Beranda Budaya Wali Kota Cilegon dan Ketua DPRD Kota Cilegon Hadiri Premiere Film “Bonnie”

Wali Kota Cilegon dan Ketua DPRD Kota Cilegon Hadiri Premiere Film “Bonnie”

445
0

CCN, Cilegon- Wali Kota Cilegon, Helldy Agustian dan Ketua DPRD Kota Cilegon, Isro Miraj, turut hadir dalam acara premiere film “Bonnie” yang diproduseri oleh putra kelahiran Cilegon. Acara tersebut diadakan di Ciplaz Ramayana Cilegon pada Kamis, 29 Februari 2024.

Film “Bonnie” yang ditulis oleh Rita D. dan Agus H. Mawardy, serta disutradarai oleh Agus H. Mawardy bersama Marsha, dan sutradara aksi Fandy Fight. Film ini dibintangi oleh Livi Ciananta, Aryo Wahab, Nadila Ernesta, Reza Hilman, Macho Hungan, Max Metino, dan para aktor lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ali Masae atau Rully Mahmudin, produser film “Bonnie” yang juga merupakan putra daerah Cilegon, menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Wali Kota dan Ketua DPRD. “Saya sangat terharu dan saya ucapkan terima kasih kepada Pak Wali (Helldy) dan Pak Ketua Dewan (Isro) atas semua dukungan yang telah diberikan kepada kami yang terlibat dalam film Bonnie,” ujar Ali Masae.

Ali Masae juga berharap agar keberhasilan film “Bonnie” dapat menginspirasi lahirnya sineas-sineas baru dari Kota Cilegon. Hal tersebut juga disampaikan oleh Wali Kota Helldy, yang berharap film ini dapat menjadi motivasi bagi semua orang, khususnya perempuan, untuk dapat menjaga diri dan mengejar mimpi mereka. Ia juga berharap keberhasilan Ali Masae sebagai produser bisa mengilhami generasi muda Cilegon untuk berkiprah dalam industri film.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Cilegon, Isro Miraj, juga menyampaikan rasa bangganya atas keterlibatan Ali Masae sebagai produser film “Bonnie”. “Saya juga bangga kepada Kang Ali. Saya mengajak masyarakat Cilegon untuk mendukung karya putra daerah kita dengan menonton film Bonnie ini,” tutur Isro.

Film “Bonnie” mengisahkan perjalanan heroik seorang gadis remaja berusia 18 tahun bernama Bonnie (Livi Ciananta), yang mahir dalam bela diri. Cerita ini dibuka dengan kilas balik gadis remaja tersebut bersama orang tuanya, berusaha menghadapi perkelahian antar gangster.

Bonnie, yang dibesarkan oleh ibunya, Kinanti (Nadila Ernesta), dengan keterampilan bela diri yang baik, berusaha beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang keras dan penuh tawuran antar pelajar. Keterampilan bela dirinya, sementara menjadi kekuatan, juga membawanya pada konflik dengan sekolah karena sering memukul siswa lainnya yang melakukan kekerasan terhadap yang tertindas.

Sinopsis film menunjukkan bahwa masa lalu kelam Bonnie terkait dengan dendam ibunya terhadap musuh keluarga, Paul, yang bertanggung jawab atas kematian ayah Bonnie, Sambara (Aryo Wahab). Bonnie, yang awalnya tidak mengetahui penyebab kematian ayahnya, terpaksa ikut bertarung dan mengetahui siapa dalang di balik pembunuhan kejam tersebut.

Pertarungan Bonnie tidak hanya melibatkan aksi fisik yang intens, tetapi juga pertarungan untuk menegakkan keadilan dan melawan ketidakadilan. Dibantu oleh teman-temannya, Gaga (Reza Hilman) dan Macho (Macho Hungan), Bonnie harus menghadapi musuh sesungguhnya, yaitu Paul, yang memiliki niat jahat terhadap Bonnie dan ibunya.

Film yang menampilkan alur maju-mundur, memperlihatkan kehidupan Bonnie saat ini dan saat ia masih kecil bersama ayahnya, Sambara. Bonnie tidak hanya berjuang melawan musuhnya, tetapi juga melawan penindasan dan ketidakadilan yang masih ada dalam masyarakat.

Film “Bonnie” juga bukan hanya menyuguhkan aksi laga yang memukau, tetapi juga menyajikan drama yang menyentuh hati. Livi Ciananta, pemeran utama perempuan, berharap agar film ini dapat menambah warna dalam industri perfilman Indonesia, sambil menggambarkan bahwa perempuan adalah sosok yang berani melawan segala bentuk ketidakadilan. (red)