CCN, Cilegon. OSIS/MPK MAN 1 KOTA CILEGON telah telah sukses melaksanakan kegiatan bakti sosial (baksos), bertitik kumpul di MAN 1 Cilegon (08/04).
Kegiatan ini diadakan dalam rangka untuk mengingat diri bahwa kita diwajibkan untuk selalu bersyukur dalam keadaan apapun karena, diluar sana masih banyak yang membutuhkan bantuan.. Sumber dana dari kegiatan ini bersumber dari sumbangan kolektif dari per masing-masing Ekstrakulikuler (ekskul).
Agenda acara ini yaitu 15.00 Kumpul di MAN 1 Cilegon, 15.40 Briefing, 17.00 bagi-bagi Takjil (tempat kondisional), 17.30 buka puasa & evaluasi (Taman Masjid Agung). Ajra selaku ketua (MPK) mendukung penuh acara pada hari ini mengingat pentingnya kita untuk berbagi sesama.
“Kegiatan ini merupakan program kerja pertama di periode Aji dan Ajraa, dan juga setahun sekali yaitu tepatnya pada bulan Ramadhan. Kami pengen sekali di bulan Ramadhan ini bukan hanya kita menahan haus dan lapar saja, tapi kita ingin lebih dari itu yaitu dengan memberikan rasa saling menolong dan peduli satu sama lain dengan cara berbagi takjil bagi yang membutuhkan pada bulan ramadhan ini,” ucapnya.
Program kerja baksos ini berkolaborasi dengan para ekstrakurikuler MAN 1 Kota Cilegon, yang berpartisipasi dengan cara menyumbang uang dengan jumlah tertentu dan digunakan untuk takjil yang dibagikan. Tempat-tempat sasaran untuk berbagi takjil ini ada sekitaran Landmark Cilegon, Kranggot dan PCI.
“Alhamdulillah kegiatannya baksos ini berjalan dengan lancar dan sukses. Semoga dengan adanya kegiatan baksos pada bulan ramadhan ini bisa bermanfaat bagi orang-orang yang menerimanya, dan juga menjadi salah satu wujud kepedulian dan rasa kemanusiaan untuk membantu orang-orang yang membutuhkan, ” Ujarnya.
Acara ini di hadiri oleh seluruh OSIS/MPK & Ekstrakulikuler MAN 1 Cilegon dan didukung oleh Civitas Akademik MAN 1 Cilegon, serta Kepala MAN 1 Cilegon, Hj. Maryati sangat mendukung kegiatan ini dengan datang ke lokasi sekitar Masjid Agung Al Ikhlas Cilegon. Tepatnya di halaman terbuka masjid.
OSIS/MPK MAN 1 KOTA CILEGON bersungguh-sungguh serta istiqomah melaksanakan program ini. Menjelang Magrib, semua personil kumpul setelah tentu saja bagi bagi tajil di lokasi yang sudah ditentukan. Sambil menunggu adzan Magrib, Kepala MAN 1 Cilegon Hj. Maryati banyak berbincang program dengan pengurus OSIS. Begitu suara sirine berbunyi menandakan waktu berbuka, Aji ketua OSIS memimpin acara doa buka bersama. Acara dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah.
“Alhamdulillah, Kegiatan ini sesuai dengan slogan madrasah kita, MAN 1 Kota Cilegon, MANTAPP: Mandiri, Taqwa, Peduli dan Prestasi.
Mereka mandiri dari segi teknis pelaksanaan program. Hanya diarahkan kesiswaan dan pembina OSIS, mereka mampu bergerak mewujudkan program.
Mandiri dari segi pendanaan. Tidak bergantung pada dana madrasah. Mereka mau merogoh kantong mereka demi terwujudnya program ini. Ini juga sebagai bukti bahwa siswa MAN mau berbagi rezeki.
Taqwa, berbagi tajil hanya ibadah kecil. Ibadah utama yaitu salat tetap mereka laksanakan. Bentuk lain taqwa mereka adalah berbagi dalam hal kebaikan. Apalagi di bulan Ramadhan. Mereka tahu betul bulan ini bulan penuh barakah. Segala perbuatan baik akan dilipatgandakan. Itu sebabnya mereka tak ragu menyisihkan uang jajan mereka.
Peduli, mereka mau bersimpati juga berempati berbagi tajil kepada orang-orang yang tak sempat membeli tajil berbuka karena keterbatasan kondisi. Rumah siswa MAN tidaklah dekat dengan lokasi acara. Tapi semangat kepeduliannya mengalahkan rasa jauh, lelah dan capai. Wajah wajah bahagia terpancing, setelah mereka berbagi kebaikan.
Prestasi, apa pun itu mereka tetap konsisten melaksanakan program. Prestasi di dunia dalam meraih kemudahan menuju keberkahan, keridhoan dan ampunan Allah sebagai bentuk prestasi akherat.
Kepala MAN 1 Cilegon, Hj. Maryati berharap Siswa/i MAN 1 Cilegon, bisa mengenali Allah hingga merasuk ke dalam hatinya. “Semoga tertanam keyakinan bahwa Allah melihat mereka. Dan mereka sadar bahwa Allah melihatnya. Minimal bahwa Allah ada di hati mereka, sehingga ketika akan berbuat yang tidak baik, maka tidak jadi dilaksanakan karena sadar Allah ada di hati,“ ujar Hj. Maryati.
(red. INU)





