CCN, Cilegon. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon mengadakan acara Seminar Pengusulan “Calon Pahlawan Nasional” Kota Cilegon, yang bertepat di Hotel Royal Krakatau. Acara ini dibuat untuk menghimpun dan mengidentifikasi kesejarahan lokal yang berguna bagi bahan informasi bagi pelajar, mahasiswa, peneliti, dan masyarakat Cilegon. (Kamis, 27/04/2023).
Dua tokoh yang akan diusulkan oleh pemkot Cilegon, yaitu KH. Wasyid dan KH. Arsyad Thowil.
Heni Anita Susila selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyampaikan bahwa Pemkot Cilegon sedang berupaya untuk mengumpulkan syarat dan fakta sejarah mengenai kedua calon pahlawan yang diusulkan., “mengenai kedua pahlawan inikan perlu informasi data yang lumayan banyak, sehingga waktunya juga perlu berbulan-bulan, tim pengkaji juga sudah survey ke Manado kemudian ke Ambon dan secara referensi ke Mekkah”.
Heni juga menambahkan bahwa Pemkot telah menunjuk tim ahli yang diketuai Prof. Mukti Ali.
Kegiatan seminar ini dibuka langsung oleh Walikota Cilegon Helldy Agustian. Helldy menyampaikan bahwa usulan Calon Pahlawan Nasional ini masih proses., “untuk pengajuan persyaratan hingga saat ini, masih berproses karena Cilegon inikan terkenal dengan sejarah Geger Cilegon, 99 ulama dibuang ke seluruh Indonesia dan sampai saat ini belum pernah ada yang menjadi Pahlawan Nasional,”
Helldy juga menambahkan bahwa untuk saat ini pemkot Cilegon mengusulkan dua tokoh pahlawan yang menurut para pengkaji secara historikal layak untuk diusulkan, “Oleh karena itu, kami memajukan KH. Wasyid dan KH. Arsyad Thowil, pakarlah yang mengerti dan paham tentang cerita-ceritanya, karena memang inikan diambil sumbernya dari Belanda, dan dokumennya sudah banyak yang diambil sehingga nanti bisa di urutkan historikal sejarahnya seperti itu,”ujar Walikota Cilegon
Helldy berharap dua tokoh pahlawan yang diusulkan ini bisa menjadi pahlawan nasional,”kami berharap dan berdoa semoga allah meridhoi bahwa apa yang diusulkan ini dan tentunya hal ini menjadi kebanggaan untuk masyarakat Cilegon, karena selama inikan Cilegon belum ada pahlawan nasionalnya,” Helldy berharapan melalui seminar nasional ini, gelar pahlawan dapat dijadikan awal untuk memberikan penghargaan kepada para leluhur dan tokoh yang menjadi panutan dari masa lalu, sebagai bentuk pengabdian kita kepada orang-orang yang telah berjasa di tanah Banten, terutama di Kota Cilegon.
(Aldi)





