Beranda Budaya Seminar Talk Budaya Tradisi Dzikir dan Panjang Maulid di Cilegon

Seminar Talk Budaya Tradisi Dzikir dan Panjang Maulid di Cilegon

1004
0

CCN, Cilegon- Jejaka Cilegon (Jejak Sejarah Budaya Karuhun Cilegon) dan Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kota Cilegon bekerja sama untuk memeriahkan acara Jum’at Ngebanten dengan Tema Seminar Tradisi Zikir Maulid Masyarakat Kota Cilegon, yang menjadi program Dindikbub Provinsi Banten pada Jum’at (28 /10), di UPT Balai Budaya Cilegon. Seminar ini terselenggara dengan sukses atas dukungan sanggar dan komunitas yang ada di Cilegon.

Seminar dibuka Oleh Pamong Budaya Perwakilan dari Dikbud Kota Cilegon, Evi Novianti S,E dalam sambutannya, Evi mengatakan tradisi zikir mauled merupakan sebuah kegiatan keagamaan yang sangat luar biasa yang ada di kota cilegon, semarak dzikir dan panjang mauled selalu beriringan menyambut bulan kelahiran nabi muhammad saw dengan cara yang beraneka ragam, hal ini menjadikan cikal bahwa tradisi seperi ini layak dijadikan sebuah event besar guna mengenalkan tradisi zikir mauled yang ada dikota cilegon baik sekala provinsi maupun nasional.

Ketua Jejaka Cilegon 2020, Saiful Iskandar S.Hum mengatakan, acara ini dihelat sebagai media desiminasi hasil pengembangan kebudayaan daerah dalam bidang sastra, tradisi lisan maupun Daur hidup dengan tema TABU ( TALK BUDAYA) ia menganggap bahwa tidak semua hal yang berbau tabu harus didiamkan saja akan tetapi perlu ditelaah lebih dalam dari sisi maknnaya. Adapun sub judul pembahasan seminar ini ialah Tradisi Dzikir dan Panjang Maulid di Kota Cilegon. Yang mana, cilegon memiliki keunikan tersendiri dalam penyelenggaraan tradisi mauled yang mana nilai nilai kebudayaan menjadikan cikal bahwa sosio masyarakat dapat terbentuk secara sinergitas yang baik. Seminar diawalai dengan pemaparan yang diwakili oleh salah satu praktisi budaya, Yadi Ahyadi dari Klink Pusaka Banten. yang mendiskusikan isu-isu terkini tentang perkembangan, dan pemanfaatan tradisi zikir mauled ini.

Di samping seminar, Jum’at Ngebanten juga menghadirkan dan menampilkan perwakilan pedzikir dari Lingkungan cidunak untuk membawa alunan dzikir mahalul qiyam atau yang biasa disebut dzikir ngadeg beserta dengan itu pemutaran film dokumnter tentang semarak festival mauled juga dilakukan oleh dinas kebudayaan kota cilegon. Seminar ini menjadi ajang temu ilmiah bagi seluruh stakeholders seperti peneliti, akademisi, dan pegiat serta praktisi untuk berbagi ilmu dan pengalaman, serta munculnya nilai nilai budaya untuk pengembangan pemanfaatan dikota Cilegon sebagai warisan benda tak benda.(Ipung)