ARMUZNA adalah akronim dari tiga tempat penting dalam puncak pelaksanaan ibadah haji: Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Rangkaian kegiatan di ketiga tempat ini terjadi antara tanggal 9 hingga 13 Zulhijjah dan menjadi titik krusial dalam manasik haji. Oleh karena itu, pemahaman yang benar dan kesiapan fisik serta mental sangat dibutuhkan oleh setiap jamaah.
1. Wukuf di Arafah (9 Zulhijjah): Rukun Haji yang Tak Tergantikan
Wukuf di Arafah adalah momen terpenting dalam haji. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Al-hajju Arafah” (Haji itu adalah Arafah), menegaskan bahwa tanpa wukuf, haji tidak sah. Waktu wukuf dimulai setelah matahari tergelincir (zuhur) pada 9 Zulhijjah hingga fajar 10 Zulhijjah.
Kegiatan yang dilakukan:
Shalat zuhur dan asar secara jamak dan qashar.
Mendengarkan khutbah Arafah.
Berdoa, berdzikir, dan memperbanyak istighfar.
Tidak disarankan keluar tenda kecuali untuk keperluan mendesak.
2. Mabit di Muzdalifah (Malam 10 Zulhijjah): Menghimpun Batu, Menghimpun Doa
Setelah maghrib, jamaah bertolak ke Muzdalifah untuk mabit. Mabit di sini berarti berhenti sejenak, menginap, atau bermalam hingga menjelang subuh.
Panduan mabit:
Salat maghrib dan isya dijamak ta’khir di waktu isya.
Mengumpulkan batu (minimal 49–70 butir) untuk lempar jumrah di Mina.
Beristirahat dan tidur sebagai bagian dari ibadah.
Kelonggaran: Jamaah lansia, sakit, dan wanita diperbolehkan meninggalkan Muzdalifah lebih awal sebelum tengah malam untuk menghindari kepadatan.
3. Mina (10–13 Zulhijjah): Lempar Jumrah dan Mabit yang Menguatkan Iman
Di Mina, jamaah menjalani ritual melempar jumrah dan bermalam. Melempar jumrah adalah simbol perlawanan terhadap godaan setan, sebagaimana yang dilakukan Nabi Ibrahim AS.
Rincian kegiatan:
10 Zulhijjah: Melempar Jumrah Aqabah (7 batu), dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban dan tahallul (mencukur rambut).
11–13 Zulhijjah (Hari-hari Tasyriq): Melempar tiga jumrah (Ula, Wustha, Aqabah) masing-masing 7 batu setiap hari.
Mabit (bermalam) di Mina selama minimal dua malam.
Catatan penting: Jamaah boleh mengambil nafar awal (pulang pada 12 Zulhijjah) atau nafar tsani (pulang pada 13 Zulhijjah), sesuai kemampuan.
Persiapkan Diri Menuju Haji Mabrur
ARMUZNA bukan sekadar lokasi, tetapi tempat yang menyimpan nilai spiritual mendalam. Melalui wukuf, mabit, dan melempar jumrah, jamaah diharapkan dapat merenungkan kehidupan, memperkuat keimanan, dan kembali sebagai pribadi yang lebih dekat dengan Allah SWT.
Seluruh jamaah untuk menjaga kekhusyukan, kesehatan, dan mengikuti arahan petugas agar rangkaian ibadah berjalan lancar dan tertib. Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan menjadikan haji kita sebagai haji yang mabrur. Aamiin





