CCN, Cilegon, 5 Juni 2026 – Cerita rakyat asal Cilegon, Banten, berjudul “Kebo Gerem” berhasil mencuri perhatian di tingkat nasional setelah dibawakan oleh Ihan Beatbox Dongeng dalam ajang Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026. Melalui penampilannya yang kreatif dan memikat, Ihan berhasil meraih Juara 2 Nasional Kategori Pendidik pada kompetisi yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia tersebut.
Prestasi ini menjadi kabar menggembirakan bagi upaya pelestarian budaya lokal, khususnya cerita rakyat yang berasal dari Kota Cilegon. Di tengah derasnya arus informasi dan hiburan digital, kisah Kebo Gerem membuktikan bahwa cerita rakyat daerah masih memiliki daya tarik yang kuat ketika dikemas secara kreatif dan relevan dengan generasi masa kini.
Gala Cerita Rakyat Indonesia merupakan gerakan nasional yang mengajak masyarakat menghidupkan kembali kekayaan tradisi lisan Nusantara melalui media video. Ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti kompetisi yang berlangsung sejak 20 April hingga 20 Mei 2026 tersebut. Para pemenang diumumkan pada 4 Juni 2026 setelah melalui proses seleksi dan penilaian oleh dewan juri.
Dalam penampilannya, Ihan Beatbox Dongeng membawakan cerita Kebo Gerem dengan gaya bertutur yang ekspresif dan komunikatif. Sentuhan teknik beatbox yang menjadi ciri khasnya membuat cerita rakyat tersebut tampil lebih hidup, menarik, dan mudah diterima oleh berbagai kalangan, terutama anak-anak dan generasi muda.
Cerita Kebo Gerem sendiri merupakan karya H. Ahdi Zukhruf Amri, yang terinspirasi dari kekayaan tradisi lisan dan nilai-nilai budaya masyarakat Cilegon. Kisah ini mengandung pesan moral tentang keberanian, kebijaksanaan, serta pentingnya menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur.
Penulis Kebo Gerem, H. Ahdi Zukhruf Amri, mengaku bersyukur dan bangga atas capaian yang diraih melalui cerita yang ditulisnya.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur karena cerita rakyat Kebo Gerem dapat dikenal lebih luas melalui ajang nasional ini. Prestasi yang diraih Kang Ihan menunjukkan bahwa cerita rakyat daerah memiliki potensi besar untuk menjadi media pendidikan sekaligus hiburan yang berkualitas,” ujarnya.
Menurut Ahdi, keberhasilan tersebut bukan hanya menjadi prestasi bagi pencerita, tetapi juga menjadi kemenangan bagi upaya pelestarian budaya lokal yang selama ini terus diperjuangkan oleh para pegiat literasi dan budaya.
“Cerita rakyat adalah bagian dari identitas masyarakat. Ketika cerita-cerita lokal dapat tampil di tingkat nasional dan mendapatkan apresiasi, itu berarti warisan budaya kita masih hidup dan mampu berbicara kepada generasi masa kini,” tambahnya.
Ia berharap keberhasilan Kebo Gerem dapat mendorong lahirnya lebih banyak karya yang mengangkat sejarah, legenda, dan cerita rakyat dari Cilegon maupun Banten secara umum.
Sementara itu, Ihan Beatbox Dongeng menyampaikan bahwa penghargaan yang diraihnya merupakan bentuk tanggung jawab untuk terus mengenalkan cerita rakyat kepada masyarakat luas.
“Cerita rakyat Indonesia memiliki kekayaan nilai yang luar biasa. Saya berharap semakin banyak anak-anak dan generasi muda yang mengenal, mencintai, dan bangga terhadap cerita rakyat daerahnya masing-masing,” katanya.
Keberhasilan Kebo Gerem menembus panggung nasional menjadi bukti bahwa cerita rakyat daerah tidak hanya layak dilestarikan, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi, pendidikan karakter, dan kebanggaan budaya. Dari sebuah kisah yang berakar di tanah Cilegon, Kebo Gerem kini telah menjangkau audiens yang lebih luas dan menunjukkan bahwa warisan budaya lokal mampu bersaing serta mendapat tempat di tingkat nasional.
Prestasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik setiap cerita rakyat tersimpan nilai sejarah, kearifan lokal, dan identitas masyarakat yang patut dijaga serta diwariskan kepada generasi mendatang.





