CCN, Cilegon, 10 Agustus 2024 – Komunitas Teater Wonk Kite, yang telah berdiri selama 20 tahun, kembali mengukuhkan komitmennya dalam memperkenalkan seni peran di tengah masyarakat Kota Cilegon. Berbagai kegiatan berbasis anak sekolah dan anak muda telah dilakukan komunitas ini, dengan tujuan memberikan aktivitas positif dan pendidikan alternatif yang berfokus pada pembentukan karakter melalui seni peran.
Festival Teater Wonk Kite 2024 yang telah diselenggarakan pada bulan Agustus ini merupakan puncak perayaan Hari Ulang Tahun Teater Wonk Kite ke-20. Acara ini tidak hanya sekadar pentas seni, tetapi juga sarana refleksi kebudayaan yang kompleks dan edukatif, dengan menggabungkan berbagai bentuk seni seperti musik, rupa, teater, tari, dan sastra.
Hafid AlaFath, Ketua Pelaksana FTWK 2024, mengungkapkan bahwa festival ini menjadi momentum penting bagi perkembangan seni budaya di Kota Cilegon. “Kami ingin menunjukkan bahwa berkesenian di Kota Cilegon tidaklah mudah, tetapi dengan semangat ‘Kita Berkarya, Kita Berharga, Kita Wonk Kite’, kami terus berjuang dan berkolaborasi dengan seniman Cilegon dan juga luar Cilegon. Festival ini adalah kesempatan untuk merayakan kerja keras dan dedikasi kami selama 20 tahun, kami mengucapkan terimakasih kepada ada semua piha yang sudah membantu” ujar Hafid.
Fajrin Alwi, Presiden Teater Wonk Kite, menambahkan bahwa festival ini juga menjadi ajang untuk menghidupkan semangat para aktor di tengah hiruk-pikuk kota industri Cilegon. “Pentas dari panggung ke panggung, dari gedung ke gedung selalu kami lakukan dengan gembira. Panggung adalah puncak kelas tertinggi dalam proses berteater, dan kami ingin terus menginspirasi masyarakat bahwa seni teater bukan hanya hiburan, tetapi juga media edukasi dan refleksi sosial,” jelas Fajrin.
Festival Teater Wonk Kite 2024 menampilkan berbagai pertunjukan teater dari komunitas seni di Kota Cilegon, termasuk pementasan dari Duta Seni KS, Sanggar Seni Banyu Biru, UKM Sebawon,
SMPN 3 Kota Cilegon, Lisbu Uniba, GAKSA, Teater Tanah Rungkad SMA Al-Khairiyah 4, SMK Miftahul Huda, Tosca Production SMKN 2 Kota
Cilegon, Sanggar Wonk Kite, Mime teater wonk Kita, serta pertunjukan teater spesial “Pengadilan Halah” yang disutradarai oleh Fathu Rizki.
Selain itu, festival ini juga akan menghadirkan diskusi budaya dengan tema “Menentukan Arah Seni dan Budaya Kota Cilegon,” yang melibatkan
Ahdi Zukhruf Amri (Ketua Dewan Kesenian Cilegon), Syaiful Iskandar (Sejarawan Kota Cilegon), Yuli Hadyana (Komposer), Ega Prayoga (Presiden GAKSA) sebagai pembicara.Diskusi ini juga di hadiri oleh Evi dari Dindikbud Kota Cilegon dan Andre, Dewan terpilih 2024.
“Festival ini bukan hanya tentang seni, tetapi juga tentang mempromosikan karya-karya seniman lokal dan menunjukkan bahwa masih ada ruang bagi kesenian dan kebudayaan di kota ini,” kata Hafid AlaFath. “Kami berharap melalui FTWK 2024, masyarakat Cilegon dapat lebih mengenal dan mengapresiasi seni teater, serta memberikan ruang yang lebih besar bagi para seniman untuk terus berkarya.”
Dengan rangkaian acara yang lengkap dan beragam, festival ini diharapkan dapat menjadi tonggak sejarah baru dalam perjalanan seni budaya di Kota Cilegon, serta mempererat hubungan antara komunitas seni di dalam dan luar kota.
Teater Wonk Kite dengan mottonya “Kita Berkarya, Kita Berharga, Kita Wonk Kite” terus berkomitmen untuk menjaga semangat berkesenian dan menjadikan seni teater sebagai bagian penting dari kehidupan budaya masyarakat Cilegon. (Ahdi)





