Beranda Budaya Pagelaran Ubrug Cilegon “Awug-awug” di Padepokan Pusaka Tunggal: Tribute untuk Alm. Maulana...

Pagelaran Ubrug Cilegon “Awug-awug” di Padepokan Pusaka Tunggal: Tribute untuk Alm. Maulana Malik Ibrahim

550
0
Pagelaran Ubrug Cilegon "Awug-awug" di Padepokan Pusaka Tunggal: Tribute untuk Alm. Maulana Malik Ibrahim

CCN, Cilegon, Sabtu 22 Juni 2024 – Sebuah malam yang penuh makna di Kampung Linggar Jati menjadi saksi pagelaran seni Ubrug Cilegon dengan lakon “Awug-awug”. Acara ini digelar di Padepokan Pusaka Tunggal sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum Maulana Malik Ibrahim, seorang seniman muda berbakat yang telah mengharumkan nama Cilegon dengan karyanya.

Pertunjukan ini berhasil memikat hati penonton dengan cerita yang kuat dan pengemasan yang apik. “Awug-awug” tidak hanya menampilkan hiburan, tetapi juga menyampaikan berbagai gejala sosial dan budaya yang sedang berkembang di masyarakat. Setiap adegan dalam pertunjukan ini menggambarkan dengan detail dan penuh makna, membuat penonton terhanyut dalam alur cerita.

Keberhasilan acara ini tentu tidak lepas dari kerja keras tim produksi dan estetik yang solid. Ahdi Z. Amri, pimpinan produksi Ubrug Cilegon, menyampaikan rasa syukurnya. “Kami sangat berterima kasih atas dukungan seluruh tim dan masyarakat. Pertunjukan ini adalah bukti nyata bahwa budaya tradisional masih memiliki tempat yang penting di hati masyarakat. Ini juga sebagai penghormatan bagi Alm. Maulana Malik Ibrahim yang telah banyak berkontribusi bagi seni di Cilegon,” ujarnya.

Asep Asep Saifullah, seorang tokoh masyarakat yang juga turut hadir dalam acara ini, memberikan tanggapannya. “Pagelaran ini sangat luar biasa. Saya sangat bangga dengan kerja keras para seniman muda yang terus melestarikan budaya kita. Almarhum Maulana Malik Ibrahim pasti sangat bangga melihat karya-karya Ubrug Cilegon yang masih terus berkembang ini. Harapan saya, seni Ubrug Cilegon terus maju dan menjadi kebanggaan kita semua,” kata H. Asep.

Pagelaran ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sebuah perayaan untuk mengenang dan menghargai jasa-jasa seniman muda seperti Alm. Maulana Malik Ibrahim. Suasana penuh nostalgia dan kehangatan terasa di setiap sudut Padepokan Pusaka Tunggal, menambah kesan mendalam bagi setiap penonton yang hadir.

Penampilan para aktor yang didukung oleh tata rias dan kostum yang memukau semakin memperkaya suasana pertunjukan. Tim make up yang terdiri dari Deta, Titi, dan Imel berhasil membawa penonton merasakan suasana tradisional yang kental. Sementara itu, alunan musik yang dipimpin oleh Orro Band menambah kekayaan atmosfer pertunjukan. Serta Keberhasilan acara ini tentu tidak lepas dari kerja keras tim produksi yang terdiri dari Ahdi, Ayat, Riris, Fajrin, Tamam, Yana, Aman. Mereka memastikan setiap aspek teknis berjalan dengan lancar. Selain itu, kolaborasi erat dengan tim estetik dan aktor, yang beranggotakan Wawan, Faldi, Opank, Tompel, Yoga, Dedi, Silvi, Ikbal, dan Rizqi, membuat setiap karakter hidup dengan penuh totalitas.

Pagelaran “Awug-awug” ini menjadi bukti bahwa seni dan budaya tradisional masih memiliki daya tarik yang kuat dan relevan. Dengan adanya acara seperti ini, diharapkan generasi muda semakin termotivasi untuk mencintai dan melestarikan budaya lokal.

Acara diawali juga dengan pemberian penghargaan life achievement kepada keluarga Al. Maul serta pertunjukan Rampak Silat dari anak-anak Padepokan Tunggal Pusaka dengan penuh apresiasi terhadap semua pihak yang terlibat. Ahdi Z. Amri menambahkan, “Kami berharap dukungan dari semua pihak terus mengalir agar tugas kebudayaan melestarikan Ubrug Cilegon berjalan dengan baik. Terima kasih kepada seluruh tim UC, Warga Linggar Jati yang mendukung acara ini, serta Dindikbud Cilegon, Pemerintah Kota Cilegon dan juga Ketua DPRD Cilegon, H. Isro Miraj”

Pagelaran “Awug-awug” di Padepokan Pusaka Tunggal berhasil menciptakan malam yang penuh makna dan keindahan budaya. Semoga pertunjukan ini menjadi langkah bersama dari berbagai acara seni yang akan terus menginspirasi dan menghibur masyarakat Cilegon dan sekitarnya. Tribute untuk Alm. Maulana Malik Ibrahim menjadi pengingat akan pentingnya melestarikan warisan budaya kita. (***)