CCN, CILEGON – Komunitas Jejak Sejarah Budaya Karuhun Cilegon (JEJAK’A) pada Jum’at 28 Oktober 2022 menggelar Talk Budaya membahas tentang kebudayaan dzikir maulid yang selama ini banyak orang belum mengetahui bagaimana nilai dari dzikir maulid nabi di kota Cilegon.
Dalam pengambilan pembahasan ini ketua JEJAK’A Syaiful Iskandar mengatakan alasannya agar masyarakat mengetahui arti dari sisi sejarah terhadap teradisi yang selama ini kita jalankan disetiap tahunya.
“Agar masyarakat tau bagai mana sejarah mengenai maulid nabi, sekaligus mengetahui apa nilai dari panjang dan lain sebagainya” ungkapnya Jum’at, (28/10/22)
Untuk pematerinya sendiri Saiful mengungkapkan merupakan seorang sejarawan praktisi dengan pengalamannya selama mencari data sejarah lewat manuskrip kuno dan pengkajian arkeolog di Banten.
“Abah Yadi Ahyadi sudah melalang buana dalam pengkajian arkeolog sekaligus kitab-kitab kuno khususnya di daerah Banten, sekaligus ia merupakan guru saya sendiri dalam Komunitasnya yaitu Klinik Pusaka Banten”tuturnya
Selain itu dalam pemeparanya Abah Yadi Ahyadi menyampaikan Sejarah panjang itu merupakan sebuah filosofi orang jaman dulu sebagai pembekalan dalam menghadapi hari yang panjang untuk sebuah perjalanan.
“Sebenarnya panjang sendiri itu artinya merupakan hari yang panjang, mengapa orang dulu merebus telur lalu pembuatannya identik dengan kapal tidak dengan mahluk hidup, disisilain mahluk hidup untuk dibanten itu dilarang, namun jika kapal merupakan bentuk perjalan dulu para penyebar agama Islam dalam menyebaran melewati jalur laut”Ungkapnya
Abah Yadi Ahyadi juga mengatakan dalam pembacaan kita Al-barjanji merupakan sebuah perayaan rasa bahagia umat Islam ketika hari lahir nabi Muhammad Saw. tiba, dengan pembacaan kita berketukan yang dapat menenangkan hati.
“Jika dulu ini dibacakan di rumah orang mampu saja, kenapa, karena selain untuk menyatakan rasa bahagia dan bersyukur, ia juga ingin berbagi kepada umat muslim lainya”pungkasnya.(Firman)





