Beranda ORGANISASI Lomba Baca Puisi Bahasa Jawa Cilegon di Kwarran Citangkil: Menyelamatkan Keelokan Bahasa...

Lomba Baca Puisi Bahasa Jawa Cilegon di Kwarran Citangkil: Menyelamatkan Keelokan Bahasa Daerah

821
0

CCN, CILEGON – Dalam upaya melestarikan keberagaman budaya di Indonesia, salah satunya yaitu lomba baca puisi bahasa Jawa Cilegon yang diselenggarakan oleh Kwarran Citangkil kota Cilegon telah sukses digelar. Lomba tersebut bertujuan untuk mempromosikan dan melestarikan keindahan bahasa daerah, menjaga warisan budaya, serta meningkatkan apresiasi terhadap kreativitas sastra lokal. (Sabtu, 23.12.2023)

Pramuka, sebagai wadah pendidikan karakter, memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Kegiatan semacam ini tidak hanya menciptakan suasana persaudaraan, tetapi juga memperkaya wawasan para peserta tentang kekayaan linguistik dan sastra daerah. Pramuka juga menjadi salah satu solusi bagi kaum muda untuk mengembangkan bakat, minat serta kreativitas peserta didik.

Dengan antusiasme yang tinggi, para peserta lomba baca puisi dari tingkat SD dan SMP (sederajat) membacakan dengan  keindahan estetika, tetapi juga memuat makna-makna mendalam yang merefleksikan kehidupan sehari-hari, nilai-nilai budaya, dan potensi daerah mereka.

Kegiatan ini diharapkan dapat membantu generasi muda untuk lebih memahami dan mencintai bahasa daerah sebagai bagian integral dari identitas nasional. Selain itu, lomba ini menjadi platform yang efektif untuk memupuk rasa kebersamaan di antara para peserta dari berbagai latar belakang budaya.

Lomba ini juga merupakan lomba yang sangat baik. Mengingat, bahasa Jawa Cilegon sudah mulai pudar. Pada Perata Kwarran Citangkil kota Cilegon ini menjadi salah satu terobosan unik dalam melestarikan bahasa daerah Cilegon.

Para peserta begitu antusias sekali mengikuti lomba baca puisi Jawa Cilegon yang berjudul Ngewace Siloka karya H. Mukti Jayaraksa dan Amuke Banyu Karya Spenk Afenk tersebut.

Supendi yang lebih dikenal dengan panggilan Spenk Afenk sebagai salah satu dewan juri mengutarakan bahwa sangat sulit menentukan siapa juaranya. Sebab, semua peserta  menampilkan suara dan kemampuan terbaiknya. Namun diantara yang baik ada yang lebih baik. Orisinilitas serta mental adalah penentu dalam pembacaan puisi.

“Peserta mendapatkan kesempatan untuk memperluas pengetahuan mereka melalui berbagai kegiatan literasi dan budaya. Dalam hal ini peserta berbakat sekali mengekpresikan puisi yang dibacakan. Salut bagi panitia dan keren bagi peserta! Salam Pramuka, “tutur Spenk Afenk.

lomba baca puisi daerah di Pramuka bukan hanya sekadar kompetisi, melainkan langkah nyata dalam mendukung pelestarian bahasa daerah sebagai bagian tak terpisahkan dari keberagaman Indonesia. (Ahdi)