CCN, Cilegon. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon mengadakan acara Seminar Pengusulan “Calon Pahlawan Nasional” Kota Cilegon, yang bertepat di Hotel Royal Krakatau. Acara ini dibuat untuk menghimpun dan mengidentifikasi kesejarahan lokal yang berguna bagi bahan informasi bagi pelajar, mahasiswa, peneliti, dan masyarakat Cilegon. (Kamis, 27/04/2023)
KH Wasyid sedang diusulkan sebagai calon penerima gelar pahlawan nasional. Selain KH Wasyid, Ki Arsyad Thawil juga sedang diusulkan untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional oleh Pemerintah Kota Cilegon.
Kiai Haji Wasyid bin Muhammad Abbas (lahir dengan nama Qosyid) atau lebih dikenal dengan nama Ki Wasyid adalah seorang pejuang yang memimpin Perang Cilegon pada tanggal 9 Juli 1888 hingga gugurnya di medan perang pada tanggal 30 Juli 1888 di Banten. Ki Wasyid dikenal sebagai seorang ulama yang berdakwah dari satu tempat ke tempat lainnya untuk mengobarkan semangat jihad dan mengajak umat menjauhi perbuatan syirik di tengah masyarakat yang saat itu percaya terhadap tahayul.
Ki Wasyid merupakan seorang pimpinan Geger Cilegon 1888 (Perlawanan Kiyai & Santri Banten) atau juga disebut sebagai Perang Wasyid. KH Wasyid membuat perencanaan dan mengorganisir seluruh elemen rakyat Banten untuk melakukan perlawanan. Ki Wasyid mengadakan pertemuan di berbagai tempat dan menggunakan tarekat sebagai tempat berkumpul dan bersama-sama melakukan sembahyang dan zikir. Ki Wasyid dan para kiai lainnya dapat bertemu dalam kesempatan ini untuk mengatur strategi dan taktik-taktik serta koordinasi.
Asep Sofwatullah Bin H. Mansyur Muhidin merupakan keturunan dari KH. Wasyid menyampaikan Semoga tokoh ini bisa diusulkan untuk menjadi tokoh Pahlawan Nasional, hal itu menjadi harapan kita semua. Oleh karena itu kita selaku keluarga mengucapkan terimakasih kepada pihak Pemkot Cilegon yang sudah mengusulkan tokoh KH. Wasyid menjadi Pahlawan Nasional, karena dari tahun pemerintahan kota Cilegon berdiri belum pernah ada yang mengusulkannya, baru hanya sebatas sebagai bahan penelitian saja. Serta berterimakasih kepada Pemprov Banten, UIN SMH Banten, dan Masyarakat Banten.
“Saya mengapresiasi Geger Cilegon (Perlawanan Kiyai & Santri Banten) merupakan suatu peristiwa bersejarah yang bernilai kepahlawanan, yang dilakukan putra-putra Banten 1888 yang sadar akan nasib bangsanya ke depan” jelasnya. “Pahlawan adalah seseorang yang dinilai mulia karena pebuatannya memiliki pengaruh dan bermanfaat bagi kepentingan orang banyak dimana KH Wasyid salah Potret rakyat Banten untuk Indonesia dalam kepahlawanannya. Beliau memiliki rekam jejak kepahlawanan yang jelas, bahwa ruang lingkup perjuangannya tidak sebatas secara fisik di Banten, tetapi bergema dan memiliki kontribusi secara nasional.
Perlawanan Geger Cilegon (Perlawanan Kiyai & Santri Banten) memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapai kemerdekaan. Beberapa dampaknya antara lain:
- Meningkatkan semangat perjuangan rakyat Indonesia: Perlawanan Geger Cilegon merupakan salah satu bentuk perlawanan rakyat terhadap kekuasaan kolonial Belanda. Hal ini telah menginspirasi rakyat Indonesia lainnya untuk melakukan perlawanan yang sama demi mencapai kemerdekaan.
- Menunjukkan kegagalan kebijakan pemerintah kolonial: Perlawanan Geger Cilegon berhasil menunjukkan kegagalan kebijakan pemerintah kolonial Belanda dalam mengatasi konflik sosial di Indonesia.
- Meningkatkan kepedulian terhadap identitas dan budaya Indonesia: Perlawanan Geger Cilegon (Perlawanan Kiyai & Santri Banten) juga menguatkan semangat rakyat Indonesia untuk melestarikan identitas dan budaya Indonesia sebagai bagian dari perjuangan kemerdekaan.
- Memberikan pengakuan bagi para pejuang: Dalam upaya untuk mengenang perjuangan dan pengorbanan para pejuang, perlawanan Geger Cilegon (Perlawanan Kiyai & Santri Banten) memunculkan upaya untuk memberikan pengakuan dan penghargaan kepada mereka, seperti menganugerahkan gelar pahlawan nasional.
- Meningkatkan kesadaran akan pentingnya persatuan dan kesatuan: Perlawanan Geger Cilegon mengajarkan bahwa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia adalah kunci dalam mencapai kemerdekaan dan kejayaan bangsa.
Ahdi Z. Amri, seorang seniman dan budayawan dari Cilegon, menyampaikan bahwa pengusulan pahlawan dari Cilegon ini adalah hasil dari ide dan pemikiran kolektif tentang pentingnya pemahaman budaya sebagai identitas dan jati diri bangsa Indonesia. Budaya bangsa Indonesia yang kaya dan beragam harus dilestarikan secara terus-menerus oleh seluruh entitas bangsa ini sebagai warisan yang harus dijaga keberadaannya.
Kita harus menyadari dan membanggakan keberagaman budaya yang dimiliki sebagai perwujudan dari nilai-nilai kebhinekaan yang ditanamkan dalam falsafah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai.
Ahdi Z. Amri dan teman-temannya dalam Forum Peduli Perang Geger Cilegon 1888 Kota Cilegon dalam dua tahun lalu mengusulkan 6 petisi kepada Pemerintah Kota Cilegon sebagai bentuk kepedulian mereka. Salah satu petisi yang mereka ajukan adalah memberikan piagam penghargaan pada para pejuang perang Geger Cilegon dan mengusulkan agar mereka dijadikan pahlawan nasional. Mereka juga mengusulkan agar diadakan perda hari besar Kota Cilegon untuk memperingati perang Geger Cilegon setiap tahun mulai tahun 2021 dan seterusnya, tanpa batas waktu. Ahdi juga mengapresiasi dan mendoakan Pemerintah Kota Cilegon atas tindakan yang telah dilakukan.
Kegiatan ini juga merupakan bentuk upaya dari anak bangsa yang selalu mencintai kebersamaan dalam berbagai latar belakang yang berbeda, guna menyongsong kesatuan dan persatuan bangsa yang tercipta dari berbagai perbedaan latar belakang yang tidak mungkin dihindari dan dipisahkan dalam sejarah perjalanan bangsa kita.
(Red)





