Beranda ORGANISASI Diklat Jurnalistik MAN 1 Cilegon: Membangkitkan Semangat Jurnalis Muda dengan Pelatihan Dasar...

Diklat Jurnalistik MAN 1 Cilegon: Membangkitkan Semangat Jurnalis Muda dengan Pelatihan Dasar Jurnalistik

501
0

CCN, Cilegon – Pendidikan merupakan pondasi penting dalam membentuk generasi yang unggul dan kompeten. Pengembangan bakat dan minat siswa adalah salah satu aspek vital dalam dunia pendidikan. Dalam upaya ini, Diklat Jurnalistik MAN 1 Cilegon hadir sebagai langkah penting dalam menggali potensi jurnalistik generasi muda.

Diklat Jurnalistik Pelajar adalah program pelatihan yang bertujuan memperkenalkan dunia jurnalistik kepada siswa-siswa MAN 1 Cilegon. Program ini fokus pada pengembangan keterampilan menulis, wawancara, dan penyuntingan berita. Lebih dari sekadar memberikan pemahaman dasar, diklat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas pengurus jurnalistik di sekolah.

Acara pembukaan Diklat Jurnalistik tahun ini digelar di Ruang Kelas MAN 1 Cilegon. Para peserta diklat memiliki kesempatan langka untuk berinteraksi langsung dengan para profesional jurnalistik lokal sebagai pembicara, di antaranya H. Diki Hermawan, Ahdi Zuhruf Amri, Zainal Mutakin, Asep Saefudin, dan Ikhwan Hadi Susanto. Para peserta menerima wawasan mendalam tentang peran ekskul dalam pengembangan life skills peserta didik, manajemen dan kode etik jurnalis, pengenalan berita dan fotografi peristiwa, desain tata letak dan pengembangan konten media sosial, serta teknik penulisan sastra dan media.

Selama Diklat Jurnalistik Pelajar, peserta tidak hanya teori semata. Mereka juga terlibat dalam latihan praktis, termasuk wawancara, pengumpulan informasi, dan penulisan berita yang akan dipublikasikan. Ini merupakan langkah krusial dalam memberikan pengalaman nyata dalam dunia jurnalistik.

Ahdi Zuhruf Amri, Pembina Ekskul Jurnalistik MAN 1 Cilegon, menjelaskan bahwa diklat ini tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membuka peluang karier sejak dini. Di era digital saat ini, media massa berkembang pesat, dan permintaan akan jurnalis berkualitas terus meningkat. “Peserta Diklat Jurnalistik yang berbakat memiliki peluang untuk melanjutkan pendidikan mereka di bidang jurnalistik atau bahkan berkontribusi dalam media lokal atau sekolah mereka sendiri,” tambahnya.

Kepala MAN 1 Cilegon, Hj. Maryati, yang juga seorang penulis yang produktif, memberikan sambutan pembukaan dengan kata-kata bijak, “Sebagai seorang muslim, pasti kita semua tahu dan paham bahwa amal yang akan ditanya di akhirat adalah tentang salat. Namun, hebatnya Allah justru menurunkan ayat pertama kepada manusia, yaitu tentang iqro – baca! Ini menunjukkan bahwa Islam sangat mendorong kita untuk membaca. Itu sebabnya majalah digital milik MAN 1 Kota Cilegon yang akan diluncurkan pada bulan Oktober diberi nama ‘IQRO.'”

Tiga dasar jurnalistik, yakni pengetahuan, keterampilan, dan sikap, ditekankan dalam diklat ini. Seorang jurnalis harus mampu membedakan jenis-jenis tulisan seperti opini, kolom, esai, reportase, dan tulisan sastra, termasuk puisi, pantun, cerita pendek, novel, serta penggambaran visual.

Keterampilan yang mencakup kemampuan mewawancarai, manajemen waktu, dan keterampilan menulis juga diajarkan kepada peserta. Hal ini penting agar artikel yang ditulis sesuai dengan kategori berita yang benar, tanpa campur aduk dengan pendapat pribadi penulis. Keterampilan ini mungkin sulit bagi pemula, tetapi dengan latihan terus-menerus, mereka akan menjadi lebih terampil.

Hati nurani menjadi dasar jurnalistik yang ketiga. Sikap atau akhlak seorang jurnalis yang berlatar belakang pendidikan dari madrasah harus mencerminkan nilai-nilai agama yang kuat. Semoga akhlak mulia ini menjadi pembeda antara jurnalis dari madrasah dan bukan. Sikap baik dan etika bukan hanya ditunjukkan kepada Sang Khalik, tetapi juga kepada sesama makhluk Allah. Pemublikasian hasil tulisan atau gambar selalu memerlukan izin dari pihak yang bersangkutan.

Semoga para jurnalis muda dari MAN 1 Kota Cilegon ini akan tumbuh menjadi jurnalis yang berbakat dan berakhlak mulia, yang berani menyampaikan kebenaran bukan pesanannya. Kami berharap mereka akan menjadi panutan dalam dunia jurnalistik dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta pengembangan sekolah mereka. (red)