KH. Zainuddin MZ sering mengingatkan bahwa Lebaran dan Idul Fitri adalah dua hal yang berbeda. Lebaran, dengan tradisi mudik, baju baru, dan hidangan khas, adalah bagian dari budaya yang bisa diikuti siapa saja. Namun, Idul Fitri memiliki makna yang lebih dalam, yaitu kembali ke fitrah, kesucian setelah sebulan penuh berpuasa.
Lebaran: Tradisi yang Meriah
Lebaran adalah perayaan yang meriah, di mana semua orang bisa ikut serta. Tidak ada batasan bagi siapa saja yang ingin merayakan Lebaran, baik yang berpuasa maupun tidak. Namun, perlu diingat bahwa keikutsertaan dalam Lebaran tidak otomatis menjadikan seseorang merayakan Idul Fitri.
Idul Fitri: Kembali ke Fitrah
Idul Fitri adalah puncak dari ibadah Ramadan, di mana umat Islam merayakan kemenangan setelah sebulan penuh menahan diri. Idul Fitri adalah momen untuk kembali ke fitrah, kesucian seperti bayi yang baru lahir, bebas dari dosa. Namun, fitrah juga bisa diartikan sebagai kecenderungan untuk berbuat baik.
Makna Idul Fitri dalam Al-Quran
KH. Zainuddin MZ mengutip ayat 185 surah Al-Baqarah yang mengandung empat pesan penting:
- Walitukmilul ‘iddata: Menyempurnakan jumlah hari puasa.
- Walitukabbirullaha: Mengagungkan nama Allah dengan takbir.
- Walitusykuruuhu: Bersyukur atas hidayah yang telah diberikan.
- Wa’ala ma hadakum: Mensyukuri segala nikmat yang diberikan Allah.
Pesan-pesan Penting
- Sempurnakan Puasa: Puasa tidak hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari perbuatan buruk. Semangat puasa harus terus dibawa setelah Ramadan berakhir.
- Agungkan Nama Allah: Takbir adalah ungkapan kebesaran Allah yang harus terus dikumandangkan, tidak hanya saat Lebaran, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
- Syukuri Hidayah: Hidayah adalah anugerah terbesar dari Allah. Kita harus selalu bersyukur atas hidayah yang telah diberikan.
- Jaga Hubungan Baik: Idul Fitri adalah momen untuk mempererat tali silaturahmi, saling memaafkan, dan menjaga hubungan baik dengan sesama manusia.
Kembali ke Fitrah yang Sejati
KH. Zainuddin MZ mengingatkan bahwa Idul Fitri bukan hanya tentang pakaian baru, tetapi tentang peningkatan ketakwaan. Idul Fitri adalah momen untuk kembali ke fitrah sebagai manusia, makhluk yang bertuhan dan makhluk sosial.
- Manusia adalah makhluk yang bertuhan, dan mengingkari Tuhan berarti mengingkari fitrahnya.
- Manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan. Idul Fitri adalah momen untuk mempererat tali silaturahmi dan saling memaafkan.
Dengan memahami makna Lebaran dan Idul Fitri yang sebenarnya, semoga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik, yang selalu berusaha untuk kembali ke fitrah, kesucian dan kebaikan.
Penulis : Ahdi Zukhruf Amri





