Beranda Budaya “Menjaga Warisan Budaya: Mempertahankan Tradisi dan Kreativitas Seni Ubrug di Cilegon,”...

“Menjaga Warisan Budaya: Mempertahankan Tradisi dan Kreativitas Seni Ubrug di Cilegon,” Oleh Ahdi Zukhruf Amri, M.Pd

2456
0

Seni teater tradisional merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang memiliki keunikan dan keindahan tersendiri. Setiap daerah di Indonesia memiliki seni teater tradisional yang berbeda-beda, termasuk di Cilegon- Banten. Salah satu seni teater tradisional yang cukup terkenal di Cilegon- Banten adalah Teater Ubrug.

Teater Ubrug adalah seni teater tradisional yang berasal dari Banten. Dimana bentuk pertunjukan Teater Ubrug yang mengandalkan improvisasi dan spontanitas para pemainnya dalam mengekspresikan karakter dan cerita yang sedang dipentaskan.

Pertunjukan Teater Ubrug biasanya diadakan pada saat acara adat seperti pernikahan, khitanan, acara keagamaan penobatan atau lainnya. Pertunjukan ini melibatkan beberapa orang pemain, musisi, dan penabuh kendang. Musik  kendang yang dimainkan selama pertunjukan memberikan nuansa khas yang memperkuat suasana cerita yang dipentaskan.

Selain improvisasi yang menjadi ciri khas Teater Ubrug, pertunjukan ini juga mengandung unsur komedi yang membuat penonton tertawa. Namun, di balik cerita dan kelucuan yang dipentaskan, Teater Ubrug juga mengandung pesan moral dan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi ciri khas budaya Cilegon Banten.

Pentingnya Ubrug

Seberapa pentingnya seni ubrug saat ini, Seni ubrug memiliki pentingnya yang sangat besar dalam budaya dan kehidupan masyarakat Banten. Berikut adalah beberapa alasan mengapa seni ubrug sangat penting:

  1. Melestarikan budaya tradisional: Seni ubrug merupakan salah satu bagian dari budaya tradisional Cilegon- Banten yang perlu dilestarikan. Dengan mempertahankan dan mengembangkan seni ubrug, maka budaya tradisional Cilegon- Banten dapat terus hidup dan berkembang.
  2. Mengenalkan keunikan budaya Banten: Seni ubrug memiliki ciri khas dan keunikan yang membedakannya dari seni tradisional lain di Indonesia. Dengan mengenalkan seni ubrug kepada masyarakat luas, maka dapat memperkenalkan keunikan budaya Cilegon- Banten kepada masyarakat Indonesia dan dunia.
  3. Meningkatkan pariwisata: Seni ubrug menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Cilegon- Banten. Dengan demikian, seni ubrug dapat membantu meningkatkan pariwisata di daerah tersebut.
  4. Meningkatkan kreativitas dan keahlian seniman: Seni ubrug dapat menjadi sarana bagi seniman untuk mengembangkan kreativitas dan keahlian mereka dalam bidang seni. Selain itu, seni ubrug juga dapat memberikan peluang bagi seniman untuk menghasilkan pendapatan dari karya seni mereka.
  5. Meningkatkan persatuan dan solidaritas: Seni ubrug juga dapat menjadi sarana untuk mempererat hubungan antar masyarakat di Cilegon- Banten. Dalam pementasan seni ubrug, semua elemen masyarakat dari berbagai latar belakang dapat bersatu dan bekerja sama untuk menghasilkan sebuah karya seni yang indah dan bermakna.

Seni ubrug memiliki pentingnya yang sangat besar dalam budaya dan kehidupan masyarakat Cilegon- Banten. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk melestarikan, mengembangkan, dan mempromosikan seni ubrug agar dapat terus hidup dan berkembang di masa yang akan datang.

Definisi dan Asal Usul Ubrug

Ubrug juga merupakan salah satu jenis seni pertunjukan tradisional di Indonesia yang berasal dari daerah Banten. Namun, tidak banyak para ahli yang memberikan definisi secara rinci mengenai seni tradisional ubrug. Berikut adalah beberapa definisi yang dapat diambil dari beberapa sumber:

  1. Menurut buku “Seni Pertunjukan Tradisional Indonesia” karya R.M. Soedarsono, ubrug adalah tari pergaulan yang biasanya ditampilkan di lingkungan masyarakat Betawi-Banten, terutama dalam acara perkawinan.
  2. Menurut laman web Kemdikbud RI, ubrug adalah kesenian tari pergaulan dari masyarakat Betawi-Banten yang berkembang di Provinsi Banten.
  3. Menurut buku “Ensiklopedi Musik dan Tari Nusantara”, ubrug adalah tarian tradisional masyarakat yang berasal dari kata “ubrug” yang berarti terhuyung-huyung atau tersandung-sandung.
  4. Menurut buku “Ragam Hias Tari Nusantara”, ubrug adalah tari pergaulan dari masyarakat Banten yang menampilkan gerakan dinamis dan penuh semangat.
  5. Dalam Kamus Bahasa Sunda, kata ubrugberarti sebagai bangunan darurat, tempat bekerja sementara untuk beberapa hari saja, misalnya untuk kepentingan hajatan atau pesta. Kemudian kata tersebut digunakan sebagai nama kesenian, mungkin karena pada masa lalu pemain Ubrug suka berpindah-pindah tempat dan membuat bangunan sementara manakala mereka mengadakan suatu pertunjukan. Orang-orang kemudian menyebutnya sebagai pemain Ubrug, pemain yang tinggal di tempat darurat.
  6. Mutia Kasim (dalam Walidat, 1997), yang menyebutkan bahwa ubrugdiambil dari kata ngagebrug. Dalam pertunjukan Ubrug, semua pemain, baik laki-laki maupun perempuan, tua muda, beserta para penonton sama-sama menempati satu tempat pertunjukan atau sagebrug (bahasa Sunda).
  7. Dalam buku acara Pekan Teater Tradisional terbitan Pembinaan Kesenian Depdikbudbekerja sama dengan Dewan Kesenian Jakarta (27 September s.d. 1 Oktober 1977), istilah “ubrug” senada dengan kata-kata saubrug-ubrug, sagebrugan, dan sagebrugna dalam bahasa Sunda, yang berarti bertumpuk-tumpuk dan tidak teratur. Penamaan demikian karena isi cerita atau lawakan dalam kesenian tersebut diungkapkan secara spontan, tanpa sutradara. Pemain hanya diarahkan masalah tema dan garis besar isi cerita oleh pimpinan Ubrug. Adapun rinciannya diserahkan kepada kreativitas masing-masing pemain. Kesenian Ubrug pun dapat dipertunjukkan pada sembarang waktu dan tempat, tidak teratur.

Asal-usul kata “ubrug” sendiri masih menjadi perdebatan di antara para ahli. Namun, ada beberapa teori yang diusulkan, di antaranya:

  1. Menurut sejarawan bernama Mochtar Kusumaatmadja, kata “ubrug” berasal dari bahasa Sunda “ubrug-ubrug”, yang berarti “bergoyang-goyang”. Hal ini merujuk pada gerakan tari dari seni ubrug yang menggambarkan perahu yang sedang bergoyang di atas ombak.
  2. Salah satu peneliti seni tradisional Banten bernama M. Yudha mengusulkan bahwa kata “ubrug” berasal dari bahasa Banten “tubrug”, yang artinya “berguncang”. Menurutnya, seni ubrug menggambarkan keadaan laut yang berguncang dan kapal yang sedang melintasi ombak.
  3. Sejarawan seni tari Indonesia, Soedarsono, berpendapat bahwa kata “ubrug” berasal dari bahasa Jawa “buru”, yang artinya “burung”. Hal ini merujuk pada kostum penari yang mirip dengan sayap burung dan gerakan tari yang menggambarkan burung yang sedang terbang.

Meskipun demikian, belum ada kesepakatan yang jelas mengenai asal-usul kata “ubrug” dalam seni tradisional Banten ini. Hingga kini riwayat asal-usul Kesenian Ubrug belum terungkap secara lengkap. Penjelasan dari beberapa tokoh kesenian tradisional ini, bahwa Kesenian Ubrug tumbuh dan hidup dari kalangan masyarakat. Kesenian ini sangat dikuasai rakyat Banten dan dipentaskan sebagai hiburan pada waktu senggang, manakala musim panen datang. Pementasannya dilakukan di atas tanah, menggunakan gubuk yang terbuat dari anyaman daun rumbia. Awalnya waditra yang digunakan adalah sebuah kendang besar, 2 buah kendang kecil (kulanter), sebuah gong kempul, dan sebuah ububanUbuban adalah 2 potong bambu, yang besar dan kecil. Bambu kecil terletak di tengah, dan jika akan dimainkan ditiup dan diangkat sedikit agar berbunyi. Namun sekarang waditranya berubah, diganti dengan goong angkeb, kecrek, rebab, dan 3 buah kenong.

Menurut Mahdiduri dan Yadi Ahyadi dalam “Ubrug Tontonan dan Tuntunan”, Kesenian ubrug memadukan unsur komedi, gerak/tari, musik, sastra (lakon), dengan pola permainan longgar. Pada dasarnya kesenian ubrug terbagi atas empat bagian/babak yang istilahnya bisa jadi agak berbeda untuk beberapa wilayah di Banten. Salah satunya adalah pembagian babak dengan istilah tatalunandungbodoran, dan lalakon. Dalam perkembangannya, pementasan ubrug saat ini sering tidak sesuai pakem. Artinya, pementasan ubrug bisa diselipi musik modern untuk lebih menyesuaikan pada keinginan penonton. Hal ini merupakan salah satu cara agar kesenian ubrug tetap diminati.

Meskipun definisi ubrug dapat berbeda-beda menurut para ahli, namun dapat disimpulkan bahwa ubrug adalah Seni pertunjukan tradisional ubrug adalah seni pertunjukan yang berasal dari daerah Banten yang biasanya ditampilkan dalam acara-acara perayaan keagamaan maupun acara adat. Pertunjukan ubrug biasanya menggabungkan antara seni teater, musik, tari, dan komedi yang memadukan unsur humor dan kehidupan sehari-hari. Seni pertunjukan tradisional ini memiliki nilai-nilai estetika, religius, dan budaya yang tinggi, sehingga perlu dilestarikan dan dikembangkan sebagai warisan budaya.

Kondisi Ubrug Saat Ini

Sayangnya, seni teater tradisional seperti Teater Ubrug mulai kehilangan pamor di tengah masyarakat yang lebih banyak terpapar oleh budaya populer dan modern. Seiring dengan perkembangan teknologi dan industri hiburan, seni teater tradisional semakin terpinggirkan dan dianggap kuno.

Seni tradisional adalah warisan budaya yang berharga bagi masyarakat, namun dalam beberapa tahun terakhir, seni tradisional dihadapkan pada berbagai permasalahan yang dapat mengancam kelangsungan dan kelestariannya. Beberapa permasalahan tersebut antara lain:

  1. Berkurangnya minat dan apresiasi masyarakat terhadap seni tradisional

Perkembangan zaman dan teknologi yang semakin pesat membuat masyarakat lebih tertarik pada bentuk seni modern dan kontemporer. Hal ini menyebabkan minat dan apresiasi masyarakat terhadap seni tradisional semakin berkurang, sehingga seniman dan penggiat seni tradisional kesulitan untuk mendapatkan dukungan dan pengakuan yang layak.

  1. Kurangnya dukungan dan perhatian dari pemerintah dan instansi terkait

Seni tradisional seringkali tidak mendapatkan dukungan dan perhatian yang memadai dari pemerintah dan instansi terkait. Padahal, dukungan dari pemerintah dan instansi terkait sangat dibutuhkan dalam menjaga dan melestarikan seni tradisional agar tidak punah.

  1. Keterbatasan sumber daya dan fasilitas

Seniman dan penggiat seni tradisional seringkali menghadapi keterbatasan sumber daya dan fasilitas dalam melakukan aktivitas dan kegiatan seni tradisional. Hal ini dapat menghambat proses produksi seni tradisional dan mengurangi kualitas hasil karya seni tradisional.

  1. Tidak adanya generasi penerus yang memadai

Kurangnya minat dan apresiasi masyarakat terhadap seni tradisional juga menyebabkan tidak adanya generasi penerus yang memadai untuk meneruskan dan mengembangkan seni tradisional. Hal ini dapat menyebabkan seni tradisional hilang dan tidak dapat dilestarikan.

  1. Pencurian dan perdagangan seni budaya

Seni tradisional seringkali menjadi sasaran pencurian dan perdagangan seni budaya ilegal. Hal ini menyebabkan seni tradisional yang merupakan bagian dari warisan budaya bangsa hilang dan tidak dapat diakses oleh masyarakat secara umum.

Maka, penting bagi kita untuk melestarikan seni tradisional sebagai bagian dari warisan budaya bangsa. Dukungan dan perhatian dari masyarakat, pemerintah, dan instansi terkait dapat membantu menjaga dan mengembangkan seni tradisional agar tidak punah.

Ubrug Cilegon Mempertahankan Tradisi dan Kreativitas Seni Ubrug di Cilegon

Seni Ubrug merupakan seni pertunjukan tradisional yang berasal dari daerah Banten. Seni ini biasanya dipentaskan dalam acara adat seperti pernikahan atau acara keagamaan. Namun, seiring berjalannya waktu, seni Ubrug mulai kurang diminati, terutama oleh generasi muda.

Di Kota Cilegon, terdapat upaya untuk mempertahankan tradisi dan kreativitas seni Ubrug. Salah satunya adalah dengan mengadakan pelatihan dan workshop bagi pemuda-pemuda di daerah tersebut. Dalam pelatihan ini, para peserta diajarkan tentang teknik-teknik tari dan bernyanyi dalam seni Ubrug.

Selain itu, terdapat juga komunitas-komunitas seni yang aktif dalam melestarikan seni Ubrug di Cilegon. Mereka sering kali mengadakan pentas seni, baik di lingkup lokal maupun nasional. Dalam pentas seni tersebut, mereka tidak hanya menampilkan seni Ubrug, namun juga menggabungkannya dengan elemen-elemen modern seperti tari hiphop dan musik elektronik.

Pertunjukan seni Ubrug yang dikemas dengan kreativitas tersebut berhasil menarik perhatian masyarakat dan membuat seni Ubrug semakin dikenal. Selain itu, upaya melestarikan seni Ubrug juga memberikan peluang bagi para pemuda untuk mengembangkan bakat seni mereka dan memperkaya kreativitas.

Mempertahankan tradisi dan kreativitas seni Ubrug di Cilegon bukanlah hal yang mudah. Namun, dengan adanya upaya-upaya seperti pelatihan dan workshop, serta dukungan dari komunitas seni, seni Ubrug dapat tetap hidup dan berkembang di masa depan. Semoga seni Ubrug dapat terus menjadi bagian dari kekayaan budaya lokal yang dapat diapresiasi dan diwariskan kepada generasi selanjutnya.

Munculnya Ubrug Cilegon yang terdiri dari hasil kolaborasi bebeberapa sanggar di Cilegon membuat konsistensi gerakan dan edukasi dengan tampil dibeberapa penampilan yang memiliki ciri khas dan keunikan yang membedakannya dari seni tradisional di Cilegon. Ubrug Cilegon mengenalkan seni ubrug kepada masyarakat luas, dari panggung ke panggung, dari rangkaian acara perkawinan atau yang lainnya maka dapat memperkenalkan keunikan budaya Cilegon- Banten kepada masyarakat dengan mengenakan kostum khas, serta diiringi dengan musik dan nyanyian yang khas. Ubrug Cilegon juga menjadi media untuk menyampaikan pesan moral dan budaya yang penting bagi masyarakat. Ubrug  Cilegon memiliki makna dan filosofi tersendiri, seperti simbolisme dari gerakan tari, lirik lagu, dan kostum yang digunakan dan digeluti oleh para anak muda Cilegon.

Namun, ada upaya-upaya yang dilakukan untuk melestarikan seni teater tradisional seperti Teater Ubrug secara kolektif. Selain itu, juga perlu dukungan dari masyarakat dan pemerintah untuk menjaga dan memperkenalkan seni teater tradisional sebagai warisan budaya yang perlu dilestarikan.

Dengan tetap menjaga dan melestarikan seni teater tradisional seperti Teater Ubrug, kita dapat memperkaya keberagaman budaya Indonesia dan mewariskannya kepada generasi mendatang.

Anak muda sebagai generasi penerus bangsa perlu melestarikan kebudayaan dan seni tradisional termasuk seni tradisional ubrug. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan oleh anak muda untuk melestarikan seni tradisional ubrug:

  1. Belajar dan mempelajari seni tradisional ubrug secara langsung dari para penjaganya atau orang yang masih melestarikan seni tersebut.
  2. Menjadi anggota kelompok seni tradisional ubrug dan berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan dan pertunjukan.
  3. Menghadiri acara-acara seni tradisional ubrug seperti pentas seni, festival seni, atau acara adat di daerah yang masih mempertahankan seni tradisional ubrug.
  4. Mempromosikan seni tradisional ubrug melalui media sosial atau platform digital lainnya agar lebih dikenal oleh masyarakat luas.
  5. Mengadakan acara pentas seni tradisional ubrug dengan melibatkan masyarakat setempat sebagai penonton atau peserta.
  6. Menciptakan karya seni baru yang terinspirasi dari seni tradisional ubrug, dengan tetap memperhatikan nilai dan estetika seni tersebut.
  7. Mengikuti pelatihan atau workshop yang diselenggarakan oleh lembaga atau komunitas yang memperhatikan kelestarian seni tradisional.
  8. Menjadi sukarelawan atau donor untuk membantu mempertahankan seni tradisional ubrug dan memberikan dukungan finansial bagi para penjaga seni tersebut.

Dengan cara-cara tersebut, anak muda dapat turut serta dalam melestarikan seni tradisional ubrug, sebagai warisan budaya yang harus dilestarikan dan dijaga agar tidak hilang dalam peradaban bangsa.

Peran Pemerintah Dan Industri Terhadap Seni Ubrug

Pemerintah dan industri memiliki peran penting dalam melestarikan seni ubrug sebagai warisan budaya. Berikut beberapa peran yang dapat dilakukan:

  1. Pemerintah dapat memberikan dukungan finansial dan fasilitas bagi kelompok seni ubrug, seperti penyediaan tempat latihan, penyediaan alat musik, dan sebagainya.
  2. Pemerintah dapat menyelenggarakan festival seni ubrug yang berskala besar, seperti Festival Seni Ubrug Nasional, sehingga dapat menarik perhatian masyarakat luas dan membantu mempromosikan seni ubrug.
  3. Industri dapat membantu mempromosikan seni ubrug melalui media sosial dan platform digital. Selain itu, mereka dapat mendukung kelompok seni ubrug dalam hal produksi dan pemasaran album musik, video klip, dan merchandise.
  4. Pemerintah dan industri dapat bekerja sama dalam melindungi hak cipta dan hak kekayaan intelektual kelompok seni ubrug. Hal ini bertujuan untuk mencegah penggunaan seni ubrug tanpa izin dan memberikan penghasilan yang pantas kepada kelompok seni ubrug.
  5. Pemerintah dapat memberikan pendidikan seni ubrug kepada siswa di sekolah-sekolah. Hal ini dapat membantu memperkenalkan seni ubrug sejak usia dini dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan seni tradisional.

Dengan kerja sama antara pemerintah dan industri, seni ubrug dapat dilestarikan dan terus berkembang sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

Seni Ubrug Di Cilegon Menuju tahun 2045

Beberapa harapan terhadap seni ubrug ke depan antara lain:

  1. Lebih dikenal dan diapresiasi oleh masyarakat luas, khususnya di daerah sendiri: Diharapkan seni ubrug semakin dikenal dan diapresiasi oleh masyarakat luas, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Hal ini dapat dilakukan melalui promosi dan pemasaran yang tepat serta meningkatkan kualitas pertunjukan.
  2. Tidak tergilas oleh perkembangan zaman: Diharapkan seni ubrug tetap lestari dan tidak tergilas oleh perkembangan zaman. Hal ini dapat dilakukan dengan terus memperbarui pertunjukan dan menyesuaikannya dengan tuntutan zaman tanpa kehilangan ciri khasnya sebagai seni tradisional.
  3. Diakui sebagai warisan budaya tak benda: Diharapkan seni ubrug diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh pemerintah dan masyarakat, sehingga dapat memperoleh perlindungan dan pengembangan yang lebih baik.
  4. Lebih menginspirasi generasi muda: Diharapkan seni ubrug dapat menginspirasi generasi muda untuk lebih mencintai budaya Indonesia dan melestarikannya. Hal ini dapat dilakukan melalui pengenalan dan pendidikan sejak usia dini, serta penyediaan sarana dan prasarana yang memadai untuk belajar dan berkarya dalam seni ubrug.
  5. Dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat: Diharapkan seni ubrug dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik dalam hal pendidikan, hiburan, maupun pengembangan ekonomi kreatif. Hal ini dapat dicapai melalui kerja sama dengan pemerintah dan industri kreatif dalam pengembangan seni ubrug.

 

Bibliografi:

  1. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten. (2017). Peta Budaya Banten: Seni Pertunjukan Ubrug.
  2. Tim Penyusun. (2010). Ensiklopedi Musik dan Lagu Daerah Banten. Serang: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten.
  3. Budiarta, I. N. (2017). Sosiologi Seni Pertunjukan. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
  4. Lubis, N. (2016). Seni Budaya Banten. Jakarta: Balai Pelestarian Nilai Budaya Banten.
  5. Nuryani, R. (2013). Seni Pertunjukan Rakyat Banten. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
  6. Yudha, A. D. (2014). Dinamika Seni Pertunjukan Tradisional: Studi Kasus Seni Ubrug Banten. Tangerang Selatan: Universitas Pamulang Press.
  7. Sadono, R. (2008). Seni Pertunjukan Rakyat: Ubrug. Jakarta: Grasindo.
  8. Hidayat, M. (2018). Eksistensi Seni Pertunjukan Ubrug di Tengah Arus Globalisasi. Jurnal Sejarah dan Budaya, 9(2), 1-10.
  9. Hakim, M. A. (2015). Kajian Seni Pertunjukan Ubrug di Kabupaten Serang. Jurnal Teater, 23(2), 107-119.
  10. Sartono, N. W. (2016). Eksplorasi Seni Pertunjukan Ubrug sebagai Karya Seni Kontemporer. Jurnal Seni Rupa dan Desain, 1(1), 43-54.