CCN, Cilegon, 13 Juli 2024 – Suasana hajatan sunatan di Lingkungan Gerem malam itu terasa lebih meriah dengan kehadiran Ubrug Cilegon. Pertunjukan teater rakyat yang diadakan sebagai bagian dari perayaan sunatan ini berhasil menghibur para tamu undangan dan warga setempat dengan penampilan yang penuh keceriaan dan pesan moral.
Dedi Supriyadi, sebagai sohibul hajat, mengungkapkan rasa bahagianya atas kehadiran Ubrug Cilegon di acara tersebut. “Kami sangat senang dan bangga bisa menghadirkan Ubrug Cilegon, teater rakyat di acara sunatan ini. Pertunjukan mereka tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya lokal kepada generasi muda. Ini adalah bagian dari usaha kami untuk melestarikan tradisi dan budaya Cilegon,” ujarnya.
Dedi juga menambahkan bahwa ini adalah pertama kalinya Ubrug Cilegon dengan kemasan kekinian dipentaskan di wilayah Gerem. “Sebelumnya, ubrug yang dipentaskan biasanya melalui kendang pencak dan berbentuk bebodoran. Jika tempatnya lebih memadai, kemungkinan penonton akan lebih banyak dari kemarin. Karena keterbatasan tempat, penonton berdesak-desakan, dan banyak yang belum bisa menikmati sampai selesai karena pandangan yang terhalang dari belakang,” jelasnya.
Dedi menambahkan, “Ini adalah hiburan rakyat yang luar biasa. Harapan besar, ada lagi sajian seperti ini di masyarakat, bukan hanya di hajatan, mungkin bisa di acara-acara lainnya. Kemungkinan besar lebih dari 200 penonton hadir, karena kursi sebanyak 150 penuh terisi, dan masih banyak yang berdiri, bahkan dari rumah-rumah terdekat.”
Ahmad Faldi, perwakilan dari Ubrug Cilegon, menyatakan bahwa pementasan di hajatan sunatan ini merupakan salah satu bentuk dedikasi mereka dalam melestarikan kesenian tradisional. “Kami sangat berterima kasih atas undangan dari keluarga Dedi Supriyadi. Pertunjukan ini adalah kesempatan bagi kami untuk terus menyebarkan pesan-pesan budaya dan nilai-nilai lokal kepada masyarakat. Kami berharap melalui pementasan seperti ini, semakin banyak generasi muda yang tertarik dan peduli pada budaya asli Cilegon,” kata Ahmad.
Pertunjukan Ubrug Cilegon malam itu berhasil memikat perhatian semua tamu dengan cerita-cerita rakyat yang diangkat serta interaksi langsung dengan penonton. Kuliner khas Cilegon seperti Awug-awug juga disajikan, menambah kekayaan budaya dalam perayaan tersebut.
Tim Ubrug Cilegon yang hadir terdiri dari:
– Tim Produksi: Ahdi, Aman, Ririz, Ibnu, Diki
– Tim Estetik: Faldi
– Tim Aktor: Opank, Tompel, Yoga, Amel, Silvi, Ikbal, Rizqi, Tamam
– Tim Make-up: Deta, Josi, Nuzul
– Tim Musik: Epeng, Angger
– Penyanyi: Keyla
– Lightning: Apoy
Semoga dengan adanya acara seperti ini, tradisi dan kesenian Ubrug Cilegon dapat terus hidup dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari, terutama di tengah-tengah generasi muda yang semakin modern. (ahdi)





