Beranda Sosial Banjir Melanda Kota Cilegon, DPRD Desak Pemkot Cilegon untuk Penanganan Serius

Banjir Melanda Kota Cilegon, DPRD Desak Pemkot Cilegon untuk Penanganan Serius

496
0

CCN, CILEGON – Banjir melanda sejumlah kawasan di Kota Cilegon, menyebabkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Cilegon dari Komisi II, Muhamad Ibrohim Aswadi, angkat bicara terkait kondisi tersebut. Ia, yang terpilih sebagai anggota legislative dari Dapil Citangkil-Ciwandan Fraksi Persatuan Demokrat, menyoroti perlunya penanganan serius dari Pemerintah Kota Cilegon.

Muhamad Ibrohim Aswadi menyampaikan desakan agar Pemkot Cilegon bersama pihak stakeholder lainnya, termasuk industri, duduk bersama untuk mengatasi masalah ini. “Kami mendesak agar Pemerintah Kota Cilegon secara bersama-sama dengan pihak stakeholder lainnya termasuk industri untuk duduk bersama,” ujar Aswadi. Ia menekankan perlunya penanganan secara terintegrasi, mulai dari hulu hingga hilirisasi.

“Harusnya kita duduk bersama dan melakukan penanganan secara terintegrasi. Dari hulu sampai ke hilirisasi. Apa yang harus ditata, tentunya penataan, pendalaman, pelebaran aliran air sungai dan kali,” tambahnya.

Aswadi juga mengemukakan beberapa langkah konkret yang dapat diambil untuk mengatasi masalah banjir rutin di Kota Cilegon. Salah satunya adalah pembangunan drainase dan cluster tandonisasi di 8 titik kecamatan sebagai kolam penampungan air sementara sebelum air mencapai laut lepas. Ia menjelaskan, penataan harus dimulai dari zona hulu, seperti lingkar selatan, barat, timur, dan utara.

“Penataan tersebut mulai dari zona hulunya yang masing-masing. Misalnya lingkar selatan, lingkar barat, lingkar timur, dan lingkar utara,” tuturnya. Selain itu, penanganan juga harus mencakup zona hilir, melibatkan rel kereta api, jalan nasional, dan kawasan industrialisasi dengan fasilitas hilir laut lepas.

“Hal itu dilakukan agar aliran air mengalir dapat lancar ke laut lepas. Banjir rutin itu butuh diskresi kebijakan dan tindakan yang cepat dan konkret dari pemerintah,” ucapnya.

Aswadi menambahkan bahwa Pemkot Cilegon perlu merancang konsep blue print zonasi penghijauan sebagai bufferzone hutan lindung di kawasan pemukiman, industri, dan laut lepas. Ia juga menyampaikan keprihatinannya terkait kurangnya kajian yang dilakukan terkait permintaan mereka terdahulu terkait kondisi ini.

“Baik di kawasan pemukiman ataupun industri dan kawasan laut lepas. Saya saja sering rumahnya kebanjiran dan ini tidak dilakukan, padahal kami sudah meminta agar dilakukan kajian secara bersama,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, hujan deras dengan intensitas tinggi dan lama pada Sabtu, 3 Februari 2024, menyebabkan banjir menerjang tiga kecamatan di Kota Cilegon, mengundang keprihatinan masyarakat dan mendesak pihak berwenang untuk segera mengambil tindakan. (red)