CCN, Cilegon — Komunitas Teater Wonk Kite (KTWK) menggelar peringatan hari lahirnya yang ke-21 dengan semarak, Sabtu malam (2/5), di lapangan basket Alun-Alun Kota Cilegon. Dalam perayaan tersebut, KTWK menampilkan berbagai bentuk seni pertunjukan, mulai dari teater modern, tar tradisi, mine teater, pembacaan puisi, teater tubuh, monolog, hingga pertunjukan pencak silat dan debus yang semuanya dikemas dalam konsep edukasi dan pendidikan berbasis budaya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang selebrasi, tetapi juga bentuk konsistensi KTWK dalam menjaga keberlangsungan teater sebagai bagian dari ekosistem seni budaya Kota Cilegon. Tema yang diusung pada milad kali ini menegaskan posisi KTWK sebagai ruang alternatif pendidikan yang berbasis komunitas dan kebudayaan.
Presiden KTWK, Hafid Al Fath, menyampaikan rasa syukurnya atas keberlangsungan komunitas yang ia pimpin. “Selama 21 tahun ini, KTWK telah menjadi ruang belajar bersama. Bukan hanya untuk anggota, tapi juga untuk masyarakat luas, terutama generasi muda, agar tetap mengenal dan mencintai budaya melalui seni pertunjukan,” ungkap Hafid.
Hadir mewakili Dewan Kebudayaan Kota Cilegon (DKKC), Bahroni turut memberikan apresiasi atas eksistensi KTWK yang telah dua dekade lebih berkiprah dalam dunia seni. “Kami, atas nama DKKC di bawah kepemimpinan Ayatullah Khumaeni, mengapresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi Teater Wonk Kite terhadap salah satu ekosistem seni budaya di Kota Cilegon. KTWK tidak hanya menghasilkan karya-karya yang bisa dinikmati masyarakat, tetapi juga telah melahirkan SDM yang militan dan konsisten dari masa ke masa,” tutur Bahroni.
Acara milad ini mendapat sambutan hangat dari para penonton yang hadir dari berbagai kalangan. Mereka larut dalam suasana penuh semangat dan apresiatif terhadap semangat berkesenian yang dibawa oleh KTWK.
KTWK membuktikan bahwa komunitas teater bisa bertahan dan terus berkembang dengan komitmen pada nilai-nilai budaya, edukasi, dan kebersamaan. Milad ke-21 ini menjadi bukti nyata bahwa seni masih hidup dan tumbuh di tengah masyarakat Kota Cilegon. (***)





