Beranda Pendidikan Gebyar Hardiknas 2023: Semangat Merdeka Belajar Menginspirasi Pendidikan yang Lebih Baik

Gebyar Hardiknas 2023: Semangat Merdeka Belajar Menginspirasi Pendidikan yang Lebih Baik

688
0

CCN, Cilegon. – Pada hari Senin,  dalam suasana penuh semangat dan kebanggaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon menyelenggarakan Gebyar Hardiknas (Hari Pendidikan Nasional) di Halaman Rumah Dinas Wali Kota Cilegon, sebagai bentuk komitmen dalam memajukan sektor pendidikan. (28.08. 2023)

Acara Gebyar Hardiknas kali ini mencerminkan semangat untuk memajukan pendidikan yang lebih mandiri, merdeka, dan berkualitas. Bergerak bersama-sama menuju tujuan bersama, terus menghadapi tantangan dengan semangat dan tekad. Dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional ini, bersama-sama memperkokoh fondasi pendidikan yang menjadi kunci kemajuan dan kemerdekaan bangsa.

Dalam hal ini, Ketua DPRD Kota Cilegon, H. Isro Mir’aj menyampaikan  perlunya peningkatan pendidikan moral dan akhlak di tengah era digitalisasi yang berdampak pada interaksi anak-anak dengan teknologi. Isu ini membutuhkan peran aktif para guru dan sekolah dalam mendidik anak-anak dengan kesabaran, ketelitian, dan memberikan fondasi cinta kasih yang kuat. Isro Mir’aj juga memberikan apresiasi terhadap program Walikota yang mendorong keberlanjutan pendidikan tinggi di kota Cilegon melalui beasiswa.

“Saya mengapresiasi program beasiswa full sarjana yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota Cilegon dan dijalankan oleh Dindikbud yang tidak pernah mempersulit dalam mensejahterakan masyarakat,” ucapnya.

Pentingnya memajukan pendidikan dan mencerdaskan bangsa juga menjadi fokus harapan bersama di momentum Hari Pendidikan Nasional. Mencapai tujuan negara sesuai dengan UUD 1945 membutuhkan upaya bersama untuk memberikan pendidikan yang berkualitas dan merdeka bagi semua anak. Isro Mir’aj mengingatkan akan peran penting para guru dalam membentuk generasi penerus yang cerdas, berakhlak, dan memiliki semangat untuk terus belajar.

Dalam dua tahun terakhir telah memberikan sejumlah tantangan, terutama dalam menghadapi dampak pandemi COVID-19. Bahkan, dua tahun lalu, belum ada yang bisa membayangkan dapat mengatasi krisis ini. Namun, hari ini adalah bukti nyata bahwa setiap manusia adalah individu yang tangguh, berani menghadapi keraguan, dan tak takut untuk mencoba hal baru.

Tahun ketiga dari program Merdeka Belajar, yang telah mengemban peran besar dalam pendidikan di seluruh Indonesia, telah menjadi wujud nyata semangat ketangguhan. Melalui Merdeka Belajar telah menjangkau pulau-pulau di seluruh negeri, bahkan sampai ke kota Cilegon. Kurikulum Merdeka, yang awalnya dimulai sebagai upaya mendukung guru dan siswa selama masa pandemi, telah terbukti mengurangi dampak dari hilangnya pembelajaran. Lebih dari 140.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia telah mengadopsi kurikulum ini, termasuk di Kota Cilegon. Dengan begitu, ratusan ribu anak Indonesia telah belajar dengan cara yang lebih menyenangkan dan memberdayakan.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon, Hj. Heni Anita menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada Bapak Walikota, Ketua DPRD, Sekretaris Daerah (Sekda), para Asisten Daerah (Asda), kepala sekolah, serta semua undangan yang telah turut serta dalam acara ini.

“Kita juga melihat semangat yang sama dalam kalangan seniman dan pelaku budaya. Mereka mulai bangkit dan kembali berkarya dengan semangat yang lebih merdeka. Ini telah terwujud berkat tekad kita untuk menciptakan Dana Abadi Kebudayaan, yang telah menghapus batasan geografis dan memberikan dukungan tak terbatas untuk ekspresi kreatif. Perubahan positif yang kita perjuangkan bersama bukan hanya dirasakan oleh para orang tua, guru, dan murid, tetapi juga telah menginspirasi dunia melalui perwakilan Presiden Indonesia dalam Konvensi tingkat tinggi,” tutur Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon.

Kepala Dinas juga mengungkapkan rasa bangganya atas peran penting para penggerak dan pionir Merdeka Belajar di seluruh Indonesia, termasuk di kota Cilegon. Meskipun langkah kita semakin serentak dan cepat, ia menegaskan bahwa kita belum mencapai garis akhir. Kendati angin kencang dan ombak besar mungkin menantang di masa depan, semangat kita tidak boleh surut.

Hari Pendidikan Nasional adalah hari yang sangat bersejarah, khususnya dalam dunia pendidikan. Tema “Merdeka Belajar” mengajak siswa untuk menjadi mandiri dalam belajar, sambil mengasah keterampilan mereka. Dalam konteks ini, guru diharapkan menciptakan lingkungan belajar yang menarik dan kondusif, memicu semangat belajar, dan memberikan kebebasan pada siswa untuk mengeksplorasi minat dan bakat mereka.

Semangat “Merdeka Belajar” juga harus diiringi dengan tanggung jawab. Setiap siswa diharapkan memiliki kesadaran akan hak dan kewajibannya dalam proses belajar-mengajar. Mereka juga diajak untuk mengambil keputusan yang tepat dan bertanggung jawab atas hasil pembelajaran mereka. Guru memegang peran penting dalam membantu siswa memahami tanggung jawab ini dan mengembangkan potensi mereka.

(***)