Beranda Pendidikan KIAT-KIAT BELAJAR UNTUK MENCAPAI HASIL YANG BAIK,  Oleh : M. Taufiqurrohim Syah

KIAT-KIAT BELAJAR UNTUK MENCAPAI HASIL YANG BAIK,  Oleh : M. Taufiqurrohim Syah

524
0

Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang siswa untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru, sebagai hasil pengalaman dan interaksinya dengan lingkungan. Belajar juga diartikan sebagai semua aktivitas mental atau  psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dalam lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan. Dengan belajar, seorang siswa yang semula tidak tahu akan menjadi tahu. Dengan belajar seorang siswa  akan mendapat pengetahuan dan pengalaman yang baru dari proses belajar baik di dalam kelas, atau di luar kelas.

Belajar merupakan aktivitas yang dialami oleh semua siswa yang telah memasuki pendidikan di berbagai jenjang pendidikan di bangku sekolah. Dengan belajar siswa mempunyai berbagai kompetensi yang diperoleh dari serangkaian proses kegiatan belajar di sekolah atau tugas dirumah. Namun, setiap siswa memiliki potensi dan kemampuan yang heterogen atau berbeda-beda sehingga daya serap terhadap berbagai materi pelajaran juga berbeda.  Ada siswa yang cepat memahami pelajaran dari proses kegiatan belajarnya baik secara mandiri, diskusi atau yang difasilitasi oleh guru, tetapi ada juga siswa yang harus berusaha lebih agar bisa memahami materi atau pokok bahasan yang sedang dipelajari.

Pepatah mengatakan “pisau akan tajam jika terus diasah”, artinya setiap siswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan potensi yang dimiliki dengan cara berlatih dan membiasakan diri dengan metode belajar yang baik. Dengan menerapkan kebiasaan belajar atau metode yang baik, seorang siswa dapat meminimalisir berbagai hambatan dalam belajar. Dengan  menerapkan kebiasaan belajar atau metode yang baik, siswa dapat yang kemampuannya biasa-biasa bisa menjadi berprestasi jika mau berusaha dengan sungguh-sungguh.

Dalam rangka mencapai hasil belajar atau prestasi yang baik khususnya aspek pengetahuan maka diperlukan metode atau cara belajar yang efektif. Seperti diketahui setiap siswa mempunyai waktu yang sama 24 jam dalam sehari semalam dan waktu tersebut sebagian dihabiskan di sekolah dan sebagian di rumah. Dalam jangka waktu yang sama tersebut seorang siswa dapat menciptakan sendiri kebiasan yang baik dan efektif untuk belajar sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dengan kata lain setiap siswa memiliki cara dan metode tersendiri dalam belajar. Berikut ini kiat-kiat yang dapat dilakukan agar belajar proses dan hasil belajar menjadi lebih baik :

  1. Mulailah Belajar Dengan Berdoa

Sebelum belajar hendaknya kita berdoa kepada Allah SWT yang memiliki segala sesuatu agar kita diberi kemudahan dalam belajar, keberkahan atas segala aktivitas belajar, ilmu yang bermanfaat dan memohon dianugerahi pemahaman pada semua pelajaran yang diterima. 

  1. Tumbuhkan Niat dan Tekad yang Kuat Untuk Belajar.

Ketika kita melakukan sesuatu tanpa ada niat, hal tersebut tidaklah akan berjalan dengan baik. Begitu juga dengan belajar, tanpa adanya niat dan kesadaran untuk belajar, maka belajar seolah-olah menjadi sesuatu yang berat atau bahkan menjadi beban. Jika ada niat dan tekad yang kuat, pelajaran yang yang berat terasa ringan dan pelajaran yang sepertinya rumit akan menjadi sederhana. Munculkanlah tekad dan kesadaran ketika hendak belajar, bahwa belajar adalah hal yang penting dan bermanfaat serta tanamkan pada diri bahwa :

  1. Belajar adalah salah satu aktivitas ibadah
  2. Dengan belajar akan mempertebal keimanan kita kepada Allah SWT.
  3. Dengan belajar akan menambah pengetahuan dan wawasan kita
  4. Belajar akan membekali diri menghadapi masa depan, dll.

 

  1. Bacalah dan pahami materi yang sedang dipelajari

Membaca adalah satu aktivitas yang memiliki segudang manfaat dan merupakan sarana untuk membuka cakrawala dunia. Dengan membaca, kita akan mendapat pengetahuan baru dari materi yang dipelajari. Membaca merupakan tahap awal sebelum kita mengingat/menghafal dan memahami suatu pelajaran. Agar kita bisa mengingat dengan baik maka bacalah materi kembali minimal  sebelum dan sesudah materi itu kita pelajari.  Setelah proses membaca dan mengingat maka pahamilah materi dengan baik. Memahami suatu pelajaran dapat berupa memahami konsep, teori, peristiwa, dan rumus atau simbol-simbol besaran tertentu pada suatu pelajaran tertentu.

  1. Berlatihlah menyelesaikan soal dengan tekun.

Perlu diingat bahwa karakteristik tingkat kesulitan setiap pelajaran berbeda-beda. Maka pada prinsipnya kesulitan tersebut akan berkurang jika sering berlatih. Proses latihan tersebut diantaranya dapat dilakukan dengan cara mengahafal berbagai teori, definisi, istilah-istilah atau rumus  serta berlatih menyelesaikan soal soal yang mungkin keluar. Sumber latihan soal dapat diperoleh dari buku paket, LKS, bahan ajar, media online seperti internet atau contoh soal yang diberikan oleh guru. Dengan berlatih menyelesaikan soal, kita akan tahu bagian mana yang tidak paham dan bagian mana yang harus dipelajari kembali. Dengan berlatih juga kita akan tahu sejauh mana kemampuan yang sudah dikuasai dan kemampuan yang belum dikuasai. Selain menjawab soal-soal latihan secara tertulis, ada cara lain untuk mengetahui apakah kita sudah mengingat dan paham terhadap suatu materi atau belum. Cobalah kita buat pertanyaan sendiri dari materi yang dipelajari dan jelaskan dengan kata-kata sendiri setiap pertanyaan sudah dibuat. Jika kita bisa menerangkan dengan jelas dan teratur, tak perlu detail, berarti kita sudah mengingat dan paham.

  1. Bertanyalah jika ada yang belum dipahami

Jika ada materi atau pelajaran yang belum dipahami maka jangan takut untuk bertanya. Dengan bertanya bisa jadi kita akan memperoleh informasi atau pemahaman yang lebih lengkap atau menjadikan pelajaran yang belum jelas menjadi jelas. Proses bertanya dapat dilakukan pada guru, kakak kelas, atau teman yang dianggap bisa.

  1. Buat perencanaan dan target belajar yang terukur

Untuk mencapai suatu tujuan biasanya diiringi oleh rencana yang baik. Oleh karena itu, ada baiknya jika seorang siswa membuat rencana belajar dan rencana pencapaian nilai untuk mengetahui apakah kegiatan belajar yang telah dilakukan telah maksimal atau perlu ditingkatkan lagi.

Buatlah jadwal atau perencanaan kapan harus belajar, kegiatan ekskul,  istirahat, refresing dan bermain agar dalam satu hari pengelolaan waktu menjadi efektif. Selain itu,  buatlah daftar target lengkap, baik itu target jangka panjang, jangka menengah maupun jangka pendek. Sebagai contoh target nilai UTS seluruh mata pelajaran adalah 80 (skala 100), dll.

Dengan adanya target setidaknya mengarahkan kita apa yang harus dilakukan pada saat ini dan esok hari. Target yang telah dibuat juga merupakan bentuk tanggung jawab diri dalam rangka peningkatan kualitas diri. Siswa yang mempunyai perencanaan dan target yang jelas pasti akan berbeda aktivitas dan semangatnya dalam belajar karena ada sesuatu yang ingin dicapai. Jadi buatlah target dan berusahalah mencapainya. Jika sudah terbiasa dengan tanggung jawab pasti akan rindu dengan tanggung jawab itu ketika tidak ada.

  1. Belajarlah secara rutin.

Belajar yang baik diantaranya adalah belajar yang dilakukan secara rutin. Dengan belajar secara rutin, akan dapat lebih memahami materi tersebut. Belajar secara rutin juga menghindari  diri dari penumpukan ketidakpahaman atas materi yang sedang dipelajari. Belajar rutin jangan diasumsikan menjadi sesuatu beban yang sangat berat. Belajar rutin tiadaklah harus berjam-jam namun bisa dilakukan 30 menit atau lebih setiap malam atau waktu-waktu tertentu yang menjadi kebiasaan.

  1. Janganlah menunda tugas yang bisa dikerjakan atau kerjakanlah sesegara mungkin.

Dalam proses pembelajaran, terkadang kita mendapat tugas, latihan atau pekerjaan rumah dengan berbagai tujuan. Jika diberikan tugas baik sifatnya individu atau kelompok maka segeralah dikerjakan sebelum batas akhir pengumpulan tugas. Dengan mengerjakan tugas lebih awal, tugas yang dikerjakan bisa lebih maksimal karena dipersiapkan dengan baik dan jika ada yang tidak dipahami dapat bertanya pada guru, teman atau kakak kelas yang dianggap bisa.

  1. Berpikirlah positif atas tugas atau PR yang diberikan

Jika seorang guru memberikan tugas atau pekerjaan rumah (PR) maka berpikirlah positif atas tugas yang diberikan dan janganlah banyak mengeluh. Melalui tugas yang diberikan bisa jadi seorang guru memberikan jalan kepada siswa untuk membaca kembali, melatih kemampuan secara individu, melatih kreatifitas, serta menguji pemahaman secara individu.

  1. Belajarlah secara nyaman dan pada waktu yang tepat.

Setiap siswa memiliki cara belajar dan kebiasaan waktu belajar yang berbeda-beda. Ada siswa yang belajar dalam kondisi sunyi, belajar diiringi alunan musik, belajar diiringi alunan murotal dan lain sebagainya. Selain kondisi belajar yang berbeda, waktu belajar pun berbeda-beda. Ada siswa yang belajar setelah bada magrib, bada isya, malam hari atau pagi hari. Intinya adalah belajarlah dengan nyaman sesuai kebiasaan dan pada waktu yang tepat namun alangkah baiknya siap belajar dalam berbagai kondisi.

  1. Evaluasilah hasil belajar secara periodik.

Dari proses belajar dan uji kompetensi yang sudah dikerjakan, sempatkanlah untuk mengevaluasi diri atas hasil yang diperoleh. Jika hasil ulangan belum mencapai target yang diharapkan maka evaluasilah secara pribadi karena bisa jadi target yang belum tercapai disebabkan oleh managemen waktu atau ikhtiar belajar yang kurang sehingga kemudian ada perbaikan. 

  1. Hindari belajar dengan tergesa-gesa dan SKS (sistem kebut semalam)

Biasanya hal yang sering dilakukan oleh siswa jika waktu ujian atau ulangan sudah dekat adalah belajar secara tergesa-gesa, sistem kebut semalam atau belajar hingga larut malam/begadang. Apabila belajar dilakukan dengan tergesa-gesa atau hanya ketika hendak ulangan maka bisa jadi hasilnya tidak akan maksimal karena otak kita dipaksa belajar berjam-jam untuk mengingat dan memahami suatu materi. Sebaiknya hindari belajar dengan cara seperti itu karena akan membuat badan kita menjadi lelah, meriang, sakit atau materi yang dihafal semalaman menjadi sukar diingat ketika ujian. Kemampuan otak manusia terbatas karena otak dirancang untuk bekerja efisien. Pemahaman yang kita peroleh sebaiknya diperoleh dengan bertahap agar tersimpan dalam memori dengan baik. Jadi belajarlah dengan tekun dan rutin selagi ada waktu untuk belajar dan jangan membiasakan diri dengan belajar tergesa-gesa atau sistem kebut semalam.

  1. Jujur dan hindarkan dari mencontek.

Biasakanlah diri kita untuk bersikap jujur dan tidak mencontek dalam ulangan. Sikap tidak jujur dan mencontek biasanya muncul karena siswa tidak percaya diri dengan kemampuan dan kompetensi yang dimiliki seta kurangnya belajar atau kurangnya kesiapan dalam menghadapi ujian. Maka belajarlah secara teratur sehingga  seorang siswa akan selalu siap jika ada ulangan baik yang sudah direncanakan atau yang sifatnya dadakan dan tidak perlu mencontek.

  1. Luangkanlah waktu untuk refresing atau istirahat sejenak

Belajar adalah aktivitas kegiatan yang baik namun jika tubuh kita dipaksa terus menerus untuk belajar tanpa henti maka tubuh akan terasa lelah dan pikiran menjadi penat. Ketika tubuh terasa lelah dan penat maka konsentrasi dan fokus terhadap pelajaran juga menurun, maka jika kondisi tubuh kita mengalami hal seperti ini cobalah untuk refresing atau istirahat sejenak. Dengan istirahat dan pikiran yang segar maka tubuh akan menjadi bugar dan daya konsentrasi akan maksimal.

Demikianlah beberapa kiat-kiat yang dapat diberikan sebagai bahan masukan dalam proses belajar. semoga apa yang ditulis ini dapat memberikan manfaat. Selamat belajar.