CCN, Cilegon. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Cilegon dan Gabungan komunitas Sastra ASEAN (Gaksa) berkolaborasi mengadakan pelatihan pantun budaya Asia pada tanggal 20 Februari 2024. Kegiatan yang dilaksanakan di aula DPK ini menghadirkan pembicara dari tiga negara, yakni Rohani Din dari Singapura, Prof. Dr. Irwan Abu Bakar dari Malaysia, dan Rois Rinaldi dari Indonesia.
Irwan menyampaikan makalah teknik penulisan pantun dan pemaparan melalui video, Rois memaparkan paparan Rohani Din, sementara itu Rohani Din yang akrab dengan sapaan Bunda Anie bertindak langsung untuk melatih peserta satu persatu dalam penulisan pantun.
Peserta tampak antusias mengikuti setiap prosesnya. Ada momen bernyanyi bersama, sahut menyahut saling jawab pantun, dan uji nyali berpantun di depan khalayak. Ada juga momen berbagi buku yang diberikan kepada peserta yang berhasil menulis pantun sesuai kaidah.
Kepala Dinas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cilegon, Ismatullah Syihabudin, mengatakan bahwa kehadiran Bunda Anie merupakan bentuk kepedulian beliau sebagai orang tua di bidang sastra wilayah Asia Tenggara hadir di Cilegon.
“Pelatihan pantun,” kata Ismat, “dapat menjadi penyeimbang bagi otak kiri agar otak kanan berfungsi secara maksimal sehingga manusia dapat menjalani hidup secara seimbang.”
Walikota Cilegon, Helldy Agustian mengungkapkan bahwa workshop pantun internasional ini merupakan workshop pantun kelas internasional pertama di Banten. Sebelumnya Helldy juga mengatakan bahwa di Indonesia telah ada undang-undang yang mengatur Undang-undang tentang Pemajuan Kebudayaan yakni Undang-undang Nomor 5 Tahun 2017 sebagai acuan legal-formal untuk mengelola kekayaan budaya Indonesia.
Gabungan Komunitas Sastra ASEAN, Gaksa, secara konsisten menghadirkan kegiatan-kegiatan pelatihan yang membuka wawasan masyarakat dalam bidang kebudayaan dan literasi. Ega Prayoga sebagai Presiden Gaksa Wilayah Banten mengatakan bahwa Gaksa memiliki tiga cakupan wilayah program kerja, yaitu lokal, nasional, dan internasional.
Di wilayah kerja lokal berkontribusi terhadap lahirnya buku muatan lokal Nelek Basa Jawa Cilegon, buku ajar pendidikan bahasa daerah, dan pendidikan pemasyarakat bahasa daerah Banten. Untuk wilayah nasional Gaksa melakukan penerbitan buku karya-karya sastra para penulis nasional, sementara wilayah internasional Gaksa mengadakan gelaran di berbagai negara Asia. (Red)





