CCN-Senin, 03-10-2022. Tepatnya di lapangan Kampung Kepuren, Kecamatan Walantaka, Solid Art Indonesia sukses menyelenggarakan acara warisan budaya dari Provinsi Banten yaitu wayang garing yang oleh Ki Kajali. Program FBK (fasilitasi bidang kebudayaan) dari KEMENDIKBUDRISTEK acara berlangsung selama 2 hari (30.09.2022 dan 01.10.2022] dihadiri oleh DISDIKBUD Provinsi Banten, DISDIKBUD Kabupaten Serang, DISDIKBUD Kota Serang, PEMKOT Serang, DISPARPORA Kota Serang, DISPARPORA Kabupaten Serang, serta kesepuhan dan tokoh masyarakat Desa Kepuren dan sekitarnya.
“Wayang Garing telah ditetapkan sebagai warisan budaya Provinsi Banten, tepatnya dari Cerenang, Kab. Serang” ujar Pak Bara Hudaya dari DISDIKBUD Provinsi Banten.
Acara yang berlangsung selama 2 hari tersebut menjadi hal yang positif untuk melestarikan suatu kebudayaan bagi masyarakat setempat, karena tidak hanya wayang garing yang dipentaskan, ada juga rudat, patingtung, musik, dan tari tradisional. Dan dimomen tersebut pak Bara memberikan sertifikat kepada Ki Kajali sebagai maestro wayang garing.
Pagi sekitar pukul 6:30 WIB, panitia, kesepuhan dan masyarakat sekitar melakukan maca syekh terlebih dahulu untuk memanjatkan do’a demi kelancaran acara tersebut.
Solid Art Indonesia sebagai penyelenggara patut bangga menjadi salah satu penerima manfaat program FBK.
“Alasan memilih lokasi di kampung kepuren karena disini tradisi kebudayaannya masih sangat kental dan kuat, terjalin dengan baik dari generasi ke generasi” Alwin Prayoga selaku Direktur Yayasan Solid Art Indonesia.
“Ada juga kebudayaan namanya ruwat bumi, yang hanya diselenggarakan dalam 8 tahun sekali” tambahnya.
Hal yang mengesankan Ketika pementasan patingtung berlangsung, panggung sempat terguyur hujan dimalam hari ke 2, tetapi acara tetap berjalan dengan baik.
Sebagai acara inti yaitu wayang garing reborn yang dibawakan oleh salah sayu anggota dari Solid Art Indonesia sendiri yang akrab dipanggil Lala, beliau adalah mahasiswa dari Institut Seni Indonesia Solo. Lala menjadi fokus utama diacara tersebut, karena Lala menjadi dalang wanita yang usianya masih tergolong muda.
“Harapannya untuk Lala semoga bisa berkembang pesat didunia kesenian yang ia dambakan, untuk menjulang karir yang lebih baik. Tutup Alwin Prayoga.(Fajrin Alwi)





