Beranda Internasional VISDUK KUATKAN MENTAL-SPIRITUAL JAMAAH HAJI KLOTER 44 ASAL CILEGON DI MEKAH

VISDUK KUATKAN MENTAL-SPIRITUAL JAMAAH HAJI KLOTER 44 ASAL CILEGON DI MEKAH

559
0

CCN, Mekah, 24 Mei 2025 -Seluruh jamaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 44 JKG, yang didominasi oleh jamaah asal Kota Cilegon, mengikuti kegiatan Visitasi dan Edukasi (Visduk) Ibadah Haji. Kegiatan ini berlangsung di Musholla Hotel 302 / Rawabi Mina, Sabtu pagi (24/5) pukul 08.00–10.00 Waktu Saudi Arabia (WAS).

Acara Visduk dihadiri oleh petugas kloter, pembimbing KBIHU, serta seluruh jamaah Kloter 44. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperkuat pemahaman ibadah, meneguhkan ukhuwah jamaah, dan memastikan kesiapan mental-spiritual sebelum menjalani tahapan puncak ibadah haji.

Ketua Kloter 44, H. Riki, menegaskan bahwa kegiatan Visduk menjadi bekal penting bagi jamaah. “Di antara kegiatannya adalah memantapkan kembali materi manasik tentang proses pelaksanaan Armuzna, murur dan tanazul kepada seluruh jamaah,” terang H. Riki.

Visduk kali ini juga menghadirkan narasumber dari Bimbad Sektor 3, Dr. KH. Abdul Malik Tibe, MA,. Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya melaksanakan haji dengan niat yang lurus, yakni lillahi ta’ala. “Harapan kita adalah mendapatkan haji yang mabrur. Maka persiapannya pun harus matang, baik secara fisik maupun perlengkapan seperti kain ihram. Talbiyah harus terus dilafalkan, dan jangan lupa berdoa agar perjalanan Armuzna, wukuf, dan lontar jumrah dipermudah oleh Allah,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Prof. Dr. KH. Waryono Abdul Ghofur, M.Ag.,selaku Mustasyar Diny juga memberikan penguatan makna spiritual dalam beribadah. Ia menekankan bahwa penggunaan kain ihram hendaknya dimaknai sebagai bentuk penyucian diri, menghilangkan atribut duniawi, termasuk simbol-simbol penindas seperti serigala, kambing, dan anjing.

Lebih lanjut, Prof. Waryono juga mengingatkan pentingnya wukuf di Arafah, yang secara hakikat merupakan momen perenungan dan penyatuan diri dengan kehendak Ilahi. Bagi jamaah lansia atau yang termasuk dalam kategori risiko tinggi (resti), beliau menyarankan pelaksanaan mulur—kelonggaran waktu dan tempat dalam proses wukuf, sesuai dengan ketentuan syariah dan kondisi kesehatan jamaah.

Dengan semangat kebersamaan dan kekhusyukan, kegiatan Visduk ini menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya Kloter 44 dalam menjemput haji mabrur, sekaligus sebagai bentuk pelayanan bimbingan yang optimal kepada jamaah asal Cilegon dan sekitarnya. (***)