Beranda Budaya Tirta Nawasanga Jadi Pengingat Pentingnya Menjaga Mata Air dan Warisan Budaya Leluhur

Tirta Nawasanga Jadi Pengingat Pentingnya Menjaga Mata Air dan Warisan Budaya Leluhur

61
0

CCN, Cilegon – Kepedulian masyarakat terhadap pelestarian sumber air dan warisan budaya kembali ditunjukkan melalui kegiatan Tirta Nawasanga: Sumur Pitu, Air dan Warisan Kehidupan yang digelar di kawasan Sumur Pitu, Cidunak, Kota Cilegon. Kegiatan ini menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk merawat lingkungan sekaligus menjaga nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur.(13 Juni 2026)

Beragam pertunjukan seni tradisi turut memeriahkan acara, mulai dari pencak silat, musik tradisional, hingga saresehan budaya yang membahas pentingnya pelestarian mata air sebagai sumber kehidupan masyarakat. Kehadiran ratusan warga menunjukkan bahwa kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan budaya masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.

Tokoh budaya sekaligus pegiat pelestarian lingkungan, Cholis, menegaskan bahwa keberadaan Sumur Pitu tidak hanya memiliki nilai historis dan budaya, tetapi juga menjadi bagian penting dari keberlangsungan kehidupan masyarakat sekitar.

“Sumur Pitu adalah warisan leluhur yang harus dijaga bersama. Mata air ini bukan sekadar sumber air, tetapi juga bagian dari identitas budaya masyarakat yang selama ini menjadi penopang kehidupan,” ujar Cholis.

Menurutnya, pelestarian sumber mata air tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga warisan budaya. Keduanya merupakan satu kesatuan yang harus diwariskan kepada generasi mendatang agar tetap memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

Cholis menilai bahwa masyarakat selama ini telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam menjaga kawasan Sumur Pitu secara swadaya. Namun demikian, upaya tersebut perlu mendapat dukungan lebih luas dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, agar pelestarian dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Kita berharap ada perhatian yang lebih serius terhadap sumber-sumber mata air dan situs budaya yang masih tersisa. Pelestarian bukan hanya tanggung jawab komunitas atau masyarakat setempat, tetapi menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.

Dalam saresehan budaya yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan, para peserta juga membahas berbagai tantangan pelestarian lingkungan di tengah pesatnya pembangunan. Mereka sepakat bahwa pembangunan daerah perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga sumber daya alam dan warisan budaya yang dimiliki.

Bagi masyarakat Cidunak, Tirta Nawasanga bukan sekadar perayaan budaya tahunan. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa air merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga keberlangsungannya. Di sisi lain, warisan budaya yang melekat pada kawasan Sumur Pitu menjadi bagian penting dari identitas masyarakat yang tidak boleh hilang ditelan zaman.

Melalui kegiatan ini, masyarakat berharap kesadaran untuk menjaga mata air, lingkungan, dan warisan budaya dapat terus tumbuh, sehingga nilai-nilai yang diwariskan leluhur tetap terpelihara dan memberi manfaat bagi generasi yang akan datang.