Beranda Keagamaan TEKS PERINGATAN ISRO MI’ROJ NABI MUHAMMAD SAW (KENDARAAN BUROQ), PENYUSUN : H....

TEKS PERINGATAN ISRO MI’ROJ NABI MUHAMMAD SAW (KENDARAAN BUROQ), PENYUSUN : H. SAIFUL MACHSONI

581
0

Alhamdulillah, Allah masih memberikan kita semua nikmat sehat wal afiat, sehingga kita masih bisa menghirup udara untuk bertasbih, dan melangkahkan kaki untuk bersholawat kepada Nabi kita yang Mulia, makhluk pilihan Allah, Habibina Maulana Muhammad SAW.

Tadi teman saya bercerita tantang binatang Buroq yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad SAW sebagai kendaran untuk perjalanan spiritualnya yaitu Isro wal Mi’roj. Syekh Ahmad Ad Dardiry bercerita dan mengkisahkan tentang Buroq dalam kitabnya :

Buroq adalah seekor binatang yang berwarna putih, yang ukuran tingginya melebihi binatang himar, tapi lebih pendek dari binatang bighol.

Lebih lanjut Syekh Dardir menceritakan :

Dan yang namanya Buroq itu, apabila ia naik ke atas gunung atau bukit maka memanjanglah kakinya, dan apabila ia turun dari gunung, maka ia memanjanglah tangannya.

Dari Abdullah bin Mas’ud bahwasannya Rasulullah saw berkata: Aku telah disediakan buraq, aku pun duduk di belakang Jibril dan berangkatlah bersama. Ketika hendak naik kedua kakinya diangkat ke atas, dan ketika turun kedua tangannya yang diangkat,”

Binatang Buroq juga memiliki dua buah sayap yang terdapat pada kedua belah pahanya yang dapat membantu kecepatan langkah kakinya.

Kendaraan yang secepat kilat inilah yang memungkinkan Nabi Muhammad menempuh perjalanan jauh dari Masjidil Haram di Mekah menuju Masjidil Aqsa di Palestina, lalu naik ke langit ketujuh untuk bertemu dengan Allah SWT, lalu kembali ke bumi hanya dalam hitungan jam yaitu kurang lebih dari 8 jam saja.

Baiklah akan sedikit saya jelaskan tentang kehebatan Buroq.

Saudaraku kaum muslimin wal muslimat rohimakumulloh

Kendaraan Buroq yang dipakai oleh Nabi Muhammad pada waktu Isro wal Mi’roj tidak ada tanding dan bandingnya di muka bumi ini, baik kekuatannya maupun kecepatannya. Kecepatan Buroq melebihi kecepatan pesawat super sonic yang tercanggih di jaman super modern saat ini. Karena kecepatan Buroq, dimana ia memandang disitulah kaki Buroq dipijakkan (sudah langsung sampai pada tujuan), dengan kata lain, kecepatannya hanya sekejap mata saja, kalau diukur dengan alat jaman sekarang, Burok memiliki kecepatan 300.000 KM per detik, ini melebihi kecepatan cahaya. Itulah kecanggihan dan kecepatan Buroq yang sangat luar biasa sekali. Nama buraq berasal dari bahasa Arab yaitu dari kata Al Barqu atau Barqum yang berarti kilat atau petir. Kata barqu beberapa kali disebutkan di dalam Alquran. Seperti namanya, buraq punya kecepatan layaknya kilat atau sama bahkan melebihi kecepatan cahaya. Jadi jelas, kecepatan Buroq bagaikan sambaran petir atau kilat.

Saudaraku kaum muslimin wal  muslimat rohimakumulloh

Di jaman yang serba modern, canggih, dan serba digital saat ini, tidak akan pernah ada manusia se-pintar dan se-jenius apapun untuk dapat menciptakan pesawat yang super cepat secepat kilat menyambar seperti Buroq.  Coba kita analisiskan dengan logika yang jernih dan sehat. Perjalanan malam (isra’) dari Masjidil Haram yang berada di Makkah ke Masjidil Aqsha yang berada di Yerusalem adalah jarak yang sangat jauh, yaitu 1.239 kilometer atau 743,4 mil yang kala itu hanya bisa ditempuh dalam perjalanan 40 hari dengan menggunakan unta untuk sekali jalan dengan medan yang sangat extrim, belum lagi jarak perjalanan dari Masjidil Aqsha naik langit ke tujuh bahkan sampai ke Shidrotul Muntaha untuk bertemu dengan Sang Maha Canggih, Maha Modern, dan Maha Segala-galanya, yaitu Allah Al Aziz. Buroq hanya butuh waktu kurang lebih hanya 8 jam saja. Subhannallah……Wala haulawala Quata Ila Billahil ‘aliyil adzim….

Dan menurut satu pendapat bahwa bukan saja Nabi Muhammad yang pernah menaiki Buroq, akan tetapi nabi yang lain juga pernah menaikinya, diantaranya adalah Nabiyulloh Ibrohim as. Syekh Sa’id Ibnu Musyayib menerangkan dalam kitabnya yang berbunyi :

Dan menurut Syekh Sa’id ibnu Musyayyib dan yang lainnya berpendapat, bahwa Buroq itu adalah suatu hewannya Nabi Ibrohim as. yang pada waktu itupun mengendarainnya untuk menuju ke Baitul Haram di Kota Mekkah.

Hadirin wal hadirot yang semoga senantiasa di rahmati Allah swt.

Ingin rasanya saya terus berdiri dan bercerita tentang Buroq, tapi keterbatasan waktu yang sudah terbagi, kiranya saya cukupkan sampai di sini dulu. Semoga dengan adanya peringatan Isro Mi’roj ini, khususnya dalam cerita Buroq yang saya ceritakan tadi, dapat diambil hikmahnya, dan sekiranya para hadirin wal hadirot ingin naik Buroq, mari kita berangkat menuju Dinnul Islam yang sejati dan kaaffah.

Tiada kesempurnaan itu milik manusia, hanya lalai dan lupa yang pasti kita miliki. Bagitu juga dengan pribadi saya, dipastikan dalam penyampaian kisah ini banyak kekurangan, banyak kealpaan, dan kehilafan. Hanya pemberian maaf yang saya harapkan, serta doa tulus dari para hadirin untuk kami disini, agar terus belajar dan mencari jati diri yang hakiki sebagai makhluk Allah swt. Terima kasih atas segala perhatian dan mohon maaf atas segala kekurangannya, akhirul kalimah….