CCN, Pandeglang. – Sebuah pameran seni yang penuh makna, “Catatan Kaki,” hadir di Bale Budaya Pandeglang mulai tanggal 28 Oktober hingga 10 November 2023. Pameran ini menggambarkan perjalanan seorang seniman yang berusaha menjaga stabilitas dalam berkarya selama masa pandemi COVID-19, membuktikan bahwa seni adalah bagian integral dari kehidupan sehari-hari masyarakat. (5 November 2023)
Menjadi seorang seniman, atau lebih tepatnya seorang perupa, bukanlah semata-mata tentang tampilan pribadi yang unik atau kepintaran semata. Lebih dari itu, seorang seniman harus senantiasa memikirkan pengembangan seni dengan semangat dan ketulusan. Karya seni adalah ekspresi diri yang menghubungkan seniman dengan masyarakat, dan ini adalah salah satu aspek yang dibahas dalam pameran ini.
Pameran “Catatan Kaki” karya indera Kesuma ini muncul sebagai respons terhadap fase tersulit yang dialami oleh semua orang pada tahun 2019 hingga 2022 akibat pandemi COVID-19. Masa itu penuh ketidakpastian, dengan sektor ekonomi mengalami penurunan signifikan, dan banyak pekerja terpaksa di rumahkan atau bekerja dari rumah. Rasa tidak percaya diri, kejenuhan, dan putus asa melanda banyak orang. Setiap aspek kehidupan sehari-hari terasa diawasi, dari penggunaan masker hingga mencuci tangan dengan rajin untuk mencegah penyebaran virus.
Sebagai seorang seniman, perlu mengatasi rasa sepi dan kejenuhan ini untuk tetap kreatif dan produktif. Pameran “Catatan Kaki” menjadi bukti langkah-langkah yang diambil untuk menjaga stabilitas dalam berkarya. Seniman mengambil berbagai langkah untuk tetap sehat dan terinspirasi, sehingga tidak kehilangan kesadaran estetiknya. Ini adalah perjuangan pribadi yang menginspirasi banyak orang.
Tema pameran “Catatan Kaki” mengandung makna mendalam. Catatan kaki dalam konteks seni adalah catatan kecil yang sering tersebar dalam buku atau karya tulis. Mereka berfungsi untuk lebih memperjelas suatu bagian teks agar dapat lebih dipahami. Namun, jika catatan kaki ini dimaknai oleh seorang perupa, yang muncul bukanlah kumpulan huruf, melainkan kumpulan garis yang diatur dengan cermat hingga menjadi gambar yang merekam suatu peristiwa secara cepat, mengikuti langkah kaki dengan alat dan bahan gambar yang sederhana.
Indra Kesuma, Perupa Banten mengutarakan bahwa Pameran sketsa “Catatan Kaki” ini memamerkan 115 karya seni yang menceritakan perjalanan seniman melalui masa-masa sulit selama pandemi. Dengan karya-karya ini, seniman ingin berbagi pengalaman, inspirasi, dan makna seni dengan masyarakat, mengingatkan bahwa seni adalah bagian vital dari kehidupan sehari-hari yang mampu mengatasi masa-masa sulit.
“Bagi mereka yang mencintai seni, pameran “Catatan Kaki” adalah kesempatan untuk merenungkan makna seni dalam konteks kehidupan sehari-hari, sementara bagi para seniman, pameran ini adalah bukti nyata kekuatan seni dalam menghadapi tantangan yang berat sekalipun. Jadi, datanglah dan nikmati pameran ini, dan biarkan karya seni menjadi catatan kaki yang memperjelas makna hidup kita dalam masa-masa sulit,” tutur Indra Kesuma.
(Ahdi)





