CCN, CILEGON – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Baiturrahman, Link. Cidunak, pada Senin sore (16/03/2026). Sebuah momen istimewa tercipta ketika nilai-nilai luhur kebudayaan bertemu dengan semangat religiusitas dalam agenda penyaluran santunan bagi anak yatim piatu dan kaum dhuafa.
Acara yang berlangsung dengan penuh kelancaran ini diawali dengan pembacaan Al-Qur’an berjamaah, melantunkan ayat-ayat suci yang membawa ketenangan bagi seluruh jamaah yang hadir, sebelum akhirnya ditutup dengan prosesi pemberian santunan yang penuh haru.
Sinergi Tokoh dan Pemuda
Keberhasilan agenda ini merupakan buah pemikiran dan kerja keras dua tokoh penggerak utama, yakni Kang Saiful Iskandar dari kalangan budayawan dan Bapak Munadi Murtado selaku Ketua DKM Masjid Baiturrahman. Keduanya bahu-membahu menggerakkan kepedulian masyarakat untuk berbagi di tengah lingkungan Cidunak.
Langkah ini juga mendapat dukungan penuh dari Forum Komunikasi Pemuda Link. Cidunak, yang menjadi mesin penggerak teknis di lapangan, memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tertib dan tepat sasaran.
Amanah Donatur untuk 35 Penerima Manfaat
Panitia berhasil menghimpun donasi sebesar Rp6.710.000. Dana yang terkumpul tersebut disalurkan secara transparan dalam bentuk uang tunai dan paket bingkisan bermanfaat. Fokus utama penyaluran kali ini menyasar kepada:
25 Anak Yatim Piatu
10 Kaum Dhuafa
Senyum bahagia terpancar dari wajah para penerima manfaat saat satu per satu paket santunan diserahkan sebagai simbol persaudaraan sesama warga.
Apresiasi Tak Terhingga
Pihak penyelenggara menyampaikan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada seluruh donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya. Dukungan luar biasa mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari para budayawan, guru, ASN, pengusaha, hingga perseorangan yang tidak dapat disebutkan satu per satu.
”Kebaikan ini adalah milik bersama. Tanpa uluran tangan dari bapak dan ibu sekalian, agenda mulia ini tidak akan mungkin terlaksana sehebat ini,” ungkap panitia dalam sesi penutup.
Mutiara Hikmah
”Sedekah bukan tentang seberapa besar nominal yang kita keluarkan, melainkan seberapa besar ketulusan yang kita tanamkan untuk menjemput ridha Ilahi.”
”Tangan yang memberi adalah tangan yang sedang membangun istana di masa depan, tempat di mana kasih sayang menjadi pondasi yang tak akan pernah runtuh.”





