Beranda Budaya Aulia Detha Amalia, Satu-satunya Individu dari Luar Jakarta yang Tampil di Kanal...

Aulia Detha Amalia, Satu-satunya Individu dari Luar Jakarta yang Tampil di Kanal Teater 2025

387
0

CCN, CILEGON – Kiprah seniman muda asal Cilegon, Aulia Detha Amalia, kembali menorehkan prestasi membanggakan di dunia teater. Ia menjadi satu-satunya individu dari luar Jakarta yang terpilih dalam program bergengsi Kanal Teater 2025, sebuah inisiatif dari Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta (DKJ).

Program yang telah berlangsung sejak Juli 2025 ini menjadi ruang eksperimental dan apresiasi bagi para pelaku teater lintas daerah dan gaya. Setiap bulan, Kanal Teater menampilkan lima grup atau individu terpilih untuk mempresentasikan karya mereka di hadapan publik teater Jakarta.

Menariknya, di antara kelima peserta tersebut, Aulia menjadi satu-satunya yang tampil secara individu, bukan dalam format kelompok. Hal ini sekaligus menunjukkan konsistensi dan kekuatan personalnya dalam mengolah karya teater secara mandiri — mulai dari konsep, dramaturgi, hingga performa panggung.

Aulia dijadwalkan tampil pada edisi November 2025, membawa karya yang disebut-sebut akan mengusung pendekatan tubuh dan ruang dalam konteks sosial-budaya lokal. Keikutsertaannya menjadi representasi penting bagi seniman daerah yang selama ini kerap berjuang menembus dominasi pusat kesenian di ibu kota.

“Kesempatan ini bukan hanya tentang tampil di Jakarta, tapi juga tentang membawa cerita dari daerah—tentang bagaimana teater bisa hidup di luar lingkaran metropolitan,” ujar Aulia saat diwawancarai seusai pengumuman peserta terpilih.

Program Kanal Teater DKJ sendiri dikenal sebagai salah satu ruang presentasi dan dialog paling dinamis di Indonesia. Dengan kurasi yang ketat dan penekanan pada eksplorasi bentuk serta isu kontemporer, program ini telah menjadi barometer penting bagi perkembangan teater Indonesia modern.

Kehadiran Aulia Detha Amalia di antara para pelaku teater Jakarta menegaskan bahwa semangat berkarya dan keberanian bereksperimen tidak dibatasi oleh geografi. Dari Cilegon menuju Jakarta, Aulia membawa pesan bahwa teater adalah ruang lintas batas — tubuh, bahasa, dan wilayah. (***)