Gadis Telaga, Karya Ahdi Z. Amri

0

Kau tak perlu berkata apa-apa,aku sudah membaca gerimis di matamu,yang lahir dari senyap Tegal Wangidan tumbuh di sumber telaga—di mana angin pun enggan membangunkan pagi. Langkahmu tak pernah terburu-buru,kau seolah tahu,bahwa dunia inilebih butuh pelan daripada cepat.Seperti tatapanmu yang menatap,pada hal-hal kecil yang sering kulupakan. Gadis dari Telaga Wangi,kau tak datang dengan gegap,tapi dengan diam yang meneduhkan.Kau tak menggenggam waktu,kau mendekapnya...

Abiseka Caraka Budaya Marks Historic Inauguration of Cilegon’s Cultural Leaders

0

CCN, Cilegon, Indonesia — A significant milestone for cultural development in the City of Cilegon took place on the evening of Friday, June 27, 2025, as the Chairman and Board Members of the Cilegon City Cultural Council (DKKC) were officially inaugurated in a solemn and meaningful cultural ceremony.Held at the Cilegon City Square, the event was part of the...

Aku di Tanah Hijrah, Puisi oleh Ahdi Z. Amri

0

Aku datang tuk pulangbukan sebagai siapa-siapa,hanya seorang hambayang menjemput rindudari ujung barat pulau jawa. Di bawah langit Madinah,langit yang dahulu menyambut hijrah sang Nabi,aku menunduk,membiarkan debu menyentuh dahiku,agar sujudku menyatu dengan tanahyang pernah dilalui kaki manusia termulia. Aku mendengarsuara tak terdengar dari menara Nabawi,bukan hanyaadzan,tapi gema doa dari jutaan lidahyang tak mengenal satu bahasa,namun memanggil nama yang sama:Allah. Rasulullah. Rahmat seluruh...

Surga di Kursi Roda, Karya : Ahdi Z. Amri

0

Di seberang sunyi Arafahseorang anak lelaki berdiri,bukan ulama, bukan jemaah istimewa,hanya satu dari ribuan,tapi pundaknya lebih beratdari segunung dosa. Ia datang bukan untuk namanya,tapi untuk nama ibunya,yang rebah di kursi roda tuadengan wajah rentadan mata yang menyimpan hujan doa. “Bu, ini tanah yang Ibu rindukan.”Bisiknya pelan,seperti doa yang tak ingin didengar dunia.Langkahnya tak gegas,karena surga tidak pernah dicapai dengan tergesa. Di Muzdalifah...

Dari Nur ke Rahmah, Puisi Ahdi Z. Amri 

0

Di tanah yang dikelilingi padang tandus,lahirlah seorang anak dari Bani Hasyim,Muhammad—yang yatim sejak dalam buaian,namun ditakdirkan menuntun semesta menuju Nur. Ia tumbuh dalam kesunyian Mekkah,dengan kejujuran yang mengalahkan zaman,hingga disebut Al-Amîn—yang terpercaya—oleh kawan dan lawan. Di malam sunyi, ia mendaki Jabal Nur,membawa beban rindu akan kebenaran,hingga di Gua Hira turun Nur langit,"Iqra’…" kata pertama yang mengguncang bumi. Sejak itu, hidupnya bukan lagi...

Tiga Titik Sujud, Karya: Ahdi Z. Amri

0

Titik pertama, ArafahDi antara debu dan doaDi antara sela tanah lengang,kutulis ulang namaku yang nyaris hilang—anak dari dua tangan yang dulumengusap luka tanpa suara. Angin menggiring tangis sunyi,aku tunduk...mencari wajah ibudalam lipatan ihram yang menyapu tanah,mencari tapak ayahdi gurun usia yang tak menyisakan bayang. Istriku...di antara gelombang manusia ini,namamu kusebut—zikir paling rahasia,semoga cintamu tetap menyaladi bawah terik yang mengujisegala yang kita...

Sai, Aku Masih Berlari, Puisi oleh Ahdi Z. Amri

0

Di antara Shafa dan Marwah,aku berjalan—bukan hanya dengan kaki,tapi dengan keyakinan…yang kadang rapuh,kadang teguh… Aku bukan hanya tubuh yang lelah,aku adalah jejakyang mencoba memahami harapdari langkah seorang Ibu. Hajar…Engkau bukan hanya nama dalam sejarah.Engkau adalah puisi,yang hidup dalam tujuh lintasan air mata. Mencari air…bagi anakmu yang menangisdi padang paling sunyi. Langkahmu bukan lari dari takut,tetapi lari… karena iman. aku—lari dari sunyilari ke sepilari mencarilari...

Putaran Menuju Yang Satu, Karya: Ahdi Z. Amri

0

Aku datang bukan sebagai hamba yang suci,melainkan serpih-serpih dosayang tak tahu lagi cara mencintai Tuhanselain berjalan mengitari harapyang terselip di antara sudut Ka'bah. Kakiku gemetar.Lidahku kelu.Tubuhku menyatu dalam arus tubuh-tubuh yang sama sunyinya.Kami berjalan—bukan karena tahu,tetapi karena rindu. Di setiap putaran,kulihat wajah diriku sendiriyang pernah menunda sujud,menunda maaf,menunda taubatseolah waktu akan selalu bersahabat. Ka'bah di tengah diamnya,adalah cermin:yang memantulkan segala yang kusembunyikandi...

Keteguhan Ibu Sutiah di Usia 107 Tahun: Haji Mabrur Tanpa Batas Usia

0

CCN, Jeddah (Kemenag) — Usianya sudah melampaui satu abad, namun semangat dan keteguhan hatinya tetap menginspirasi. Sutiah Sunyoto, jemaah haji tertua dalam penyelenggaraan ibadah haji 1446 H/2025 M, kembali ke Tanah Air dengan senyum syukur di wajahnya setelah menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar. Perempuan asal Provinsi Lampung ini tergabung dalam kelompok terbang (kloter) JKG-19. Meski telah berusia 107...

Shocking Confession from Ayatullah Khumaeni: “I Used to Be a Paranormal Practitioner!”

0

CCN, Cilegon, June 3, 2025 — A surprising revelation has emerged from the Chairman of the Cilegon Cultural Council (DKKC), Ayatullah Khumaeni.In a talk show episode that has recently gone viral on social media, the cultural figure and public personality openly shared his unique past — revealing that he once worked as a paranormal practitioner.This confession was made during...