CCN, Cilegon, 21 Agustus 2024 – Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ekonomi Madrasah Aliyah (MA) Kota Cilegon menggelar serangkaian kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) selama beberapa hari dimulai dari tanggal 20 Agustus 2024 di Aula DPRD Kota Cilegon. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi guru, khususnya dalam bidang ekonomi, guna mencapai standar kompetensi nasional.
Ketua MGMP Ekonomi Madrasah Aliyah Kota Cilegon, Deden Sudrajat, menyampaikan pentingnya forum MGMP ini sebagai wadah bagi para guru untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan. “MGMP adalah ruang kolaborasi yang memungkinkan para guru untuk meningkatkan kualitas diri melalui diskusi dan pertukaran ide. Ini sangat krusial bagi pengembangan kompetensi guru, terutama di era pendidikan yang terus berkembang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Deden menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan seluruh guru ekonomi dari madrasah negeri dan swasta di Kota Cilegon. “Tujuannya agar ada kesetaraan dalam kemampuan mengajar dan pemahaman materi di kalangan guru, sehingga dapat memberikan dampak positif pada siswa,” tambahnya.
Mastufah selaku Fasprov Banten bidang Ekonomi, turut mengapresiasi inisiatif ini. Ia menekankan pentingnya sinergi antar guru melalui MGMP untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah. “Rendahnya hasil Assesmen Kompetensi Guru (AKG) pada tahun 2020 menunjukkan perlunya peningkatan dalam pedagogik dan profesionalisme. Melalui MGMP, kita bisa mengidentifikasi dan mengatasi masalah ini secara bersama-sama,” kata Mastufah.
Program PKB Ekonomi MA yang berlangsung selama lima hari ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan mengajar, tetapi juga pada pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang inovatif. Nara sumber Kegiatan ini diisi oleh Kepala Kementerian Agama Kota Cilegon, H. Amin Hidayat, Kasi Penma Kota Cilegon, H. Munirudin, Ketua Pengawas MA Kota Cilegon, Carman, Fasprov Ekonomi, Mastufah dan Hj. Eva Oktavia Ratnaningsih, serta Fasda Ekonomi Yeni Tuti Rochaeni.
Dengan adanya program ini, diharapkan para guru ekonomi di Kota Cilegon mampu menerapkan ilmu yang diperoleh kepada siswa, sehingga mereka dapat bersaing di tingkat kota, provinsi, hingga nasional. “MGMP bukan sekadar forum, tetapi sebuah gerakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan ekonomi di madrasah,” pungkas Deden Sudrajat.
Melalui kolaborasi dan komitmen bersama, MGMP Ekonomi MA Kota Cilegon berharap dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam mencetak generasi muda yang kompeten dan berdaya saing tinggi. (Ahdi)





