Komposisi tubuh adalah keadaan yang menggambarkan perbandingan bagian tubuh yang secara metabolisme aktif (terutama otot) dibandingkan dengan bagian yang kurang aktif (terutama lemak). Baik otot maupun lemak mempunyai massa, yang jika dibandingkan dengan tinggi badan akan menggambarkan komposisi tubuh secara tidak langsung. Banyak cara digunakan untuk menghitung komposisi tubuh, salah satu cara yang banyak digunakan adalah dengan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT), yaitu dengan membagi berat badan (dalam kilogram) dengan kuadrat tinggi badan (dalam meter).
Komposisi tubuh diukur untuk mendaptkan presentase lemak, tulang, air, dan otot dalam tubuh. Pengukuran komposisi tubuh juga ditujukan untuk mendeteksi kebutuhan tubuh terhadap asupan makanan serta mendapatkan informasi yang relevan terhadap upaya pencegahan dan penangan penyakit. Faktor yang berhubungan dengan Indeks Masa Tubuh antara lain adalah ;
Pola makan, adalah pengulangan susunan makanan yang terjadi saat makan yang berkenaan dengan jenis, proporsi dan kombinasi maknanan yang dimakan oleh seorang individu. Makanan yang berminyak dan berlemak seperti gorengan (food fried) berhubungan positif dengan obesitas umum dan obesitas sentral karena dapat menghasilkan asupan energitinggi sehingga meningkatkan IMT.
Aktivitas fisik, ini menggambarkan gerak tubuh yang disebabkan oleh kontraksi otot menghasilkan energy ekspenditur. Untuk penurunan berat badan atau mencegah peningkatan berat badan, dibutuhkan aktivitas fisik sekitar 60 menit dalam sehari.
Usia. Kelompok usia 40-49 dan 50-59 tahun memiliki resiko lebih tinggi mengalami obesitas dibandingkan kelompok usia kurang dari 40 tahun. Hal ini disebabkan karena lambatnya proses metabolism, berkurangnya aktivitas fisik, dan frekuensi konsumsi pangan yang lebih sering
Genetik, penelitian menunjukan bahwa lebih dari 40% variasi IMT dijelaskan oleh factor genetic. Orang tua yang obesitas biasanya akan memiliki keturunan dengan obesitas pula.
Jenis kelamin. Keadaa IMT dengan kategori kelebihan berat lebih banyak terjaadi pada laki-laki. Namun, angka kejadian obesitas umum dan obesitas sentral lebih tinggi pada perempuan dibandingkan laki-laki.
Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan komposisi ideal tubuh Anda terutama harus focus pada dua aspek, yaitu mengurangi lemak dan meningkatkan otot. Untuk dapat mengurangi lemak dan meningkatkan otot berikut adalah beberapa hal yang perlu dilakukan ;
Pelatihan aerobic. Latihan aerobic sangat efektif dalam mengurangi kadar lemak tubuh, latihan ini tidak hanya dapat dilakukan di gym dan dihadapan instruktur, beberapa kegiatan seperti berenang, menari, bersepeda, dan lain-lain, merupakan kegiatan yang mampu membakar lemaak besar-besaar, sehingga tidak perlu untuk masuk gym untuk melakukan pelatihan aerobic.
Pelatihan kekuatan. Tanpa latihan kekuatan, penurunan lemak akan kurang efektif. Latihan kekuatan dapat dilakukan dengan bekerja sehingga dapat meningkatkan massa otot. Dengan bekerja berarti lebih banyak pemanfaatan energy yang dapat menguras penyimpanan lemak dalam tubuh, dan juga akan mencegah penumpukan lemak berlebih dalam tubuh Anda.
Diet sehat, untuk mengurangi lemak dapat dilakukan dengan diet seimbang untuk mempertahankan komposisi tubuh yang baik. Diet harus memiliki proporsi yang tepat dari semua nutrisi penting.
Banyak cara digunakan untuk menghitung komposisi tubuh, salah satu cara yang banyak digunakan adalah dengan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT), yaitu dengan membagi berat badan (dalam kilogram) dengan kuadrat tinggi badan (dalam meter). IMT merupakan indicator sederhana dari korelasi antara tinggi dan berat badan. IMT digunakan untuk mengukur ideal atau tidaknya berat badan, dan merupakan cara pengukuran yang baik untuk menilai resiko penyakit yang dapat terjadi akibat berat badan berlebih.
(@djie Poenk’s Cibeber)




