CCN, Cilegon – Bank Sampah Janur Hijau yang berada di kelurahan Warnasari RT 05 RW 06 kecamatan Citangkil kota Cilegon miliki sentra produksi kompos yang memanfaatkan sampah organik. Terdapat dua jenis kompos yang diproduksi, yaitu kompos cair dan kompos padat. Kedua kompos tersebut dihasilkan dari bahan sampah organik seperti dedauan dan sisa-sisa makanan.
Arifin, Ketua Bank Sampah Janur Hijau mengatakan, kelompok ini memiliki semangat untuk memanfaatkan sampah organik untuk dijadikan sebuah produk. Produk yang dihasilkan diantarnya ialah pupuk organik cair dan pupuk organik padat.
“Kedua pupuk tersebut sudah melalui uji laboratorium. Hal ini kami lakukan agar sebagai keseriusan kami untuk membuat produk yang berkelanjutan” ujarnya.
Kami berharap, kedepan akan terciptanya pasar yang bagus. Sehingga produk-produk kami dapat terserap di pasaran yang luas.
“Harapannya, produk kami bisa diterima di pasaran. Sehingga kami bisa terus produksi dalam melakukan pemberdayaan dan pemanfaatan sampah organik” ujarnya.
Di tempat yang sama, Nur Cholis, Founder Eswka Foundation selaku fasilitator Bank Sampah Janur Hijau mengatakan, pemanfaatan sampah organik ini sangat penting dilakukan. Dengan pemanfaatan sampah organik, terciptanya circular ekonomi melalui konsep pemberdayaan.
“Bank Sampah Janur Hijau ini memiliki potensi. Baik potensi bahan baku maupun potensi sumber daya. Kita melihat ini, kemudian memberikan pendampingan agar bisa membuat produk yang diterima di pasaran” Ujarnya.
Kami membantu renovasi workshop, uji laboratorium, kemudian pendampingan secara bisnis seperti keuangan maupun pemasarannya.
Nur Cholis berharap, kedepan kelompok ini bisa mandiri dari unit usaha yang dibangun. Karena nanti akan ada fase existing dalam pendampingan.
“Semoga apa yang dilakukan ini dapat memberikan dampak yang baik bagi masyarakat. Baik dari segi ekonomi maupun lingkungan” tururnya, saat ditemui pada Senin, 18 November 2024. (***)





