Beranda ORGANISASI Sosialisasi Pentingnya Keberadaan Naskah Kuno di Kota Cilegon: Upaya Pelestarian Warisan Budaya

Sosialisasi Pentingnya Keberadaan Naskah Kuno di Kota Cilegon: Upaya Pelestarian Warisan Budaya

658
0
Sosialisasi Pentingnya Keberadaan Naskah Kuno di Kota Cilegon

CCN, Cilegon, 25 Juni 2024 — Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) menggelar acara sosialisasi bertema “Pentingnya Keberadaan Naskah Kuno atau Manuskrip di Kota Cilegon” yang berlangsung di Aula DPK Cilegon. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak yang peduli terhadap pelestarian naskah kuno, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Maman Mauludin, Kepala DPK Kota Cilegon, Ismatullah, serta Agung Kriswanto dari Perpustakaan Nasional RI bagian Pengelolaan Naskah Nusantara.

Dalam sambutannya, Sekda Cilegon, Maman Mauludin, mengapresiasi upaya penyelamatan naskah kuno yang dilakukan oleh DPAD Kota Cilegon. “Penyelamatan naskah kuno ini telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 47 Tahun 2007. Semua naskah kuno harus diamankan dan dilestarikan karena ini adalah sumber pengetahuan dan peradaban bagi generasi sekarang dan selanjutnya,” kata Maman.

Kepala DPAD Kota Cilegon, Ismatullah, menjelaskan bahwa tahun ini pihaknya berencana memelihara dan merawat naskah kuno yang ada. “Kami mengambil inisiatif untuk melakukan kegiatan ini supaya naskah-naskah kuno yang ada di Kota Cilegon terselamatkan dan dapat dipublikasikan,” jelasnya.

Ismatullah menyampaikan pentingnya mengumpulkan naskah kuno dari seluruh objek bersejarah di Kota Cilegon agar tidak hilang seiring perkembangan zaman. Lebih lanjut, pihaknya berencana melakukan digitalisasi seluruh naskah kuno yang terkumpul, yang nantinya bisa digunakan sebagai ilmu pengetahuan dan literatur tentang rekam sejarah daerah bagi pelajar dan masyarakat di masa mendatang. “Semoga ini menjadi bahan pemerintahan daerah yang dapat terpublikasi dan terdokumentasi dengan rapi sehingga dapat dinikmati oleh generasi muda yang akan datang,” ujarnya.

Untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap manuskrip kuno tersebut, Ismatullah menambahkan bahwa perlu ada berbagai upaya sosialisasi. “Kami akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan menjadikan tempat ini sebagai tempat yang aman untuk menitipkan naskah kuno yang kemudian akan kami lestarikan, digitalisasi, dan publikasikan,” ungkapnya.

Agung Kriswanto dari Perpusnas RI menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat sangat penting dalam melestarikan naskah kuno. “Perpusnas RI siap mendukung upaya pelestarian ini melalui berbagai program dan bantuan teknis. Kami juga mendorong adanya kolaborasi dengan lembaga internasional untuk memperkuat upaya pelestarian naskah kuno di Indonesia,” ungkapnya.

Acara sosialisasi ini juga menghadirkan sejumlah penggiat sejarah di Cilegon Banten yang memaparkan berbagai materi tentang sejarah, nilai, dan teknik pelestarian naskah kuno. Salah satu informasi yang menarik disampaikan oleh Komunitas Jejaka, yang menginformasikan manuskrip-manuskrip yang ada di Cilegon hasil dari survei lapangan serta menjelaskan teknik konservasi naskah kuno dan pentingnya digitalisasi dalam menjaga keberlanjutan informasi.

Sesi tanya jawab yang interaktif menunjukkan antusiasme peserta dalam menggali lebih dalam tentang cara-cara konkret yang dapat dilakukan untuk melestarikan naskah kuno. Beberapa peserta juga berbagi pengalaman dan inisiatif lokal dalam menjaga naskah kuno yang ada di wilayah mereka.

Acara ditutup dengan pernyataan penutup dari Kepala DPK, Ismatullah, yang menyatakan komitmen pemerintah untuk terus mendukung pelestarian naskah kuno sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya dan sejarah Kota Cilegon.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya naskah kuno meningkat, sehingga warisan budaya yang berharga ini dapat terus terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang. Sosialisasi ini menjadi langkah awal yang positif dalam upaya pelestarian naskah kuno di Kota Cilegon, yang diharapkan dapat menginspirasi daerah lain untuk melakukan hal serupa. (Ahdi)