Beranda Pendidikan MAN 1 Cilegon Menyongsong Kurikulum Merdeka: Workshop Kurikulum Merdeka Tingkatkan Budaya Literasi...

MAN 1 Cilegon Menyongsong Kurikulum Merdeka: Workshop Kurikulum Merdeka Tingkatkan Budaya Literasi dan Kualitas Pembelajaran”

636
0

CCN, Cilegon – Dalam rangka menumbuhkembangkan budaya literasi dengan tema menyongsong Kurikulum Merdeka dalam penyusunan Modul Ajar, MAN 1 Cilegon menyelenggarakan Workshop Kurikulum Merdeka pada tanggal 10-11 Juli dan 14-15 Juli 2023. Kegiatan ini diadakan menjelang tahun ajaran baru 2023-2024 dan diikuti oleh dewan guru.

Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum yang dikembangkan sebagai upaya pemulihan pembelajaran pasca pandemi untuk mengatasi learning loss di Indonesia. Merdeka Mengajar, platform edukasi yang menjadi teman penggerak bagi guru, turut mendukung guru-guru dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan memberikan dukungan dalam mengajar, belajar, dan berkarya ke arah yang lebih baik.

Hj. Maryati, Kepala MAN 1 Cilegon, menjelaskan bahwa workshop ini merupakan kesempatan untuk memperkuat pemahaman implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya dalam hal assessment. “Penilaian diibaratkan seperti seorang koki yang meramu masakan dengan baik. Untuk mengetahui rasa makanan yang akan dihidangkan, seorang koki harus melakukan pengetesan. Kurang asin tambah garam, kurang manis tambah gula dan seterusnya. Pengetesan dilakukan pada saat proses pembuatan makanan. Bukan pada saat dihidangkan. Karena pada saat dihidangkan, makanan itu sudah jadi. Sudah tidak bisa diapa-apakan lagi. Begitu pun dalam proses pembelajaran. Untuk mengetahui tingkat ketercapaian materi atau sikap, guru harus melakukan asesmen formatif. Tujuan asesmen formatif ini, untuk perbaikan belajar, perbaikan sikap, maka asesmen dilakukan adalah formatif. Pada asesmen sumatif tidak bisa dilakukan perbaikan pembelajaran lagi, karena sifatnya sudah laporan. Yang ada adalah perbaikan unit pembelajaran.

Asesmen bagian tak terpisahkan terdiri dari pembelajaran. Ada dua asesmen, yaitu asesmen formatif dan sumatif. Dua duanya punya fungsi yang berbeda. Oleh karena itu, guru harus mampu merubah konsep asesmen. Asesmen itu merupakan pengumpulan data dan proses pengolahan data. Jadi tujuannya bukan semata nilai, tetapi proses. Workshop ini akan membahas bagaimana merubah CP, menjadi TP. Dari TP akan dibuat asesmen dan instrumennya. Semoga workshop ini bisa diikuti semua guru menjadi paham bagimana penilaian yang seharusnya dilaksanakan, ”ujar Hj. Maryati.

Dalam sambutan pembukaan, H. Muniruddin, Kepala Kasi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Cilegon, menjelaskan tujuan dari Workshop Kurikulum Merdeka ini sebagai bagian dari upaya mencerdaskan anak bangsa di lingkungan Kementerian Agama. Workshop ini menghadirkan narasumber yang handal, untuk memberikan wawasan dan pemahaman yang lebih mendalam mengenai kurikulum ini.

H. Muniruddin juga merasakan bahwa menjalani profesi sebagai seorang guru adalah bagian dari ibadah. Ia mengajak semua peserta workshop untuk menjalani profesinya dengan keikhlasan dan kesabaran agar mendapatkan ganjaran dari Allah SWT. Cinta terhadap profesinya menjadi guru membuat setiap tugas terasa ringan. Niat yang tulus untuk beribadah kepada Allah SWT harus menjadi motivasi utama dalam mengajar dan mendidik siswa-siswi di MAN 1 Cilegon.

Dengan semangat memperkuat Kurikulum Merdeka dan meningkatkan kualitas pembelajaran, workshop ini diharapkan dapat memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik kepada para guru. MAN 1 Cilegon berharap agar para guru dapat menjadi sosok yang kharismatik, dihormati, dan diteladani oleh siswa-siswinya.

(Red)