Beranda Uncategorized WAKTU NAFAS YANG TAKKAN KEMBALI (1)

WAKTU NAFAS YANG TAKKAN KEMBALI (1)

697
0

“ Demi Waktu (masa). Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, dan mengerjakan amal sholeh dan nasihat-menasihaati supaya mentaati kebenaran dan menetapi kesabaran”.
(Q.S. Al Ashar 1-3)

“Janganlah kamu memaki waktu, sebab sesungguhnya Allah adalah waktu”
(Al Khadist)

Malam demi malam bagi manusia adalah umur, bagai kendi air yang terus menerus mengucur, menggulung usia memakan raga, ia habis, kendipun kering karenanya.
Bila kesedihan merasuk dalam pikiran, hari yang pendek terasa lama berakhir, sebaliknya bila kebahagian yang ada, hari yang panjang, pendek bersamanya.

Karena lena, kamu gembira dengan hari yang kamu tempuh, meski kami terus mendekati ajal, yang sebenarnya tidaklah jauh jaraknya.

Hamparan dunia hanyalan jalan nyata, yang menghantarkan ke syurga atau neraka, malam adalah kedai milik menusia, sedangan siang, pasar mengadu untung bagi mereka.

Anda berangan muluk di bumi, padahal tidak tahu apa yang akan terjadi bila gelap malam telah menyelimuti. Masih hidupkah esok hari ?
Betapa banyak orang sehat mati, tanpa sebab yang berarti, betapa banyak orang yang sakit ingin mati, tetapi ia hidup dari hari ke hari.

Siang dan malam bergulir senantiasa, mengubankan yang muda, menfanakan yang tua. Itu pertanda hari telah tua, lalu datang lagi hari yang muda.
Satu hari berlalu bagi manusia, berarti satu hari berkurang usianya. Kematian akhirnya segera tiba, lalu liang kubur yang sempit itu menyambutnya.

Jika kemarin kejelekan diperbuat Anda, tebuslah dengan kebaikan sekarang juga, berbuatlah baik jangan ditunda, hingga esok harinya. Siapa tahu esok tiba, Anda telah tiada.
Jika dengan penyesalan Anda, hari dicela, ia akan kembali kepada Anda dengan keberuntungan yang ia bawa, dan yang menjadi kemarin Anda takkan kembali untuk selamanya.

Sebenarya cahaya pagi ini sedang mencela Anda.
Dan malampun demikian juga.
Jika kiranya Anda merasa.

Dalam kematian dan perjalanan kembali ada kesibukan yang mesti dihadapi, dan jika ada pencapaian yang mesti digapai bagi siapa yang mempunyai mata hati, sebelum dua perkara ini, yaitu ; kesehatan jasmani dan luang waktu yang menyertai.

Wahai Anak Adam..
Hari siang adalah tamu Anda, maka berbuat baiklah kepadanya, jika Anda memberi perlakukan baik, ia pun akan pergi dengan memuji Anda, tetapi jika Anda memberi perlakuan buruk, ia pergi dengan mencaci Anda. Begitu pula dengan malam, ia juga tamu Anda.

Wahai Anak Adam…
Anda berada dalam dua kendaraan rakit, yaitu, dari malam ke siang dan siang ke malam, hingga keduanya menyelamatkan Anda di akhirat, maka adakah yang menghadapi resiko lebih besar daripada Anda ?
Anda hanyalah bagian dari hari-hari yang berbilang, jika suatu hari pergi berlalu, sebagian diri Anda telah pergi bersamanya, bahkan bisa jadi kepergian sebagian, kepergian keseluruhan, dan Anda mengetahui itu…!
Dunia telah pergi meninggalkan Anda dan akhirnya datang menyambut, keduanya mempunyai hamba, maka jadilah hamba akhirat, jangan menjadi hamba dunia.
Hari ini adalah amal bakti, bukan perhitungan yang dirinci, sedangkan esok hari adalah perhitungan bukan amal bakti.

Wahai Anak Adam…
Anda bersuka cita dengan tercapainya cita-cita, padahal Anda dapat mencapainya dengan mengurangi jatah ajal Anda. Anda menangguhkan tugas seolah-olah manfaatnya untuk orang lain. Jika orang yang mempunyai mata hati belum menangisi hari-hari yang telah dilalui, karena meningglkan ketaatan seharusnya ia menangis dalam usianya yang tersisa hingga mati.

Aku berminat untuk terus hidup tegar.
Padahal setiap saat terdengar dan terlihat dihadapanku jenazah diusung keluar mengingatkannya, membuat hati panic berdebar, sebab jenazah itu tidak lain adalah “Aku” hanya saja dihadapanku masih ada malam yang berlalu, yang menggulung usia hidupku.

Nafas yang kita hembuskan, adalah waktu yang takkan bisa kembali lagi. Waktu yang kita gunakan untuk bernafas, mungkin jumlah dosa yang telah kita perbuat, mungkin pula pahala yang selama ini kita banggakan.
Nafas dan waktu adalah mesin penggusur usia.
Nafas hidup kita, hanya 1 hembusan/tarikan
Waktu hidup kita, hanya 1 kedipan mata

Wahai Anak Adam…
Hiasilah nafas kita dengan untaian mutiara, isilah waktu kita dengan cahaya penerang jalan menuju Firdaus

MAHA SUCI ALLAH YANG MEMILKI NAFAS DAN WAKTUKU…
( @djie Poenk’s Cibeber)