilegon telah genap berusia 65 tahun (1958-2023), pada saat itu satu-satunya sekolah menengah pertama yang berstatus negeri di Cilegon yang berdiri pada tanggal 9 Januari 1958 yang berlokasi di Acing (saat ini lokasi tersebut dekat rumah keluarga Almarhum Tb. Aat Syafa’at), bahkan saat masa itu dikenal dengan sebutan SMP Acing.

Memasuki era tahun 1962, di Cilegon berdiri sebuah Pabrik Baja Trikora yang merupakan babak baru bagi era industri wilayah Cilegon dan Nasional. Industri Trikora berkembang pesat dan sekitar tahun 1970 terjadi perubahan Pabrik Baja Trikora menjadi PT. Krakatau Steel berikut anak perusahaannya. Perkembangan industri yang pesat di Cilegon berdampak pula terhadap sektor lainnya seperti pendidikan, perdagangan, jasa dan jumlah penduduk yang terus meningkat. Mata pencaharian penduduk Cilegon yang semula sebagian besar adalah petani berubah menjadi buruh, pedagang dan lain sebagainya, perubahan itu sangat fundamental dari daerah agraris menjadi daerah industri.

Sebagaimana diutarakan di atas, sekitar 4 tahun sebelum berdirinya pabrik baja Trikora pada tahun 1958 di Jalan Bojonegara Lingkungan Acing Pegantungan Desa Jombang Wetan Cilegon berdiri sebuah SMP yang merupakan cikal bakal SMP Negeri 1 Cilegon. Sekolah ini berdiri tepatnya tanggal 9 Januari 1958, yang merupakan kelas jauh dari SMP Negeri Kabupaten Serang Propinsi Jawa Barat saat itu. Sekitar tahun 1970-an SMP Negeri yang terletak di Acing Pegantungan itu direlokasi ke Jalan Stasiun No. 34 Kelurahan Jombang Wetan yang pada waktu itu merupakan bekas penjara jaman penjajahan Belanda yang kemudian dibangun oleh Korem Maulana Yusuf Banten sehingga dikenal dengan SMP Maulana Yusuf.

Sesuai perkembangan zaman, waktu terus berlalu, pada tahun 1982 Pemerintah Kabupaten Serang saat itu menetapkan setiap kecamatan di wilayah Cilegon harus ada satu SMP Negeri dan karena pemekaran wilayah di bukalah beberapa SMP disekitar Cilegon dan SMP Negeri Cilegon menjadi SMP Negeri 1 Cilegon.

Aff. Bayu Panatagama sebagai Ketua Komite SMPN 1 Cilegon menyampaikan bahwa pada saat itu di daerah Kecamatan Cilegon, Kecamatan Pulomerak, Kecamatan Bojonegara, Kecamatan Waringin Kurung, Kecamatan Mancak dan Kecamatan Anyer, hanya ada satu SMP Negeri, yaitu SMP Negeri Cilegon. Sejak awal SMP Negeri Cilegon menjadi SMP yang favorit karena pemuda pemudi berebut ingin masuk ke SMP Negeri Cilegon.

Cilegon berada di ujung barat laut pulau Jawa, di tepi Selat Sunda. Kota ini dulunya merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Serang, kemudian ditingkatkan statusnya menjadi kota administratif, dan sejak tanggal 20 April 1999 ditetapkan sebagai kotamadya (sebutan kotamadya diganti dengan kota sejak tahun 2001). Dalam perkembangannya telah berdiri beberapa SMP Negeri di beberapa wilayah kecamatan.

“Saat ini, 9 Januari 2023 SMPN 1 Kota Cilegon genap berusia 65 tahun, cukup tua memang dan tentunya sarat dengan pengalaman serta segudang prestasi akademik dan non akademik, senyatanya saya ataupun mungkin Anda adalah salah satu alumni dari SMPN 1 Cilegon dari sekian ribu orang yang juga pernah bersekolah di SMPN 1 Cilegon dan yang tidak akan melupakan almamaternya, “ujarnya.

Sejak sekitar tahun 1992 para guru sudah melakukan peningkatan kompetensi akademiknya dengan kualifikasi S1 dan beberapa tahun kemudian guru-guru SMP Negeri 1 Cilegon sudah memiliki kualifikasi S1 dengan gelar S.Pd. baik yang melalui beasiswa, pilot projek, atau mandiri.

Pada tahun 1993 Prestasi sekolah ini pernah mengikuti lomba dan selalu hadir di acara cepat tepat yang diadakan oleh TVRI. Dan tahun 2012 hingga saat ini sudah banyak para guru yang kualifikasinya S2 bidang pendidikan.

Keberhasilan sebuah lembaga pendidikan tidak terlepas dari prestasi dan kompetensi guru-guru dan pimpinan sekolah sebagaimana diamanatkan oleh para mendiang guru-guru dan kepala sekolah terdahulu yang tidak boleh dilupakan walaupun sebagian dari mereka ada yang sudah purna tugas dan yang telah tiada (wafat) semoga ditempatkan di surga.

“Terima kasih kepada Bapak/Ibu guru yang berjasa dalam perjalanan panjang SMPN 1 Cilegon, seperti H. Achmad Hudjaeni (alm), Hj. Asni Bustami (alm), Arifudin (Alm), H. M. Saleh Sudjana (Alm), Hj. Sawati (alm), Hj. Sultiah, Hj. Nani Kartini (alm), Hj Tjitjih Lestari, Hj. Sultiah, Empi Supriadi (Alm), Andi Ertadi (Alm), Yayat (Alm) dan lainnya yang tak mampu kami sebutkan satu persatu. Adapun Kepala Sekolah sejak pendirian awal hingga saat ini yang sedang memimpin SMPN 1 Cilegon seperti : Suparyan (am), H. Achmad Basuri (alm), H. Muhammad Saleh Sudjana (alm), Hj. Asni Bustami (alm), Azhar Suradi (alm), H. Yusuf Arifana (alm), Saleh Juprani (alm), H. Achmad Hasan, S.Pd., Sulaeman, S.Pd. Ruliyanto, S.Pd. dan saat ini SMPN 1 Cilegon dipimpin oleh Hj. Reny Damayanti, M.Pd. (yang juga putri dari Almarhum Hj. Asni Bustami), dan yang lainnya,”ucapnya dengan sedu dan mendoakan.

Berkat dari para pendidik (guru-guru) yang kompeten di bidangnya, lulusan SMP Negeri 1 Cilegon selalu memenuhi ruang SMA Negeri 1 Serang dan SMA/SMK Negeri di Wilayah Kota Cilegon. Sebagaimana kita ketahui SMA/SMK yang juga sekolah unggulan memolesnya lebih kuat lagi, maka banyak dari mereka yang dapat mencapai tujuan akhirnya, yaitu kuliah di ITB, dan beberapa Perguruan Tinggi ternama dan mereka banyak yang lulus.

“Semoga saat ini dan pada masa mendatang SMPN 1 Cilegon yang kita cintai terus melahirkan generasi emas untuk Indonesia di masa mendatang, Selamat Milad ke-65 Sekolahku, anniversary sekolah kita, Jayalah SMP Negeri 1 Cilegon, “tutupnya.

(Editor: Ahdi)