Selama berpuasa dari pagi hingga petang, seorang muslim dilarang untuk mengonsumsi makanan dan minuman. Makanan dan minuman dapat disediakan setiap hari, yakni ketika Matahari terbenam (maghrib) hingga waktu imsak yaitu pada waktu pagi hari (subuh).
Bulan puasa bukanlah waktunya bermalas-malasan atau menghindari diri dari berolahraga. Pasalnya, saat bulan puasa pun juga masih bisa melakukan berbagai olahraga yang terpenting kamu memperhatikan intensitas waktu olahraga saat berpuasa, yang paling efektif sore hari sambil menunggu waktu berbuka.
Karena di dalam olahraga kita diajari untuk menjunjung tinggi sportifitas dengan mematuhi aturan permainan yang berlaku.
Badminton atau dikenal juga dengan sebutan bulu tangkis merupakan salah satu jenis olahraga yang populer di Indonesia setelah sepak bola, futsal, dan basket.
Olahraga ini digemari oleh semua umur, dan dapat pula dilakukan oleh berbagai kalangan dan lintas kelas sosial serta jenis kelamin. Peralatan yang diperlukan pun tidak mahal, yaitu raket dan shuttlecock atau kok.
Aturan permainannya juga sangat familiar, itulah sebabnya dengan gampang kita dapat menemukan lapangan badminton di lingkungan sekitar kita, seperti sekolah, kelurahan, dan area publik lainnya. Selain populer, badminton termasuk jenis olahraga yang aman dilakukan saat menjalani ibadah puasa.
Menurut para ahli kesehatan, badminton bukan termasuk olahraga berat yang dapat menyebabkan dehidrasi, apalagi bila dilakukan untuk sekadar menjaga kebugaran.
Beberapa penelitian mengatakan, ketika berpuasa, tubuh akan beradaptasi untuk proses pembakaran lemak dan penyimpanan karbohidrat dalam otot dan hati sehingga tubuh tidak cepat lemas saat asupan glukosa rendah karena tubuh memiliki cadangan makanan untuk diolah.
Karena apabila kita mulai merasa kehausan, kita tidak terlalu lama menunggu waktu untuk berbuka. Sehingga dehidrasi pun dapat dihindari.
Manfaat olahraga Bulutangkis dalam waktu puasa yaitu: Menurunkan berat badan berlebih, tubuh tetap sehat dan berenergi, Menghilangkan stress, dan melancarkan pencernaan.
Biodata Penulis : Suhadi S. Pd, yang berkelahiran di Bojonegara Serang Banten. Beliau saat ini aktif mengabdikan diri mengajar di MAN 1 Kota Cilegon.





