Beranda Budaya Upaya Roni Gesenk Berhasil Menumbuhkan Minat Anak Terhadap Seni Ubrug

Upaya Roni Gesenk Berhasil Menumbuhkan Minat Anak Terhadap Seni Ubrug

575
0

CCN, Cilegon. Memberikan ruang bagi anak-anak untuk berekspresi di Kecamatan Cidangdang dan sekitarnya, Roni Gesenk sukses memantik minat anak-anak terhadap seni teater tradisional ubrug. Pertunjukan ini menghidupkan kembali nostalgia permainan dan lagu jaman dulu, memikat penonton dengan setiap adegan yang dibawakan para aktor muda di panggung serba guna Rawa Arum, (07.10.2023).

Roni mengutarakan program yang difasilitasi Badan Pelestarian Budaya Wilayah 8 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi ini merupakan impiannya sejak lama ia menetap di Cidangdang, Grogol. “Potensi anak-anak daerah ini dalam dunia pertunjukan sungguh patut diacungi jempol, oleh karena itu ketika Kementerian menginisiasi program ini, saya langsung mendaftarkan program pelatihan ubrug untuk mereka,” ujarnya.

Roni juga mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cilegon, serta tokoh-tokoh seni di Cilegon, seperti Ketua Dewan Kesenian Cilegon dan komunitas seni setempat, serta Husein Saidan tokoh LSM Gapura Banten.

“Saya lahir dari komunitas teater Wonk Kite yang saat itu dipimpin oleh Kang Ahdi, dan hal itu terus berlanjut hingga saat ini berkat doa dan dukungan dari sesama komunitas serta organisasi seni lainnya yang terlibat dalam pengembangan seni di Cilegon, khususnya. Ibu Heni,” imbuhnya.

Heni Anita Susila, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cilegon yang menyaksikan pertunjukan ubrug hingga akhir, mengungkapkan kekagumannya pada Roni yang berhasil memperkenalkan generasi baru ke dunia ubrug. “Saya terkesan dengan penampilan Ubrug Kang Roni dan teman-teman yang dibawakan dengan apik oleh para peserta muda. Banyak pesan yang disampaikan dalam penampilan ini, antara lain permainan tradisional dan kebebasan berekspresi yang membuat saya terpaku pada tempat duduk saya,” ungkapnya.

Heni juga menekankan potensi anak-anak ini di bidang ubrug dan pentingnya melestarikan kesenian tradisional tersebut. “Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kami akan melibatkan kesenian tradisional ubrug dalam berbagai kegiatan agar masyarakat luas menyadari bahwa ubrug di Cilegon masih ada dan harus dilestarikan,” tutupnya.

Selain itu, Husein Saidan, salah satu tokoh Rawa Arum, mengucapkan terima kasih atas prestasi yang diraih Roni Gesenk dan anak-anak di lingkungannya. Ia menggambarkan hal ini sebagai pencapaian yang luar biasa, dan ia berjanji akan terus memberikan dukungan terhadap pemikiran dan gerakan seni di Grogol, dan generasi muda akan terus mengembangkannya.

Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah 8, Dewan Kesenian Cilegon, Teater Wonk Kite serta komunitas dan organisasi seni setempat, seniman, orang tua peserta pelatihan, serta masyarakat Rawa Arum. (***)