CCN, CILEGON – Seminar Literasi “Membangun Peradaban Melalui Literasi” yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon di Halaman Rumah Dinas Walikota pada Program Beasiswa Full Sarjana Fair telah sukses menarik perhatian 1.369 mahasiswa. Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menargetkan penyerapan 5.000 mahasiswa hingga tahun 2025 dalam program beasiswa full sarjana ini.
Acara Seminar Literasi ini berlangsung pada tanggal 21 Desember 2023 ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang peran penting literasi dalam membangun peradaban. Ratusan peserta hadir dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa, penilik, warga belajar keaksaraan fungsional, dan pengelola TBM serta PKM kota Cilegon.
Heni Anita Susila, Kepala Dinas Pendidikan Cilegon, menekankan bahwa literasi tidak hanya mencakup kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga melibatkan pemahaman mendalam terhadap konten yang dibaca. “Dengan literasi yang kuat, masyarakat dapat aktif berpartisipasi dalam pembangunan peradaban melalui pemikiran kritis dan kreativitas,” ungkapnya.
Sejumlah narasumber terkemuka, termasuk Heri Hendrayana Harris (Gol A Gong), H.Ismatullah Syihabudin, dan M. Rois Renaldi, membahas berbagai aspek literasi, termasuk literasi digital, media, dan peradaban. Mereka menguraikan bagaimana literasi dapat menjadi pendorong utama perubahan positif dalam masyarakat.
Seminar dimulai dengan menyoroti urgensi literasi dalam konteks perkembangan peradaban manusia oleh para narasumber. Mereka menegaskan bahwa kemampuan membaca dan menulis bukan hanya keterampilan, tetapi juga fondasi utama bagi perkembangan sosial, ekonomi, dan budaya suatu masyarakat. Para narasumber berbagi pengalaman dan ide tentang bagaimana meningkatkan literasi dapat membentuk pola pikir masyarakat yang lebih kritis, inovatif, dan terdidik.
“Seminar Literasi Membangun Peradaban Melalui Literasi” ditutup dengan sesi tanya jawab, di mana peserta dapat berinteraksi langsung dengan para pembicara. Ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendalami konsep literasi serta mendapatkan wawasan lebih lanjut.
Salah satu peserta, Iin, mahasiswa di Cilegon, mengungkapkan rasa inspirasi dan kesadaran yang lebih mendalam akan pentingnya literasi dalam kehidupan sehari-hari. “Seminar ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana literasi dapat membawa perubahan signifikan dalam membangun peradaban,” ujarnya.
Seminar ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam upaya meningkatkan literasi di masyarakat kota Cilegon, mendukung pembangunan peradaban yang berkualitas dan berkelanjutan. Rois Renaldi menyoroti pokok pikiran literasi komprehensif, di mana literasi dapat menjadi kunci dalam menghadapi realitas kehidupan dan menjembatani bahasa dan budaya. “Logika keterjangkauan literasi dapat menghadirkan peradaban di mana bahasa dan budaya tidak dapat dipisahkan satu sama lain,” tutur Rois Renaldi, pendiri Gaksa (Gabungan Komunitas Sastra Asean).
Seminar literasi ini memberikan kontribusi positif dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya literasi sebagai fondasi pembangunan peradaban. Harapannya, pemahaman yang diperoleh peserta dari seminar ini akan menjadi langkah awal dalam membangun masyarakat yang literat dan berbudaya literasi, menuju peradaban yang lebih maju dan berkelanjutan. (ahdi)





