Beranda Budaya Gladi Resik “Ubrug Bocah Alit” Warnai Resital Pelatihan Seni Budaya Dindikbud Cilegon

Gladi Resik “Ubrug Bocah Alit” Warnai Resital Pelatihan Seni Budaya Dindikbud Cilegon

527
0

CCN, CILEGON – Suasana penuh keceriaan dan gelak tawa mengiringi gladi resik pementasan “Ubrug Bocah Alit” pada rangkaian Resital Pelatihan Seni Budaya yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon, Minggu (09/11/2025). Para peserta yang merupakan pelajar dari berbagai sekolah di Cilegon tampak antusias mempersiapkan diri untuk menampilkan teater rakyat khas Banten tersebut.

Gladi resik yang dilaksanakan di Balai Budaya Dindikbud Kota Cilegon itu menjadi bukti bahwa seni tradisi bukan hanya mampu diwariskan, tetapi juga dapat dikemas menarik, segar, dan menghibur bagi generasi muda. Dengan kostum sederhana namun sarat karakter, para bocah membawakan celotehan spontan khas ubrug sehingga membuat penonton yang hadir tak henti-henti tertawa.

Kadis Dindikbud Kota Cilegon Heni Anita Susila yang di dampingi Kabid Kebudayaan Dindikbud Kota Cilegon, Evawarni, memberikan apresiasi tinggi terhadap perkembangan peserta selama proses latihan. Kadis Dindikbud Kota Cilegon Heni Anita Susila menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga sekaligus menghidupkan kecintaan terhadap seni tradisi lokal sejak dini.

“Kami sangat bangga melihat anak-anak tampil percaya diri membawakan ubrug. Ini membuktikan bahwa kesenian tradisional bisa diterima generasi sekarang jika dikemas dengan cara yang tepat. Gladi resik ini menjadi langkah awal agar mereka siap tampil di resital puncak nanti,” ujarnya.

Kadis Dindikbud Kota Cilegon Heni Anita Susila berharap, melalui pementasan ini, dapat lahir bibit seniman muda di Kota Cilegon.

“Kita ingin anak-anak tidak hanya tahu, tetapi mampu memainkan, merasakan, bahkan mencintai kesenian daerahnya sendiri,” tambahnya.

Sementara itu, Ahdi Zukhruf Amri, selaku penulis naskah dan sutradara pementasan, menjelaskan bahwa konsep “Ubrug Bocah Alit” sengaja disusun dengan pendekatan edukatif tanpa meninggalkan ciri khas komedi rakyat Banten. Menurutnya, pembelajaran seni harus dikemas menyenangkan agar anak-anak dapat berekspresi maksimal.

“Kami menyusun naskah yang dekat dengan dunia anak-anak, sehingga mereka bisa bermain peran dengan alami dan spontan. Pesan moral tetap ada, namun dibalut humor agar mudah diserap. Tujuannya bukan hanya tampil, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya sendiri,” jelas Ahdi.

Ia juga menekankan bahwa ubrug bukan sekadar hiburan, tetapi juga media pendidikan karakter.

“Seni tradisi seperti ubrug sangat efektif menanamkan nilai sopan santun, kerja sama, dan kepekaan sosial. Ini warisan budaya yang bernilai, dan anak-anak perlu terus diberi ruang untuk mengembangkan bakatnya,” ujarnya.

Gladi resik ini menjadi pemanasan menuju pementasan resital seni yang akan digelar Selasa 11 November 2025. Para orang tua dan pembina seni menyambut positif hadirnya “Ubrug Bocah Alit” sebagai bentuk pelestarian budaya lokal berbasis generasi muda.

Daftar Pemeran “Ubrug Bocah Alit”:

Aozora (MAN 1 Kota Cilegon)

Rezky (SMAN 2 Kota Cilegon)

Yannua Putri Vicryanti (SMPN 15 Kota Cilegon)

M. Salman (SMK YP Fatahillah 1 Kota Cilegon)

Zira (MTsN 1 Kota Cilegon)

Alvin (SMPN 3 Kota Cilegon)

Khayyirah Sanim Azalea (SMPN 2 Kota Cilegon)

Dilvia (SMPN 3 Kota Cilegon)

Dewi Ruci Armani (SDN 1 Kota Cilegon)