Beranda Uncategorized WAKTU NAFAS YANG TAKKAN KEMBALI (2)

WAKTU NAFAS YANG TAKKAN KEMBALI (2)

757
0

Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup
(Q.S Al Jatsiyah ;24)Katakanlah ; “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui, Yang Ghoib dan Yang Nyata, lalu Dia eritakan kepadamu apa saja yang kamu kerjakan”(Q.S. Al Jum’ah ; 8)Katakanlah ; “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui, Yang Ghoib dan Yang Nyata, lalu Dia eritakan kepadamu apa saja yang kamu kerjakan”(Q.S. Al Jum’ah ; 8)

Perbanyaklah mengingat kematian niscaya hatimu menjadi lembut. (Syaidatina Aisyah r.a)

Kemudian telah menyingkap keburukan dunia dan dia tidak menyisakan kebahagian sedikitpun bagi orang yang mau berpikir.
(Syaidina Hassan r.a)

Tidak ada sesuatu yang ghoib yang dinanti-nantikan orang beriman yang lebih baik daripada kematian. (Ar Rabi’ bin Khatsim)

Jika engkau mengingat orang-orang yang telah mati, maka anggaplah dirimu, termasuk diantara mereka. (Abu Darda r.a)

Ada dua hal yang dapat melepaskan dirimu dari kesenangan, yakni, mengingat kematian dan berdiri dihadapan Allah Yang Maha Tinggi. (Ibrohim bin Abdul Aziz)

Setiap saya menjumpai orang yang berakal, pasti aku memberikan peringatan kepadanya dengan kematian, kemudian dia menjadi perihatin. (Syaidina Hasan r.a)

Demi Allah, jika tidak ada kematian niscaya aku menjadi bahagia lantaran dirimu. Jika tidak ada kesempitan di kubur yang saya harus berpindah untuk tinggal di sana, niscaya mataku akan tenang menyaksikan dirimu.(Ibnu Muthi’)

Tiada seorangpun dari nenek moyangmu, sampai Nabi Adam yang tidak mencicipi kematian. Telah datang saat taubatmu !
(Umar bin Abdul Aziz)

Kedipan mata dan desah nafas melenyapkan usia mudamu, maut makin mendekat dn masa terus menipu. Engkau tidak pernah aman dari intaian maut meski terali dan benteng memagarimu. Panah-panah maut senantiasa membidik pada diri berbaju besi dan berperisai.

Wahai para hamba yang lalai dari kematian, yang telah disuratkan qadar, apalagi yang kamu tunggu setelah uban menghias kepala ?. Tataplah dengan kalbumu, sungguh mata terlalaikan dari maksiat. Dan sadarlah bahwa lalai adalah neraka Saqor, yang hitam menggelegak sebab kemarahan saat membakar orang-orang dzalim, tak membiarkan tak jua melepaskan. Andai kematian tiada pelajaran, cukuplah dia sebagai piutang segala kesenangan. Tak diragukan kematian pastikan tiba, persiapkan dirimu untuk menyambutnya.

Hanya dengan mengingat mati, orang berakal tersibukkan. Bagaimana dia bermain-main dengan kehidupan atau mencintainya. Siapakah yang di atas kedua matanya debu diratakan ?

Sadarlah, setiap yang dilahirkan maka untuk kematian dia dilahirkan. Tiada kusaksikan yang hidup di dunia menjadi kekal. Lepaskan diri dari dunia, karena kau keluar dari dunia, maka kau akan lepas darinya.

Meski engkau bergelimang harta di dunia, sungguh terhadap hal itu engkau adalah sendirian. Puncak yang kau capai dari dunia, sesungguhnya dia amatlah kecil, yang akan lenyap dan sirna.

Berapa banyak orang yang mulia menjadi hina dan tercaci, padahal dulu dipuja-puja. Jangan kau puja-puja dunia, namun makilah dia !.
Apa jadinya jika yang dikecam Allah justru dipuja-puja ?
Wahai diri bertaubatlah karena maut telah menjelang, tenagkanlah nafsumu karena dia senantiasa menggoda tidaklah lihat kematian bagaimana dia mematuk kita nanti ?

Kematian merupakan pertemuan kita dengan orang-orang yang terdahulu.
Ditiap hari mayat di sekeliling kita, kita melayatnya, kita melihat jejak-jejak perjalanan mereka
Wahai diri, bagaimana aku dan harta itu semua kutinggalkan di belakangku, dan dengan telanjang aku harus keluar dari dunia..?

Sesuatu yang paling dekat dengan kita adalah,
Bukan orang tua,
Bukan para saudara,
Bukan sang kekasih,
Bukan teman dan kerabat,
Bukan pula guru kita,
Tapi adalah KEMATIAN

Seberapa dekat kematian itu jaraknya dengan kita ?
Lusa
Besok
Nanti pagi
Siang atau malam
1 jam lagi
1 menit lagi
1 detik lagi, atau
1 tarikan dan hembusan nafas
Mungkin
Hanya 1 kedipan mata kita

WALLAHU ‘ALAM….
( @djie Poenk’s Cibeber)