CCN, Cilegon, 8 Agustus 2024 – Sebanyak 35 peserta hadir dalam Focus Group Discussion (FGD) di Cilegon, yang menjadi momentum penting untuk menggali, melestarikan, dan memanfaatkan naskah kuno sebagai warisan budaya yang tak ternilai. Fokus utama dari diskusi ini adalah naskah-naskah kuno yang ditemukan di Provinsi Banten, khususnya di Kota Cilegon, dengan tujuan untuk mendokumentasikan dan melestarikan keberadaan naskah-naskah tersebut.
Kegiatan yang diadakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cilegon ini bertujuan untuk memastikan bahwa naskah kuno yang ada dapat diidentifikasi, didokumentasikan, dan dilestarikan. “Naskah kuno ini adalah identitas kebanggaan kita dan warisan budaya yang tak ternilai,” ujar Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cilegon, H. Ismatullah. Beliau juga menegaskan bahwa pelestarian naskah kuno ini sejalan dengan rencana strategis Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cilegon tahun 2024.
Pada kesempatan ini, Saiful Iskandar, seorang ahli sejarahwan muda dari Cidunak-Cilegon, memaparkan pentingnya naskah kuno sebagai sumber informasi mengenai berbagai aspek kehidupan masa lalu, seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, dan lain-lain. “Naskah kuno mampu memberikan wawasan mendalam mengenai peradaban dan sejarah masyarakat kita,” ungkap Saiful.
Lebih lanjut, Saiful juga menjelaskan bahwa Banten pernah menjadi salah satu pusat peradaban Islam terbesar di Nusantara. Tradisi intelektual yang berkembang di Banten telah menghasilkan berbagai naskah penting yang kini menjadi perhatian utama dalam upaya pelestarian.
Diskusi juga mengangkat isu mengenai faktor penyebaran naskah di Banten, termasuk peran pesantren-pesantren di daerah tersebut dalam melestarikan tradisi tulis-menulis. “Tradisi pesantren di Banten telah berperan besar dalam penyebaran dan pelestarian naskah kuno, yang kini menjadi bagian dari harta intelektual kita,” tambahnya.
Para peserta FGD berharap bahwa hasil dari diskusi ini dapat menjadi dasar dalam melangkah ke tahap berikutnya, yaitu pemetaan dan pelestarian naskah kuno yang ada di Kota Cilegon. “Harapan kita adalah agar seluruh komponen masyarakat turut berperan aktif dalam pelestarian ini, demi kemajuan dan kebanggaan kota kita,” pungkas H. Ismatullah.
Dengan diselenggarakannya FGD ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cilegon berkomitmen untuk terus melanjutkan upaya pelestarian naskah kuno, sekaligus menggali potensi-potensi sejarah yang masih tersembunyi di Banten, khususnya di Cilegon, untuk memperkaya warisan budaya dan intelektual bangsa. (Ahdi)





