Beranda Banten FEKRAF BANTEN MENGAJAK MASYARAKAT MELESTARIKAN KEKAYAAN KULINER KHAS BANTEN

FEKRAF BANTEN MENGAJAK MASYARAKAT MELESTARIKAN KEKAYAAN KULINER KHAS BANTEN

539
0

CCN, Serang. – Fekraf Banten mengajak masyarakat Banten untuk mempertahankan kuliner khas Banten dalam perayaan Sumpah Pemuda dan ulang tahun ketiga Fekraf Banten yang diselenggarakan di Cafe Umakite, Taktakan. Mereka bekerja sama dengan komunitas influencer dan content creator, ICN Banten dan Frashy Food, yang baru-baru ini bergerak di sektor kuliner di Serang, dengan dukungan pelaku ekraf dan media lokal. (28.10.2023).

Fekraf Banten memulai ajakan ini dengan petisi online di situs change.org dan pengumpulan tandatangan langsung selama acara, dengan tujuan mengakui kuliner Banten sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia. Saat ini, mereka telah mengumpulkan lebih dari 104 tandatangan dukungan, termasuk lebih dari 50 tandatangan yang ada di tempat acara.

Acara ini menampilkan berbagai hidangan khas Banten yang dapat dinikmati langsung, dengan informasi singkat tentang masing-masing hidangan yang tersedia dalam bentuk barcode yang dapat dipindai. Beberapa contohnya adalah Rabeg, Angeun Lada, Sate Bandeng, Bontot, Sambel burog, Jejorong, dan berbagai camilan lainnya.

Yenni, seorang peserta kongres yang juga anggota Indonesia Chef Association (ICA), mengapresiasi upaya tersebut dengan menyajikan hidangan khas Banten bernama ‘Kolak Radio’. Dia menekankan pentingnya mengenalkan kuliner khas Banten kepada generasi muda untuk mencegah punahnya warisan kuliner ini.

Selama acara, juga diselenggarakan talk show dengan tema ‘Gastronomi Kuliner Lokal’, bersama Kang Rohendi, Kabid Pengembangan Industri Pariwisata dan Ekraf, Dispar. Prov. Banten, dan Rizky Cahya, Founder Frashy Food. Kang Rohendi menyampaikan upaya pemerintah Provinsi Banten dalam mengakui kuliner khas Banten sebagai Warisan Budaya Tak Benda, sementara Rizky menekankan peran Frashy Food dalam mengenalkan kuliner khas Banten kepada kalangan milenial dan Generasi Z.

Andi Suhud, ketua Fekraf Banten, mengajak masyarakat Banten untuk bersama-sama melestarikan kekayaan kuliner khas Banten. Dia juga mencatat bahwa hanya ‘Sate Bandeng’ dan ‘Bakcang Tangerang’ yang saat ini diakui sebagai Karya Budaya Kuliner dari Provinsi Banten, meskipun masih banyak hidangan khas Banten lainnya yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang unik. Oleh karena itu, diperlukan upaya serius dari semua pihak agar kuliner khas Banten diakui sebagai bagian dari warisan budaya tak benda.

Acara tersebut diakhiri dengan serah terima jabatan ketua Fekraf Banten dari Andi Suhud ke Eric Islami karena Andi mendapat tugas baru. Andi mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah mendukung Fekraf Banten selama tiga tahun terakhir dan mempercayakan kepemimpinan kepada Eric Islami hingga tahun 2025. (***)