Beranda Keagamaan Kenapa Ibadah Haji Wajib Sekali Seumur Hidup? Ini Penjelasannya

Kenapa Ibadah Haji Wajib Sekali Seumur Hidup? Ini Penjelasannya

788
0

CCN, Ibadah haji merupakan rukun Islam yang kelima dan menjadi penyempurna dari ajaran Islam yang sempurna. Namun, berbeda dari shalat yang dilakukan lima kali sehari atau zakat yang dikeluarkan setiap tahun, ibadah haji hanya diwajibkan sekali seumur hidup bagi setiap Muslim yang mampu. Mengapa demikian? Mari kita telaah lebih dalam dari sisi syariat, hikmah, dan relevansi sosialnya.

Dalil Kewajiban Haji Sekali Seumur Hidup

Allah SWT berfirman dalam QS. Ali Imran ayat 97:”Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.”(QS. Ali Imran: 97)

Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda:

“Wahai manusia, sesungguhnya Allah telah mewajibkan atas kalian haji, maka berhajilah!”

Lalu seseorang bertanya, “Apakah setiap tahun, wahai Rasulullah?”

Beliau menjawab, “Kalau aku katakan ‘iya’, niscaya akan menjadi wajib dan kalian tidak akan mampu.”

(HR. Muslim)

Dari hadits ini, kita pahami bahwa kewajiban haji hanya sekali seumur hidup, dan selebihnya hukumnya sunnah jika seseorang ingin mengulanginya.

Kenapa Hanya Sekali? Ini Hikmahnya

1. Bentuk Keringanan dari Allah SWT

Islam adalah agama rahmat dan tidak memberatkan pemeluknya. Haji adalah ibadah yang memerlukan banyak aspek: fisik, finansial, waktu, dan kesiapan mental. Karena itu, kewajiban haji hanya diberlakukan sekali seumur hidup bagi yang memenuhi syarat mampu (istitha’ah).

2. Pemerataan Kesempatan

Bayangkan jika setiap Muslim wajib berhaji berkali-kali. Maka orang yang kaya akan terus berangkat, sementara yang miskin tak kebagian kuota. Dengan ketentuan “sekali wajib”, Islam memberikan kesempatan yang lebih luas kepada umat Muslim lain untuk merasakan menjadi tamu Allah.

3. Menanamkan Nilai Transformasi Diri

Haji adalah titik balik spiritual. Sekali melakukannya dengan ikhlas dan benar, maka seseorang akan kembali dalam keadaan suci, seperti bayi yang baru lahir. Sekali pengalaman itu, jika direnungkan dan dijalankan dengan sungguh-sungguh, cukup untuk mengubah jalan hidup seseorang.

4. Tingginya Nilai Filosofis dan Simbolik Haji

Haji adalah miniatur hari kiamat dan perjalanan hidup. Dari ihram yang polos, padang Arafah yang penuh doa, hingga lempar jumrah yang melambangkan perlawanan terhadap setan—semuanya sarat makna. Tak perlu berulang kali jika sekali saja bisa menggugah kesadaran ruhani.

Apakah Boleh Mengulang Haji?

Tentu boleh. Bahkan dianjurkan jika mampu dan tidak mengganggu hak orang lain. Namun, yang menjadi kewajiban syar’i hanyalah satu kali seumur hidup. Selebihnya, bernilai ibadah sunnah yang pahalanya tetap besar.

Kesimpulan

Ibadah haji adalah bentuk puncak penghambaan kepada Allah SWT yang diwajibkan hanya sekali seumur hidup. Ini menunjukkan betapa Islam menghargai kemanusiaan, keadilan, dan keseimbangan. Sekali haji yang mabrur lebih utama dari pada berkali-kali haji yang hanya sekadar rutinitas tanpa makna.

Semoga kita semua diberikan kemampuan dan kesempatan untuk memenuhi panggilan suci ini. Aamiin. (***)