Beranda Banten Malam ini Khaul dan Doa: Memperingati Perjuangan Geger Cilegon

Malam ini Khaul dan Doa: Memperingati Perjuangan Geger Cilegon

561
0

CCN, Cilegon – Minggu malam ini para ulama, santri, dan masyarakat kota Cilegon akann berkumpul dalam sebuah acara khaul dan doa bersama untuk mengenang peristiwa Geger Cilegon yang terjadi pada tanggal 9 Juli 2023. Acara ini diselenggarakan di Halaman Rumah Dinas Walikota Cilegon sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan kaum petani dan kiai melawan penjajah Belanda pada masa itu.

Peristiwa Geger Cilegon merupakan salah satu momen bersejarah yang tidak bisa dilupakan oleh warga Cilegon. Acara khaul dan doa bersama ini bertujuan untuk mendoakan serta mengapresiasi jasa para syuhada dan pahlawan Geger Cilegon yang telah berjuang demi kemerdekaan. H. Nawawi, salah satu pencetus petisi peduli peristiwa Geger Cilegon, menyatakan, “Khaul ini mendoakan dan mengapresiasi jasa para syuhada serta pahlawan Geger Cilegon. Cilegon bukan hanya Kota baja, tapi juga Kota sejarah serta kota pejuang.”

Sejak petisi peduli peristiwa Geger Cilegon digulirkan dua tahun lalu, warga Cilegon terus menunjukkan semangat perjuangan yang tak kenal lelah. Dalam upaya membangun kembali kehidupan yang lebih baik, dalam petisi tersebut telah mengusulkan diantaranya, seperti pembuatan Peraturan Walikota (Perwal) atau Pengesahan Perda Hari Besar Kota Cilegon tentang Peringatan Perang Geger Cilegon setiap tahun, pembuatan dan pemeliharaan Museum Perang Geger Cilegon, serta pembangunan monumen tugu Perang Geger Cilegon yang mencantumkan nama-nama para pejuang.

H. Nawawi juga menekankan pentingnya peristiwa Geger Cilegon sebagai inspirasi dalam membangun Kota Cilegon dan Indonesia. “Karena Geger Cilegon ini tidak dilakukan sendiri, tapi dilakukan dengan kekuatan bersama,” tegasnya.

Dalam peristiwa tersebut, pasukan pemberontak yang dipimpin oleh Haji Wasid menyerang Cilegon dari arah utara. Jumlah pemberontak yang diperkirakan berkumpul di Bendung, Lempuyang sekitar 400 orang, sedangkan yang dikerahkan di Terumbu sekitar 600 orang. Serangan juga dilakukan terhadap rumah Asisten Wedana di Krapcak dengan mengerahkan sekitar 60 orang. Di Jombang Kulon, pasukan yang menjaga jalan keluar Cilegon hanya berjumlah 20 orang, sementara di Toyomerto, pasukan pemberontak yang berhadapan dengan tentara dari Serang berjumlah sekitar 200 orang.

Peringatan peristiwa Geger Cilegon ini menjadi momentum penting bagi warga Cilegon untuk terus mengenang dan mendoakan perjuangan para pahlawan. Semangat perjuangan mereka diharapkan dapat menginspirasi generasi sekarang dalam membangun masa depan yang lebih baik. Cilegon bukan hanya Kota baja, tapi juga Kota sejarah dan kota pejuang yang tak pernah padam semangatnya.

(Red)