Beranda Banten Pencipta Lagu Daerah “Mengketen Niki Wong Cilegon” Arif Rahman Hakim Wafat, Doa...

Pencipta Lagu Daerah “Mengketen Niki Wong Cilegon” Arif Rahman Hakim Wafat, Doa Bersama Digelar di Kediamannya

2203
0

CCN, Cilegon, 22 Januari 2025 – Kota Cilegon kehilangan salah satu seniman terbaiknya. Arif Rahman Hakim, pencipta lagu daerah “Mengketen Niki Wong Cilegon”, meninggal dunia tujuh hari lalu. Sosok yang dikenal sebagai guru, seniman musik, dan pembina GAKSA, telah banyak berkontribusi dalam pelestarian budaya dan pengembangan bakat seni musik di kalangan anak-anak Cilegon.

Malam ini, doa bersama digelar di kediamannya di Taman Krakatau Blok Charmel C-15 No.12, Waringin Kurung. Acara ini dihadiri oleh keluarga besar, sahabat, rekan kerja, dan masyarakat setempat yang ingin memberikan doa kepada almarhum.

Arif Rahman juga dikenal sebagai guru di SDN Cibeber 1 sekaligus salah satu Guru Penggerak, yang aktif menginspirasi sesama pendidik untuk menciptakan pembelajaran inovatif dan berpusat pada murid.

Edy Febriyadi, perwakilan keluarga, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan kehadiran semua pihak. “Kami sekeluarga sangat kehilangan sosok Pak Arif. Beliau tidak hanya seorang kepala keluarga yang baik, tetapi juga inspirasi bagi banyak orang, khususnya dalam seni musik. Karya-karyanya akan terus hidup di hati masyarakat Cilegon,” ucap Edy dengan mata berkaca-kaca.

Edy juga menambahkan bahwa semasa hidup, Arif Rahman selalu berpesan agar generasi muda mencintai seni dan budaya lokal. “Beliau kerap bilang, budaya kita harus dijaga. Lagu seperti Mengketeun Niki Wong Cilegon adalah cara beliau untuk melestarikan budaya melalui musik,” tambahnya.

Selain aktif menciptakan lagu, Arif Rahman melalui perannya sebagai pembina GAKSA, telah mendidik banyak anak berbakat untuk tampil di berbagai ajang seni. Banyak dari muridnya kini menjadi musisi lokal dan Nasional yang turut memperkenalkan kekayaan budaya Banten.

Acara doa bersama malam ini menjadi momen mengenang sosok inspiratif tersebut. Para pelayat berharap semangat yang ditinggalkan Arif Rahman dapat diteruskan oleh generasi muda Cilegon.

“Beliau adalah panutan. Kami semua akan merindukan kebijaksanaan, dedikasi, dan karya-karyanya,” ujar salah satu sahabatnya, Dadang Maskur, yang turut hadir dalam acara tersebut.

Arif Rahman meninggalkan warisan berupa karya seni yang akan terus dikenang sebagai cerminan cinta terhadap tanah kelahiran. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.

(Ahdi)